Sejumlah penelitian telah menunjukkan efek kesehatan terhadap lingkar pinggang dan gigi akibat minum soda. Namun, minuman soda mengakibatkan risiko kesehatan yang jauh lebih serius daripada yang kita sadari.

Menurut Euromonitor, rata-rata orang di Amerika Serikat mengonsumsi lebih dari 126 gr gula per hari. Itu setara dengan 25,2 sendok teh gula, atau setara dengan minum sedikit lebih dari tiga botol cola ukuran 0,35 liter.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan efek kesehatan terhadap lingkar pinggang dan gigi akibat minum soda. Namun, minuman soda mengakibatkan risiko kesehatan yang jauh lebih serius daripada yang kita sadari. Minum minuman manis secara teratur terkait dengan berbagai masalah kesehatan termasuk diabetes, penyakit jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronis (sekumpulan penyakit paru yang menghambat aliran udara ketika menarik napas dan menimbulkan kesulitan bernapas) dan obesitas.

Jadi apa risiko minuman soda dan berapa ambang batas minum soda? Mari kita lihat:

1. Soda dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Dalam sebuah penelitian terhadap 3.318 wanita selama 11 tahun yang dilakukan oleh Harvard Medical School, peneliti menemukan bahwa minum Cola terkait dengan dua kali lipat peningkatan risiko penurunan ginjal.

2. Minuman Soda meningkatkan risiko diabetes. Tingginya kadar gula dalam soda memberatkan kerja pankreas, sehingga pankreas gagal memenuhi kebutuhan akan insulin yang dibutuhkan tubuh. Minum satu atau dua kaleng minuman manis setiap hari dapat meningkatkan risiko sebesar 25% untuk menderita diabetes tipe 2.

3. Kaleng soda dilapisi dengan bisfenol A (BPA) yaitu bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap sistem hormon tubuh, yang telah dikaitkan dengan penyakit jantung, obesitas hingga masalah reproduksi.

4. Soda mengakibatkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi). Kafein adalah diuretik. Diuretik meningkatkan produksi urin, menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil. Ketika sel tubuh mengalami dehidrasi, sel tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi, serta membuat tubuh jauh lebih sulit untuk membuang limbah.

5. Pewarna karamel pada minuman soda menyebabkan kanker. Pewarna coklat buatan pada Cola tidak terbuat dari gula karamel asli, tetapi dibuat melalui proses kimia dengan cara mereaksikan gula dengan amonia dan sulfida di bawah tekanan dan suhu yang tinggi. Reaksi kimia ini mengakibatkan terbentuknya 2-metilimidazol (2-MI) dan 4 metilimidazol (4-MI), di mana dalam penelitian yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat terbukti menyebabkan kanker paru, kanker hati, kanker tiroid atau leukemia pada tikus laboratorium.

6. Pewarna karamel pada soda menyebabkan masalah pembuluh darah. Dr. Nehal N. Mehta, direktur Kardiologi Risiko Radang di University of Pennsylvania menyatakan bahwa ada hubungan antara masalah pembuluh darah dengan produk yang mengandung karamel.

7. Soda mengandung kalori yang tinggi. Sekaleng Coca Cola rata-rata berisi 0,59 liter yang setara dengan 17 sendok teh gula dan setara dengan 240 kalori … kalori kosong tanpa ada nilai gizi. Orang dewasa harus berjalan lebih dari satu jam untuk membakar 240 kalori yang terkandung dalam 0,59 liter soda.

8. Kafein yang terkandung dalam soda menghambat penyerapan magnesium. Menurut Carolyn Dean, M.D., N.D., magnesium sangat diperlukan dalam lebih dari 325 reaksi enzim dalam tubuh. Magnesium juga berperan dalam proses pembuangan racun dari dalam tubuh dan oleh karena itu magnesium sangat penting untuk meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh bahan kimia lingkungan, logam berat, dan racun lainnya.

9. Soda meningkatkan risiko obesitas pada anak. Setiap tambahan soda atau minuman manis lainnya yang diminum setiap hari akan meningkatkan kecenderungan kegemukan sekitar 60% pada anak. Minuman manis juga dihubungkan dengan masalah kesehatan lainnya.

10. Minuman soda meningkatkan penyakit jantung pada pria. Setiap soda yang diminum setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 20% pada pria.

11. Asam yang terkandung dalam soda menipiskan email gigi. Uji laboratorium terhadap keasaman soda menunjukkan bahwa jumlah asam yang terkandung dalam soda akan menipiskan lapisan email gigi. pH soda dapat serendah 2,5. Sebagai perbandingan, baterai memiliki pH 1, air memiliki pH 7,0.

12. Soda mengandung kadar gula yang tinggi. Sekaleng Coca Cola rata-rata berisi 0,59 liter yang setara dengan 17 sendok teh gula, maka tidaklah heran jika soda memperburuk kesehatan gigi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

13. Soda mengandung pemanis buatan. Saat ini banyak orang memilih memakai gula buatan yang tidak begitu manis untuk menurunkan asupan kalori untuk kesehatannya. Namun, gula buatan terkait dengan berbagai penyakit, termasuk kanker.

14. Soda menghabiskan kadar mineral tubuh. Soda yang mengandung asam fosfat menghilangkan kalsium (yang sangat dibutuhkan) dari tulang. Setelah mempelajari beberapa ribu pria dan wanita, peneliti di Tufts University, menemukan bahwa wanita yang minum 3 kaleng Cola atau lebih setiap hari, mengalami penurunan kepadatan mineral sebesar 4% lebih pada tulang pinggulnya, meskipun peneliti memantau asupan kalsium dan vitamin asupan D wanita tersebut.

15. Minum soda mengubah metabolisme. Dr. Hans-Peter Kubis, direktur kelompok Latihan Kesehatan dan Rehabilitasi di Bangor University di Inggris, telah menemukan bahwa minum soda secara teratur benar-benar dapat mengubah metabolisme tubuh manusia. Peserta yang minum 140 gr gula setiap hari selama empat minggu (kurang dari dua kaleng Coke 0,9 liter). Hasilnya adalah: metabolisme berubah setelah empat minggu, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

16. Minum lebih dari satu kaleng soda sehari, meningkatkan risiko penyakit jantung dan sindrom metabolik. Menurut Ravi Dhingra, MD, penulis utama penelitian dan seorang instruktur bidang Medicine di Harvard Medical School menyatakan “Jika Anda minum satu kaleng atau lebih minuman ringan sehari, berarti Anda meningkatkan faktor risiko metabolik untuk menderita penyakit jantung.” Penelitian Framingham mencakup hampir 9.000 individu selama empat tahun. Peneliti menemukan bahwa individu yang minum satu atau lebih soda sehari memiliki peningkatan risiko 48% untuk menderita sindrom metabolik dibandingkan dengan individu yang minum kurang dari satu kaleng minuman ringan setiap hari.

17. Diet soda tidak membantu menurunkan berat badan. University of Texas bidang Health Science Center menemukan bahwa semakin banyak seseorang minum soda, maka semakin besar risiko ia untuk menjadi gemuk. Minum dua kaleng soda atau lebih sehari meningkatkan lingkar pinggang 500% lebih besar daripada individu yang tidak minum soda.

18. Soda mengandung natrium benzoat atau kalium benzoat. ” Natrium benzoat atau kalium benzoat menyebabkan kerusakan parah pada DNA dalam mitokondria sampai DNA benar-benar rusak,” Peter Piper, seorang profesor Biologi Molekuler dan Bioteknologi di University of Sheffield di Inggris, mengatakan kepada surat kabar Inggris. Pengawet ini juga telah dikaitkan dengan gatal-gatal, asma, dan kondisi alergi lainnya.

Catatan: Beberapa perusahaan sudah tidak memakai natrium benzoat. Diet Coke dan Diet Pepsi telah mengganti natrium benzoat dengan pengawet lain yaitu kalium benzoat. Baik natrium benzoat maupun kalium benzoat digolongkan oleh Komisi Makanan di Inggris sebagai penyebab iritasi ringan pada kulit, mata, dan selaput lendir.

19. Soda mengandung asam askorbat dan kalium benzoat yang bergabung membentuk benzen, si penyebab kanker. Benzen dapat terbentuk dalam minuman dan makanan yang mengandung asam askorbat dan kalium benzoat. Menurut FDA (BPOM-Amerika Serikat), ketika benzoat terpapar cahaya dan panas karena adanya vitamin C, maka benzoat berubah menjadi benzen. Menurut American Cancer Society, benzen dianggap sebagai penyebab kanker (karsinogen).

20. Minum soda dan minuman manis lainnya setiap hari terkait dengan penyakit perlemakan hati yang bukan diakibatkan oleh alkohol (NAFLD). 2.634 Peserta penelitian telah menjalani pemeriksaan CT scan untuk mengukur jumlah lemak di hati. Peserta penelitian yang minum lebih dari satu kaleng minuman manis setiap hari memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk menderita penyakit perlemakan hati yang bukan diakibatkan oleh alkohol dibandingkan dengan peserta penelitian yang tidak minum minuman manis.

21. Beberapa soda mengandung bahan kimia yang menghambat rambatan api. Brominated vegetable oil (BVO). Agar bahan perasa berjenis minyak ini dapat bercampur dengan baik dengan bagian air pada minuman bersoda atau jenis minuman energik untuk olahraga, biasanya zat pengemulsi seperti BVO ditambahkan. Apa kekuatiran kita? BVO dipatenkan oleh perusahaan kimia sebagai bahan kimia yang menghambat rambatan api (flame retardant). BVO juga dilarang di lebih dari 100 negara, tetapi masih digunakan di Amerika Serikat.

22. Soda terkait dengan asma. Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia Selatan mencakup 16.907 peserta yang berusia 16 tahun dan lebih tua, menunjukkan tingginya kadar soda yang diminum berhubungan dengan timbulnya asma dan penyakit paru obstruktif kronis.(Epochtimes/Elisha McFarland/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular