“Saya harap kita memiliki persiapan mental, karena belakangan ini banyak terjadi hal-hal ganjil di luar tata surya,” kata Michele Bannister, astronom dari Queens University, Kingston, Kanada.

Baru-baru ini, Michele menemukan sebuah benda langit yang bergerak berlawanan arah bernama TransNeptunian object – TNO (Objek Trans-Neptunian) di luar tata surya. Diameter objek ini diduga kurang dari 200 kilometer, dan 160.000 lebih redup dari Neptunus. Sementara permukaannya diperkirakan sangat dingin. Saat ini objek misterius ini mengorbit matahari secara berlawanan arah dengan benda angkasa lainnya, hal ini membuat astrnom takjub sekaligus bingung.

The transNeptunian object – TNO atau Objek Trans-Neptunian memiliki jalur orbit yang miring 110° terhadap bidang Tata Surya, serta mengorbit Matahari secara terbalik atau mundur. Tim astronom yang menemukan TNO ini kemudian menamakan objek unik ini dengan sebutan “Niku” yang berarti “pemberontak” dalam bahasa Mandarin.

Nama Niku ini diberikan mengikuti sifat orbitalnya yang terbilang aneh. Sistem planet didefinisikan oleh bidang datar berdebu dan dikelilingi gas.

“Selain itu, sistem planet juga dilengkapi dengan kepesatan sudut yang memaksa semua objek di dalamnya berputar dengan arah yang sama,” kata Michele.

“Itu menunjukkan bahwa ada banyak hal di bagian luar Tata Surya yang belum sepenuhnya kita pahami,” kata Matthew Holman dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics.  Niku ditemukan dengan Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System 1 (Pan-STARRS 1) di Haleakala, Maui, Hawaii.

Maih banyak hal-hal ganjil di luar tata surya yang tidak kita ketahui. (Internet)
Maih banyak hal-hal ganjil di luar tata surya yang tidak kita ketahui. (Internet)

Setiap kali para astronom menemukan sesuatu yang belum diketahui, pasti akan sangat bersemangat.

“Anda akan merasa sangat gembira ketika berada di luar tata surya dan menemukan beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan, dan pasti punya arti tersendiri baginya karena temuan baru ini,” kata Konstantin Batygin, asisten guru besar di Planetary Science di California Institute of Technology, AS.

Batygin, salah satu astronom yang mencetuskan keberadaan planet ke-9 sempat menuturkan beberapa waktu lalu, bahwa yang dimaksud dengan planet ke-9 ini mengacu pada sebuah planet yang massanya 10 kali lebih besar dari bumi. Sementara itu, Dr Matthew J. Holman, seorang profesor di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics dan salah satu peneliti dalam tim astronom ini mengatakan, “Gravitasi Planet Kesembilan nampaknya mempengaruhi benda-benda lain di dekatnya. Hal ini dapat menjadi bukti pendukung keberadaan planet hipotesis tersebut.

Salah satu kemungkinan yang dapat menjelaskan mengapa gerak orbit Niku ini berbeda mungkin dipengaruhi oleh Planet Kesembilan. Planet tersebut sejauh ini masih hipotetis, yang diyakini ada di tepi luar Tata Surya kita. Tim mereka juga mencoba menelusuri apakah ada bintang cebol semacam Pluto yang belum ditemukan di sekitarnya, yang mungkin bisa memberikan penjelasan yang masuk akal.

“Tapi tidak ada dan kami juga tidak tahu apa sebabnya,” kata Holman.

Sementara itu Bannister merasa sangat gembira.

“Hal-hal yang membingungkan ini sungguh sangat luar biasa. Saya tidak sabar menanti apa yang akan dilakukan analis teoritis, setelah meneliti objek ini,” kata Michele. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular