SINGKAWANG  –  Aparat kepolisian yang seharusnya sebagai pengayom masyarakat tak sepenuhnya diterapkan oknum polisi ini.  Seorang polisi diketahui memukuli remaja di bawah umur dalam sebuah rekaman kamera. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu beredar luas di media sosial dan membuat gempar Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

“Kejadian (pemukulan) di Singkawang, Kalbar hari Minggu (21/8/2016) lalu. Polwan bersama tiga temannya memukul seorang anak pengendara motor, hanya karena masalah sepele. Kalau memang bersalah, apa harus dihukum dengan cara begini? Hukum tajam ke bawah tumpul ke atas,” tulis Chi Bui Tho ketika membagikan video tersebut, Selasa (22/8/2016).

Dalam tayangan video itu, tampak seorang polisi wanita (Polwan) berpangkat Brigadir lengkap dengan seragam kebesaran Polri marah-marah kepada sejumlah warga. Tidak berhenti sampai di sana, Polwan itu pun mencekik leher orang tua, dan lalu memukul berulangkali seorang remaja di bawah umur.

Beragam tanggapan warga muncul terhadap video yang viral dalam beberapa hari terakhir ini. Sebagian besar masyarakat di kota yang berbatasan dengan Malaysia ini menanggapi dengan negatif atas aksi sang Polisi Arogan.

“Polisi bukannya mengayomi masyarakat, malah main pukul. Laporkan saja ke Propam. Harus dituntut itu, kalau kami (masyarakat) seperti itu pasti dihukum. Itu namanya mengajari masyarakat untuk anarkis, jangan salahkan masyarakat kalau ikut anarkis,” komentar Donye Subekti.

Warga lainnya, Xavieri menyesalkan kejadian ini terjadi ketika Polda Kalbar naik kelas menjadi Polda Tipe A. Seharusnya kenaikan status diikuti peningkatan profesionalisme, bukan hanya sekedar kenaikan pangkat para pejabatnya.

“Tidak pantas polisi memukul masyarakat di depan umum. Apalagi hanya masalah helem sepele. Kenaikan kelas Polda Kalbar sebaiknya dievaluasi,” sambung Xavieri.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Singkawang, AKBP Sandy Mustofa mengaku sudah mendengar peristiwa pemukulan tersebut. Kapolres mengaku siap memberikan hukuman jika anggota Satuan Lalu Lintas berinisial De itu terbukti bersalah.

“Iya, sudah kami tangani. Lagi diperiksa sama anggota Seksi Provost dan Pengamanan Internal. Kalau terbukti bersalah, pasti saya tindak tegas jika ada anggota yang over acting dan arogan,” ujar perwira menengah Polri yang baru beberapa bulan bertugas di Singkawang melalui pesan singkat kepada para wartawan.

AKBP Sandy mengaku tidak seharusnya aparat kepolisian bertindak arogan dalam penegakan hukum. Apalagi tidak ada potensi ancaman serius terhadap anggota yang bertugas. Terlebih Mabes Polri tengah berjuang keras untuk semakin meningkatkan citra instansi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. (Wayan Adi/asr)

Share

Video Popular