JAKARTA – Sebagai wujud mengokohkan kedaulatan negara, pemerintah Indonesia berencana mengganti nama Laut China Selatan menjadi dengan Laut Natuna. Walaupun sebenarnya perairan ini berada dalam kawasan perairan Indonesia namun namanya masih menggunakan dengan Laut China Selatan.

Hal demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu. Pergantian nama ini nantinya akan diusulkan oleh Menko Kemaritiman. “Kami sedang mengusulkan,” kata Luhut seputar pergantian nama atas Laut China Selatan.

Menurut Luhut, sesuai sejarah laut yang berada di Natuna, Kepulauan Riau tersebut adalah memang Laut Natuna bukan Laut China Selatan. Oleh karena itu, pemerintah tak memerlukan dukungan dari negara mana pun untuk pergantian nama tersebut.

Luhut mengatakan pemerintah secara tegas mengukuhkan perairan yang sebenarnya sudah masuk dalam perairan kawasan Indonesia. Negara lain, kata Luhut, memang tak memiliki urusan dengan wilayah Indonesia. “Itu memang daerah kita. Kita mau kasih nama, ya boleh saja,” tegas Luhut.

Sebelumnya, ketua tim Satgas 115 Mas Ahmad Santosa, Rabu (18/8/2016) menuturkan rencana pergantian nama laut tepatnya dalam radius 200 mil laut dari Kepulauan Natuna. Nantinya secara keseluruhan kawasan itu diberi nama dengan Laut Natuna. Rencana ini bahkan akan diserahkan kepada PBB.

Tak hanya sekitar perairan Natuna, selanjutnya oleh Tim Satgas yang menangani pemberantasan penangkapan ikan ilegal juga peraira sebelah Timur Laut Kalimantan. Penamaan nama laut ini juga dilakukan sekitar 200 mil dari perairan Zona Ekonomi Eksklusif. (asr)

Share

Video Popular