Oleh Lin Nan

Sejak akhir pekan lalu, jembatan kaca melintas di atas 2 bukit di Hunan Zhangjiajie, Tiongkok yang disebut-sebut sebagai yang terpanjang di dunia telah resmi dibuka untuk umum. Banyak masyarakat ingin mengetahui, apakah jembatan tersebut cukup aman untuk dilalui ?

Media Tiongkok memberitakan, jembatan kaca tersebut terletak di dalam wilayah Zhangjiajie National Forest Park, Hunan. Memiliki panjang sekitar 430 meter dengan ketinggian sampai 300 meter dari dasar bukit. Sekarang masyarakat yang berminat dapat melintasi jembatan tersebut dengan jalan kaki.

Berita menyebutkan bahwa pembangunan jembatan tersebut menelan biaya total sampai USD 3.4 juta. Lantai dibuat dari kaca tembus pandang berlapis 3. Jembatan hanya boleh dilalui secara bersamaan oleh maksimum 800 orang.

Agence-France Presse mengatakan, ada larangan bagi masyarakat yang melintas jembatan dengan memakai kamera digital, tongkat selfie dan bersepatu hak tinggi.

Jembatan tersebut dirancang oleh seorang arsitek asal Israel bernama Haim Dotan, yang awalnya menolak untuk menerima design proyek ini.

Dalam majalah ‘Wired’ disebutkan bahwa pimpinan perusahaan pengembang bertanya kepadanya.

“Bagaimana menurut pendapat Anda, apakah bisa dibangunkan sebuah jembatan di sana?”

Saya jawab “Tidak”

Kemudian ia menatap saya dan bertanya, “Mengapa, apa yang Anda katakan?”

Lalu saya jelaskan, “Apa perlu dibangunkan jembatan ? Ini (panorama) di sini begitu indah”.

Namun arsitek tersebut akhirnya ‘bertekuk lutut’ setelah beberapa kali terdesak oleh pemimpin perusahaan pengembang.

“Kita bisa membangun jembatan tetapi dengan satu syarat, yaitu saya akan membuatnya menghilang,” kata Haim Dotan yang ditulis dalam majalah ‘Wired’.

Untuk membuat rasa nyaman masyarakat yang ingin melintas jembatan ini, pihak berwenang melakukan ‘show off’ dengan mengundang masyarakat dan sejumlah media untuk menyaksikan demo memecahkan lantai jembatan yang terbuat dari kaca dengan palu godam pada 25 Juni lalu. Dari kamera terlihat bahwa meskipun kaca lapisan pertama akhirnya pecah setelah belasan kali hantaman godam, tetapi lapisan kaca yang berada di bawahnya tetap tidak rusak.

Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan  ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)
Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)
Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan  ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)
Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)
Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan  ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)
Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)
Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan  ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)
Jembatan kaca di Zhangjiajie, Hunan ini memiliki panjang sekitar 430 meter dan ketinggian 300 meter dari dasar bukit. (foto Getty Images)

AFP mengatakan, yang menjadi kekhawatiran terbesar masyarakat adalah masalah keselamatan dari jembatan ini. Apalagi sudah ada ‘contoh’ di mana jembatan kaca yang melintas di Gunung Yuntai di propinsi Henan tiba-tiba retak saat dilalui orang.

Jembatan kaca penyeberangan yang terletak di lokasi wisata bernama Fenghuangling, berada di puncak  Zhuyufeng yang merupakan salah satu bukit tertinggi di Gunung Yuntai. Jembatan itu memiliki ketinggian 1.080 meter di atas permukaan laut, bergantung di antara lereng dengan tebing gunung. Jembatan tersebut dibangun dalam 2 bentuk dengan satunya adalah jembatan kaca penyeberangan yang berbentuk huruf U yang mengelilingi  tebing dan lainnya menggantung di antara kedua tebing yang curam. Jembatan kaca penyeberang tersebut mengalami keretakan kacanya hanya belasan hari setelah dibuka untuk umum. Insiden itu jelas membuat masyarakat takut.

Seorang neizen pada 5 Oktober 2015 pukul 16:57 menulis dalam microblog, “Menyaksikan sendiri momentum bersejarah. Jembatan kaca penyeberang di Gunung Yuntai baru saja remuk kacanya. Saat saya berjalan mendekati ujung jembatan, tiba-tiba terdengar suara ‘prag’, terasa sedikit terhentak pada kedua kaki saya. Setelah menunduk saya baru sadar jika lebaran kaca yang saya pijak itu yang remuk. Saya tidak tahu mengapa kaca itu bisa pecah, tetapi pada saat bersamaan, semua orang berteriak, termasuk saya “Pecah kacanya. Awas ! Pecah kacanya!” Saking ketakutan sampai orang-orang yang berada di depan saya dorong-dorong supaya berjalan lebih cepat.”

Media Tiongkok mengutip seorang sumber seorang staf yang bertugas di Gunung Yuntai melaporkan  bahwa pecahnya kaca mungkin disebabkan oleh cangkir stainless milik wisatawan yang terjatuh dan menimpa kaca pada saat itu. jembatan tersebut akhirnya ditutup untuk umum, entah untuk keperluan penyidikan atau seterusnya.

National Public Radio AS dalam siarannya mengatakan, masyarakat Tiongkok tampaknya sedang tertarik dengan jembatan berlantai kaca. Menurut seorang pejabat Tiongkok bahwa jembatan kaca terpanjang di dunia yang dibangun di Zhangjiajie itu nantinya mungkin menjadi model jembatan yang akan dibangun di berbagai lokasi wisata di seluruh negeri.

Dalam menanggapi ketertarikan masyarakat Tiongkok terhadap jembatan kaca, arsitek terkemuka Keith Brownlie kepada BBC mengatakan, itu bersumber dari keinginan untuk mengejar rasa sensasi semata.  Ia berpendapat bahwa orang-orang itu pada dasarnya memiliki jiwa yang suka dengan tantangan, oleh sebab itu, mereka mencoba untuk menantang diri dengan melakukan sesuatu tindakan yang dapat memicu rasa takut bila menggunakan pemikiran yang rasional.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular