Oleh Prof. Mingju Zheng/ Editor: Nanfeng

Perebutan kekuasaan antara Xi Jinping dan Jiang Zemin telah mencapai tahap mencuat ke permukaan. Dalam lebih dari tiga tahun terakhir ini, Xi Jinping

atas nama anti-korupsi secara dasar telah membersihan sejumlah besar pejabat sipil dan militer mantan kelompok presiden Jiang. Tidak hanya orang-orang pada kelompok Jiang yang merasa tidak aman, bahkan Jiang Zemin dan Zeng Qinghong yang berada pada tingkat tinggi juga merasa sangat terancam.

Dalam sudut pandang politik saat ini, Xi Jinping berharap kestabilan hubungan antara Tiongkok daratan dan Taiwan dapat dipertahankan, namun lawan politiknya berkeinginan agar terjadi gejolak pada hubungan Tiongkok dan Taiwan. Jika hal ini terjadi, maka akan dipakai sebagai dalih untuk menyerang kelompok Xi Jinping. Cara yang paling efektif adalah untuk memprovokasi gelombang kemerdekaan Taiwan, bahkan memprovokasi perjuangan unifikasi dan kemerdekaan dalam internal Taiwan.

Oleh sebab itu dalam beberapa bulan terakhir, memang terjadi beberapa fenomena yang tidak biasa dalam hubungan lintas-selat ini. Misalnya, Hong Zuzhu generasi kedua imigran dari Tiongkok yang asalnya sangat pro komunis, bisa tanpa alasan yang tidak masuk akal menyerang veteran tua yang sudah berumur 60 lebih, Dai Liren aktor Taiwan karena telah berpartisipasi dalam “Gerakan Bunga Matahari” hingga diblokir di Tiongkok, dan pemulangan paksa tersangka Taiwan di Kenya dan Kamboja ke Tiongkok daratan, serta setelah Tsai Ing-wen menjabat, terjadi penyusutan dalam pertukaran antara kedua lintas-selat tersebut dan sebagainya.

Masalah aspek Hong Kong dan Makau, kekuatan pencetusan kemerdekaan di   Hong Kong yang sangat sedikit, dalam beberapa tahun terakhir karena sejumlah kecil pejabat tinggi Hong Kong (terutama Gubernur Leung Zhenyin sendiri) melakukan kritik keras secara luas, sehingga membuat gelombang kemerdekaan Hong Kong yang tadinya ga ada diperbesar terus.

Selain itu, kita bahkan tidak bisa mengesampingkan di tahun mendatang, politik, ekonomi atau sosial dalam wilayah Hong Kong atau Macao akan diprovokasi menjadi kerusuhan dalam skala besar, dan kerusuhan ini sangat mungkin akan berubah menjadi topik perselisihan antara kedua kelompok di Beijing dan akan dimanfaatkan secara besar-besaran oleh kelompok yang anti Xi Jinping.

Ketika pertikaian antara kedua kelompok di Beijing telah mencapai tahap saling menghabisi, setiap peristiwa dan masalah apapun akan digunakan sebagai medan perang dalam perebutan kekuasaan. Oleh sebab itu pada tahun mendatang, ketika terjadi ledakan masalah Taiwan, Hong Kong dan Makau, penurunan ekonomi, kerusuhan sosial dan kekalahan diplomatik serta pada saat yang bersamaan terjadi serangkaian peristiwa lainnya, dapat diprediksi ada surat terbuka yang ketiga, keempat bahkan lebih banyak lagi baik di dalam negeri maupun di luar negeri Tiongkok agar Xi Jinping bertanggung jawab dan mundur.

Jika saat ini sistem propaganda yang tidak seirama dengan kelompok Xi Jinping melakukan serangan penuh, maka sistem Xi Jinping, Li Keqiang, Wang Qishan akan goncang.

Serangan kembali kelompok Xi Jinping, kelihatan juga akan dimulai dari wilayah disebutkan di atas. Kemungkinan besar, beberapa pejabat tingkat tinggi negara akan mengundurkan diri atau setidaknya dibekukan untuk menstabilkan hubungan lintas-selat antara Taiwan dan Tiongkok. Kedua, Wang Guangya sistem Urusan Hong Kong dan Makau harus dapat dengan lancar memasuki usia pensiun, staf senior yang tersisa yang terkait dengan lembaga Hong Kong. Selain individu, mayoritas akan berhenti bekerja atau dibekukan, dan peluang untuk gubernur Hong Kong Leung Chun-ying dipilih ulang sangat tipis, bahkan kemungkinan setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-19 akan diminta pertanggungjawabannya.

Pada saat yang sama, secara diam-diam kelompok Xi telah mengirim orang berhubungan dengan demokrat di Hong Kong, membuat komitmen tertentu dengan cara untuk menyelesaikan kemungkinan terjadi konflik sosial karena kegagalan pemilu 2017.

Diprediksi Departemen Propaganda Pusat dan unit dibawahan akan dilakukan pembersihan dalam skala besar, walaupun Liu Yunshan tidak mungkin menjabat lagi, kemungkinan juga akan dibersihkan, dan mungkin setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-19 akan diminta pertanggungjawabannya.

Secara keseluruhan dapat dikatakan, dalam satu tahun yaitu sampai tahun depan sebelum pertemuan Beidaihe, jika tahun depan masih ada pertemuan Beidaihe, faksi Jiang Zemin akan melaksanakan serangan habis-habisan di berbagai bidang, sementara faksi Xi Jinping juga akan melakukan serangan balik.

Sekarang tampaknya walaupun Xi Jinping kelihatan sedikit unggul, tapi belum mutlak sebagai pemenang. Di sisi lain, jika dalam satu tahun di tahun mendatang, Xi Jinping secara dasar tidak dapat menang di setiap bidang, itu berarti bahwa karir politiknya akan terjun ke kondisi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada saat itu, dapat dilihat, pertarungan yang lebih keras akan tampil ke panggung. (lim/rmat)

Share

Video Popular