Oleh: Chen Gang

Dunia paralel mungkin benar-benar ada, dan sosok kita juga banyak kembarannya, namun teori ini belum terbukti. Tetapi para ilmuwan percaya bahwa kemungkinan itu sangat besar.

Mungkin dalam benak kita berpikir bahwa kita ini adalah makhluk satu-satunya di jagad raya, namun, jika teori dunia paralel itu terbukti benar, maka Anda itu bukan lagi insan satu-satunya. Menurut teori yang menakjubkan ini, bahwa sebenarnya sosok anda itu tidak hanya satu, tapi banyak kembarannya.

Tentu saja teori ini masih perlu pembuktian lebih lanjut, namun, sebagian ilmuwan sangat yakin bahwa teori alam semesta yang tak terbatas ini sangat memungkinkan. Para ahli fisika tidak dapat memastikan seperti apa bentuk/wujud dari ruang-waktu itu. Menurut teori pada umumnya, ruang-waktu itu datar, bukan berbentuk lingkaran atau bulat. Selain para ilmuwan percaya bahwa ruang-waktu itu tak terbatas.

Menurut teori string, bahwa alam semesta yang kita amati ini hanya permukaan tiga-dimensi, yang merupakan bagian dari alam semesta sembilan dimensi. Ini berarti, jika kita adalah bagian dari alam semesta sembilan dimensi, maka masih ada permukaan tiga dimensi lainnya. Dan ini akan membuat alam semesta tiga dimensi kita itu tampak datar dan menjadi tak terbatas.

Itu berarti, jika Anda bisa melihat cukup jauh ke depan, maka kita dapat melihat sosok lain dari Anda, dan fenomena ini akan berlangsung secara terus menerus tanpa batas. Dan di bawah kondisi demikian, perubahan antara kalian mungkin sangat kecil, misalnya, posisi partikel di dalam tubuh sedikit berbeda, atau mungkin sama sekali tidak sama.

Hal ini karena ketika kita melakukan sesuatu di dalam sumbu waktu kita, sumbu waktu lainnya mungkin akan mengalami perubahan kecil, hanya saja kita tidak tahu. Kalau begitu, apa kita bisa membuktikan teori alam semesta yang tak terbatas ini memang nyata adanya.

“Kita bisa membuktikannya,” kata Eugene Lim, seorang dosen teori partikel fisika dan kosmologi dari King’s College di London, Inggris.

Eugene, seperti dikutip dari Daily Express, menjelaskan kalau para ilmuwan terus mencari jejak kosmik ini. Ada beberapa yang melihatnya melalui ruangan kosmik dalam alam semesta kita (galaksi bima sakti). Jejak itu dipercaya terjadi setelah adanya Big Bang. Namun, Eugene tidak membantah adanya dunia paralel.

Para ilmuwan masih mencari apa bentuk pasti dari ruang waktu yang selama ini selalu diperbincangkan dalam teori. Namun, pandangan umum para ilmuwan selama ini bahwa ruang waktu itu datar, bukan bulat ataupun lonjong.

Menurut Eugene, skenario yang paling mungkin terjadi adalah perbedaan sederhana. Bisa saja dalam dunia lain, ada bentuk atau posisi tubuh yang berbeda. Ataupun bisa saja secara mendalam kita bisa saja tidak memiliki apa yang kita punya saat ini.

Perbedaan ini dapat terjadi karena dalam lini masa atau waktu yang sedang kita tinggal saat ini bisa memberi efek pada hidup mereka. Nah, hal serupa juga terjadi pada kita. Bisa saja apa yang telah terjadi selama ini, disebabkan oleh tindakan dari sosok kita lainnya di dunia paralel.

Akan ada orang lain di ruang waktu dan dimensi lain yang mirip dengan diri kita. Teori dunia paralel ini pun dapat dikatakan nyata oleh para peneliti. Memang, secara resmi hal ini belum terbukti. Namun, dapat dikatakan kalau “kembaran” kita bisa saja tinggal di dunia 3D lain dari ruang waktu yang berbeda.

Meski bukti yang dijadikan sandaran para ilmuwan tersebut masih menunggu pembuktian lebih lanjut, namun setidaknya para peneliti tersebut telah satu langkah lebih maju membuktikan adanya alam semesta lain. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular