Stasiun radio Filipina DZMM pada 28 Agustus melaporkan bahwa Maute, kelompok yang sering melakukan teror di Filipina selatan, Rabu lalu berhasil menyerang sebuah penjara untuk menyelamatkan 8 orang rekan mereka. Insiden menyebabkan 20 orang tahanan lainnya ikut melarikan diri.

Central News Agency mengutip laporan DZMM memberitakan, menurut kepala polisi Filipina Ronald dela Rosa bahwa sekitar 20 orang dari kelompok Maute yang membawa berbagai senjata laras pendek, panjang termasuk 4 peluncur roket dengan menumpang 8 unit mobil van/pick-up pergi ke penjara Marawi.

Marawi merupakan kota besar yang terletak di Pulau Mindannao, daerah otonomi yang lebih dari 90 %  warganya adalah beragama Islam. Bahasa Arab menjadi salah satu bahasa resmi setempat.

Laporan mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan, para penjaga penjara dalam waktu relatif singkat sudah dikuasai oleh anggota kelompok teroris. 8 orang dari kelompok sama yang telah tertangkap petugas sebelumnya berhasil ‘dibawa lari’ mereka. Sementara itu, 20 orang tahanan lainnya dalam penjara itu menggunakan kesempatan untuk melarikan diri.

Militer dan polisi telah mendirikan pos pemeriksaan di tempat-tempat strategis untuk menjaring kembali mereka yang melarikan diri.

Kelompok Maute adalah organisasi teroris baru yang dibentuk oleh sekelompok orang bekas anggota MILF (Front Pembebasan Islam Moro) bersama teroris asing, mulai aktif pada tahun 2013. Kelompok ini diyakini memiliki strategi perjuangan yang sama dengan IS (Islamic State), dan pada saat ini sudah  memiliki sekitar 100 orang pejuang.

Militer Filipina pada pekan lalu baru menangkap 6 orang anggota kelompok Maute di daerah pinggiran yang berjarak sekitar 40 km dari sebuah kota kecil. 3 orang wanita dari kelompok mereka tersebut ‘dibawa lari’ dalam  penyerangan kemarin. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular