Seperti kata pepatah, “Liver tidak sehat, kehidupan menjadi tiada makna dan menjemukan”, pepatah ini sangat benar. Hati atau liver adalah organ penting dari tubuh manusia, peran utamanya adalah detoksifikasi. Jika kesehatan liver tidak baik, tidak efektif dalam menghilangkan racun dari tubuh, akan menyebabkan munculnya bermacam-macam penyakit.

Banyak penyakit dan ketidaknyamanan yang tidak dapat ditemukan penyebabnya, seperti gangguan pencernaan, mudah lelah, lekas marah dan depresi, mata kering, bau badan, mulut kering, kulit kepala berminyak, boleh jadi pemicunya adalah liver yang tidak baik.

Liver adalah organ tersibuk dalam tubuh yang bertanggungjawab untuk pengoperasian: pencernaan, detoksifikasi, ekskresi, penyimpanan dan redoks. Jika liver lelah dapat mengurangi fungsi detoks. Penyebab liver yang buruk cukup banyak seperti: merokok, minum alkohol, begadang, pola makan buruk yang berlemak dan berkadar gula dan garam tinggi atau mengalami kelelahan dalam rentang waktu panjang, hal itu semua akan membuat liver sulit mengatasinya.

Disfungsi liver dapat sebabkan berbagai penyakit

Fungsi liver menurun, dapat menyebabkan kulit kehilangan kilau, gatal-gatal, kulit pucat atau menguning, dan lain sebagainya, juga dapat menghasilkan sekresi empedu tidak memadai, tidak dapat mencerna makanan dengan lancar, sehingga perut kembung, gangguan pencernaan dan sembelit. Penurunan fungsi liver, juga dapat membuat tendon, otot dan jaringan lain menjadi kaku, nyeri punggung atas dan mata kering. Selain itu, juga mudah muncul gejala suasana hati labil, barangkali juga akan muncul penyakit: penglihatan kabur, tinnitus (telinga berdenging), pusing, insomnia, sindrom pramenstruasi (PMS), alergi, perdarahan kolorektal (usus besar).

Jika fungsi liver buruk, diharap jangan terlalu khawatir, asalkan dapat mengonsumsi 5 jenis hidangan buatan sendiri, akan dapat meningkatkan kapasitas detoksifikasi liver, maka akan tercapai efek pemeliharaan dan perlindungan liver.

1. Kunyit

Zat kurkumin di dalam kunyit berefek memperkuat peran fungsi liver, dapat meningkatkan sekresi empedu, menghambat peradangan organ dalam, dan memperkuat fungsi jantung, memiliki efek sangat besar dalam memperingan kerusakan liver yang disebabkan oleh alkohol dan mengurangi beban metabolisme lemak.

Kunyit karena tidak mudah larut dalam air dan tingkat penyerapan di dalam tubuh rendah, maka lebih baik diasup setelah makan atau dapat dimakan bareng dengan kacang-kacangan yang mengandung lesitin, hal itu dapat meningkatkan daya serap.

2. Jenis makanan liver

Makanan jenis liver (hewan) kaya akan protein, vitamin dan mineral seperti zat besi dan asam folat. Asam folat memiliki aktivitas yang dapat meningkatkan regenerasi sel, memperbaiki dan melindungi sel-sel liver yang rusak untuk dikembalikan ke kondisi normal.

Makanan jenis liver (dari hewan) karena kandungan zat besinya yang tinggi, dan zat kolesterol juga agak tinggi, pasien penyakit liver karena fungsi hatinya lemah, tidak mampu menangani zat besi dengan lancar, jika terlalu banyak mengasup zat besi yang berlebihan malah berbahaya bagi kesehatan. Itu sebabnya hanya boleh memakan jenis makanan liver (hewan) secukupnya saja.

3. Sesam (wijen)

Penelitian menunjukkan bahwa sesamin dapat melindungi liver dalam melawan penuaan. Biji wijen kaya akan vitamin E, mineral dan serat, dapat memperkuat fungsi hati, untuk mencapai efek anti-oksidasi dan anti-penuaan.

4. Brokoli

Broccolini adalah kecambah dari brokoli, termasuk suku kubis-kubisan, ia mengandung berbagai macam fitonutrien, flavonoid, karotenoid, sulforaphane dan indole, dapat diintegrasikan untuk membantu meredakan racun liver dan karsinogen.

5. Tiram

Kandungan taurin dari tiram dan kerang sangat kaya, dapat memperkuat fungsi detoksifi kasi hati, mengurangi kelelahan dan meningkatkan kekuatan fisik. Taurin juga digunakan sebagai obat terapi internis untuk pengobatan radang liver. (Epochtimes/Hui/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular