Didirikan pada tahun 2005, Youtube yang merupakan perusahaan di bawah naungan Google ini adalah situs berbagi video terbesar di dunia saat ini, film yang diupload ke situs ini per menit mencapai 400 jam, atau setara dengan 184 judul film. Lantas bagaimana para insinyur Google mengolah data audio video yang sedemikian besar ini dan membuatnya beroperasi secara normal ?

Saluran Nat and Lo dari situs YouTube baru-baru ini membuat sebuah film yang menjelaskan tentang tata cara pengoperasian Youtube, film ini dibagi dalam dua episode. Dalam film ini dua pembawa acara mewawacarai sejumlah insinyur Google, dan menggali rahasia tentang cara mereka mengolah film yang diupload dan membuat film itu berjalan normal.

Pertama, di bagian video yang diupload, YouTube akan mengubah dulu resolusi, format dan kategori film yang diupload pengguna itu ke bentuk atau format film yang bisa diputar, agar pengguna di seluruh dunia dapat menikmati film melalui berbagai perangkat video player.

video-yutube-diskTerkadang file film yang diupload pengguna YouTube mungkin terlalu besar, sehingga tidak dapat diputar, dan karena dapat menyebabkan buffering terlalu lama, ponsel terlalu panas, atau bahkan jaringan menjadi lumpuh, sehingga Youtube akan melakukan proses pengolahan film dengan mengecilkan file film tersebut.

Sistem akan memotong film menjadi beberapa bagian, masing-masing sekitar 5 detik, kemudian masing-masing bagian itu dikirim ke mesin yang berbeda untuk diolah menjadi versi terkompresi. Proses ini terus diulang, sampai semua bagian yang terkompresi itu disatukan kembali, menjadi versi film yang bisa dijalankan. Adapun mengenai resolusinya, sistem mungkin akan menampilkan 25 versi film yang berbeda, untuk menyesuaikan kebutuhan berbagai jenis perangkat pemutaran. (video player).

Insinyur Google mengatakan, bahwa meskipun ukuran file video telah menyusut ratusan kali, indera penglihatan manusia tidak akan merasakan adanya pengurangan kualitas gambar. Selain itu, setelah pengguna meng-upload filmnya, YouTube akan mencari pilihan thumbnail yang sesuai dengan filmnya, dan mengidentifikasi audio film, untuk menghasillan teks secara otomatis.

Faktor lain yang mempengaruhi kecepatan pemutar video berasal dari fisik file film terkait. Ketika pengguna ingin menonton film, Youtube akan mengambil film dari penyedia layanan internet yang bermitra dengan situs terkait, dan film tersebut biasanya disimpan sementara di harddisk ISP.  Jika di ISP tidak ada film ini, sistem akan bertanya pada server di hulu apakah ada film seperti yang diminta, jika tidak ada, maka sistem akan mengambil video tersebut dari pusat data Google untuk ditonton pengguna.

Untuk film-film populer, biasanya tersimpan sementara pada harddisk di ISP, yang tersedia bagi pengguna untuk bisa langsung menontonnya dan mengurangi waktu tunggu. (Jhon/asr)

Share

Video Popular