Oleh Ye Feng

Media resmi pemerintah Tiongkok Xinhua menerbitkan sebuah artikel hasil wawancara khusus dengan mantan ketua organisasi non pemerintah ‘Masyarakat Transplantasi’ (Transplantation Society) Francis L. Demonico. Artikel dipublikasi dalam upaya untuk ‘memutihkan’ sistem transplantasi organ di Tiongkok. Tetapi para ahli yang hadir dalam acara dengar pendapat dengan DPR-AS terus mencecar dengan pertanyaan yang terkait hubungan kepentingan antar TTS dengan PKT.

Dalam artikel yang dimuat Media Xinhua berbahasa Inggris pada 22 Agustus tertulis kalimat: ….. mantan Presiden TTS, Profesor Fakultas Kedokteran Harvard Francis L. Delmonico mengklaim bahwa transplantasi organ di Tiongkok telah mengalami kemajuan pesat sebagai keberhasilan dari pemerintah Tiongkok melakukan sejumlah reformasi kebijakan dalam bidang medis…..

Delmonico telah diundang ke acara dengar pendapat DPR-AS yang diberi tema “Pengambilan Paksa Organ Tubuh:Sebuah kajian tentang kebrutalan,” pada 23 Juni lalu untuk bersaksi.

Dalam kesempatan itu Delmonico juga menyampaikan pandangannya bahwa ia berharap dengan kepergian ke Tiongkok bisa turut berpartisipasi dalam pembangunan sebuah sistem donasi dan transplantasi organ di Tiongkok untuk mengubah kondisi transplantasi organ saat ini yang dinilai mengerikan. Namun, pandangannya itu ditolak oleh para anggota Kongres.

Anggota senior Kongres Dana Rohrabacker dalam tanggapannya mengatakan bahwa dengan berharap pada kerjasama pihak Barat dengan Timur akan membawa perubahan bagi Tiongkok adalah omong kosong.

Rohrabacker menyamakan PKT dengan Nazi, “Nazi, sistem seperti itu, coba Anda sendiri bayangkan,  apa yang akan dihasilkan oleh sistem seperti itu? Sistem (membentuk suatu sistem donasi dan tranplantasi organ di Tiongkok) ini secara keseluruhan akan berjalan melenceng dalam praktiknya. Merangkul PKT, menganggap mereka seperti orang-orang lain yang hidup di dunia kebebasan. Apakah itu  mampu mengubah hati mereka? Tidak mungkin !”

Pengacara HAM asal Kanada, David Mates dalam tanggapannya mengatakan bahwa sistem transplantasi organ di Tiongkok bukanlah  masalah Tiongkok, tetapi masalah Partai Komunis Tiongkok ! Bila Anda berdiri di pihak korban, maka Anda akan lebih mendukung Tiongkok.”

Anggota DPR-AS mencurigai adanya hubungan kepentingan antara TTS dengan PKT

Dalam acara terakhir dengar pendapat hari itu, anggota senior Kongres Chris Smith mengajukan pertanyaan khusus kepada Delmonico, “Apakah anggota pemimpin TTS memiliki hubungan kepentingan ekonomi atau bisnis dengan perusahaan-perusahaan farmasi atau lembaga lainnya di Tiongkok ?”

Profesor Francis L. Delmonico menjawab, “Yang dapat saya utarakan adalah yang menyangkut diri saya sendiri. Perjalanan wisata saya ke Tiongkok itu dibiayai oleh sebuah yayasan di Tiongkok. Dalam pemahaman saya yayasan itu didirikan oleh seorang donatur asal Tiongkok.”

“Apakah yayasan itu merupakan bagian dari organisasi PKT?” tanya Smith.

“Saya tidak merasa adanya hubungan antara yayasan itu dengan PKT. Yang saya tahu adalah ia didirikan oleh seorang donatur yang merupakan bos di bisnis perhotelan. Yayasan tersebut didirikan untuk tujuan pengembangan infrastruktur bagi transplantasi organ di Tiongkok, agar sesuai dengan norma-norma yang digariskan WTO,” jawab Delmonico.

Wartawan Epoch Times berbahasa Inggris, Matthew Robertson melaporkan, bahwa yayasan yang dimaksudkan oleh Delmonico itu adalah Yayasan Pengembangan Transplantasi Organ Tiongkok.

Yayasan Pengembangan Transplantasi Organ Tiongkok tersebut di bawah naungan Komisi Nasional  Pengembangan Keluarga Berencana Tiongkok. Mantan Wakil Menteri Kesehatan Tiongkok Huang Jiefu pernah bertugas dan sebagai perwakilan hukum di lembaga itu.

Pimpinan TTS memiliki hubungan rahasia dengan PKT

Epoch Times baru-baru ini menemukan, dalam beberapa tahun terakhir presiden dan mantan presiden TTS berupaya untuk meningkatkan hubungan dekat, terus mennjlin kemitraan rahasia dengan pusat transplantasi organ Tiongkok. Karena melibatkan potensi konflik kepentingan, sehingga kedua orang pejabat teras TTS itu sengaja menyembunyikan sesuatu.

Jeremy Chapman dan Philip O’Connell sama-sama pernah berdinas di Rumah Sakit Westmead di Sydney. Kedua lembaga memperkuat kerjasama sejak 2014, Ketua TTS saat itu Philip O’Connell ikut menghadiri pertemuan ‘Xenotransplantasi’ yang diadakan di Rumah Sakit Xiangya pada 16 Oktober.

Kemudian pada 27 – 30 Oktober 1 delegasi yang terdiri dari 14 orang ahli medis dari Rumah Sakit Xiangya melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Westmead di Sydney. Xenotransplantasi adalah transplantasi sel atau jaringan dari spesies yang berbeda, umumnya jaringan ditransplantasi dari hewan ke manusia.

Ketua TTS Jeremy Chapman bersama Direktur RS. Xiangya Chen Fangping pada 2013 telah menandatangani perjanjian tambahan yang menyangkut pembentukan sebuah delegasi yang terdiri dari beberapa orang perawat dan manajer pilihan dari RS Xiangya untuk mengikuti studi pendalaman di RS Westmead, Sydney. Juga menandatangani perjanjian yang menyangkut upaya meningkatkan kerjasama antar kedua rumah sakit.

Petugas penerima delegasi dari Tiongkok, Yi Shounan, memberikan beberapa petunjuk menyangkut hubungan antar kedua lembaga. Australia pada 2004 sudah menginstruksikan penghentian penelitian xenotransplantasi. Tetapi peneliti senior yang menjadi ‘anak emasnya’ Philip O’Connell yaitu Yi Shounan, mampu memanfaatkan hubungan dengan RS Xiangya untuk melakukan penelitian yang sudah dinyatakan terlarang itu.

Rekan Chapman terkejut mengetahui hal itu. Mantan ketua Asosiasi Transplantasi organ Israel Jacob Lavee mengatakan bahwa semua kerjasama itu tidak pernah dilaporkan ke Komite Etika di TTS. Ia juga melampiaskan ketidakpuasannya terhadap sikap TTS dalam mengelola lembaga  itu.

Ketua TTS saat ini secara terbuka membantah sistem transplantasi organ Tiongkok diterima dunia

Kongres Internasional Transplantasi Organ yang saat ini diselenggarakan di Hongkong telah mendapat penolakan dari para ahli di profesi medis, organisasi HAM juga memicu kontroversi besar.

Media PKT ‘Global Times’ dan Hongkong ‘Wen wei Po’, ‘Ta Kung Pao’ menyebutkan, Sarjana Tiongkok merujuk pada kongres transplantasi tersebut mengklaim bahwa kinerja transplantasi organ Tiongkok sudah lebih maju sehingga mendapat pengakuan dari organisasi Masyarakat Transplantasi (TTS).

Dalam hal ini, ketua TTS Philip O’Connell dalam konferensi pers pada hari Jumat (19/8/2016) secara terbuka menyampaikan bantahan.

Kepada wartawan New York Times O’Connell mengatakan bahwa ia dalam pertemuan sesi khusus tentang Tiongkok sudah langsung menjawab  pertanyaan yang diajukan dokter Tiongkok bahwa Tiongkok selama beberapa dekade melakukan transplantasi organ dari tahanan yang dieksekusi sudah membuat terkejut dan sikap antipati masyarakat dunia.

O’Connell memberitahu ahli media Tiongkok itu, “Yang perlu kalian pahami adalah bahwa praktik yang dilakukan di Tiongkok selama ini telah membuat masyarakat internasional merasa ngeri. Justru gara-gara cara itulah membuat oposisi yang menentang PKT bersuara semakin keras.”

New York Times menyebutkan, meskipun tanpa menunjuk kelompok mana pun, tetapi oposisi yang diacu Philip O’Connel besar kemungkinannya adalah para praktisi Falun Gong. Sejak unjuk rasa damai di Zhongnanhai pada 1999, banyak praktisi Falun Gong ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah.

Pada hari Jumat itu, O’Connell juga menyampaikan kepada wartawan bahwa tidak ada orang yang dapat menempatkan kata-kata yang ia ucapkan sebagai kalimat yang diucapkan oleh wakil PKT. Diartikan sebagai TTS telah mengakui sistem transplantasi organ di Tiongkok, “Mereka boleh saja berbicara yang mereka suka, tetapi itu bukan fakta.” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular