Bagi Anda yang sering memakai lensa kontak pasti sedikit banyak pernah mengalami kondisi mata merah. Meskipun mata merah tidak akan menyebabkan ketidaknyamanan yang berarti di bagian mata, tapi ketika sering mengalami gejala seperti ini, dihimbau sebaiknya waspadai jendela jiwa Anda ini, jangan sampai terjadi gejala lebih lanjut dan menyebabkan tertundanya penanganan awal hanya karena kelalaian Anda.

Zheng Ren Lin, seorang dokter spesialis mata mengatakan, jika dalam jangka waktu panjang dan terlalu lama memakai lensa kontak, mudah menyebabkan hipoksia kornea (gangguan pada mata dikarenakan kornea mata tidak cukup oksigen). Kekurangan oksigen pada kornea dapat merusak permukaan jaringan epitel, menyebabkan luka kecil sehingga bakteri mudah menginfeksi.

Untuk menghindari mata merah karena pemakaian lensa kontak, dokter Zheng Ren Lin menghimbau pembersihan dan disinfeksi lensa kontak secara teratur. Selain itu juga pemakaian lensa kontak sebaiknya tidak lebih dari delapan jam, dan memilih lensa kontak yang sesuai dan nyaman di mata pemakai. Hardlens atau lensa kontak keras lebih mudah dilalui oksigen, sehingga kornea bisa berfungsi dengan baik. Selain itu, hard lens juga tidak mudah ternfeksi dibanding dengan softlens (lensa kontak lunak).

Dokter Zheng Ren Lin menuturkan, bahwa gejala mata merah yang umum ditemui itu selain pemakaian lensa mata yang tidak tepat, juga karena adanya konjungtivitis alergi, konjungtivitis kronik, epidemi konjungtivitis, dan terlalu lama di bawah lingkungan AC, dan penggunaan mata yang berlebihan (melihat, membaca dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk menghindari timbulnya gejala mata merah, sebaiknya perhatikan kelembaban mata, perhatikan juga pembersihan bagian mata, jangan sampai mata terlalu lelah dan hindari sinar Matahari langsung, selain itu jangan sembarangan menggunakan obat tetes mata tanpa petunjuk dokter.

Ketika sudah dipastikan gejala mata merah itu bukan disebabkan oleh penyakit internal, biasanya gejala mata merah itu akan teratasi setelah minum obat atau obat mata dari dokter. Ada beberapa gejala terkait bahkan bisa sembuh dengan sendirinya beberapa hari kemudian tanpa perlu bantuan obat. Namun, apabila kondisinya tidak seperti yang diperkirakan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter terkait, imbuh Zheng Ren Lin. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular