JAKARTA – Badan POM kembali memusnahkan pangan dan kosmetika ilegal hasil temuan operasi terpadu Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta selama tahun 2015. Pemusnahan digelar di di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2016).

Seperti tahun sebelumnya, temuan produk ilegal yang dimusnahkan masih didominasi oleh pangan dan kosmetika ilegal/tanpa izin edar (TIE). Jumlah total produk yang dimusnahkan sebanyak  152 item (356.309 kemasan) yang berasal dari empat sarana produksi dan distribusi di wilayah Jakarta senilai lebih dari 16 miliar rupiah.

“Secara rinci, produk tersebut terdiri dari 43 item (11.164 kemasan) pangan impor ilegal senilai lebih dari 827 juta rupiah dan 109 item (345.145 kemasan) kosmetika ilegal termasuk bahan baku, kotak, dan label kemasan kosmetika ilegal senilai lebih dari 15 miliar rupiah,” Kepala Balai Besar POM DKI Jakarta, Dewi Prawitasari dalam rilisnya di Jakarta turut hadir pada kegiatan kali ini Kepala BPOM Penny Lukito.

Selain itu dilakukan juga pemusnahan terhadap hasil temuan BBPOM di Jakarta dalam rangka pengawasan rutin berupa obat kuat ilegal, obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, suplemen kesehatan ilegal, kosmetika ilegal, serta pangan ilegal dengan nilai keekonomian lebih dari Rp 2 miliar.

Secara total produk ilegal yang dimusnahkan kali ini senilai lebih dari 18 miliar rupiah. Seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah mendapatkan Ketetapan Pemusnahan dari Pengadilan Negeri setempat.

Kosemtika dan pangan ilegal ini merupakan hasil kegiatan pemeriksaan rutin BBPOM di Jakarta, Operasi Gabungan Daerah (Opgabda), Operasi Pangea, Operasi Storm, Operasi Terpadu, serta Operasi Gabungan Nasional (Opgabnas) sepanjang tahun 2015, 15 perkara pelanggaran di bidang Obat dan Makanan telah dilakukan penindakan secara pro-justitia.

Secara rinci, ke-15 perkara tersebut terdiri atas 2 perkara terkait pelanggaran obat ilegal/tidak memenuhi syarat, 7 perkara terkait kosmetika ilegal, dan 6 perkara terkait pangan ilegal. Sedangkan tahun 2016 ( Januari – Agustus) terdapat 8 perkara, yang terdiri dari 5 perkara terkait pangan ilegal, 2 perkara terkait kosmetika ilegal, dan 1 perkara terkait obat tradisional ilegal.

Perkara tindak pidana tersebut telah ditindaklanjuti secara pro-justitia. Selama tahun 2016 berkas yang telah dinyatakan lengkap (P21) sebanyak 6 perkara dan 1 perkara yang sedang dalam proses persidangan. Hasil putusan persidangan terhadap pelaku yang mengedarkan Obat dan Makanan ilegal bervariasi, mulai dari sanksi terendah yaitu bebas hingga yang tertinggi berupa pidana penjara selama 3 bulan dan denda sebesar Rp 5 juta.  (asr)

 

Share

Video Popular