Jumlah wanita yang hidup sampai usia 90 tahun di Amerika Serikat telah meningkat secara signifikan di abad yang lalu. Saat ini diperkirakan terdapat 1,3 juta wanita yang hidup sampai usia 90 tahun ,demografi ini diharapkan menjadi empat kali lipat pada tahun 2050. Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh peneliti di University of California San Diego School of Medicine menunjukkan bahwa wanita yang terlambat memulai menstruasi dan menopause cenderung meningkat kesempatan hidupnya sampai usia 90 tahun.

Penelitian tersebut, yang dipublikasikan secara online 27 Juli 2016 lalu di Menopause, adalah penelitian yang pertama kali dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara faktor reproduksi dengan kelangsungan hidup sampai usia lanjut yang spesifik, yaitu 90 tahun.

“Berumur panjang adalah tujuan kesehatan masyarakat secara menyeluruh yang disertai dengan pertanyaan ‘bagaimana supaya panjang umur?’ Penelitian kami menunjukkan bahwa wanita yang mulai menstruasi pada usia 12 tahun atau lebih tua, akan mengalami menopause, baik secara alami atau melalui pembedahan, pada usia 50 tahun atau lebih tua, dan usia reproduksi lebih dari 40 tahun telah meningkatkan kemungkinan hidup sampai usia 90 tahun, “kata Aladdin Shadyab, PhD, penulis utama penelitian pada Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat di UC San Diego School of Medicine.

Dari sekitar 16.000 wanita peserta penelitian dengan ras dan etnis yang beragam, 55 persen hidup sampai usia 90 tahun. Para peserta berasal dari Women’s Health Initiative (WHI), investigasi skala nasional terhadap wanita menopause yang diteliti selama 21 tahun.

“Tim kami menemukan bahwa wanita yang terlambat memulai menstruasi cenderung jarang mengalami masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung koroner, dan wanita yang terlambat mengalami menopause cenderung memiliki kesehatan yang sangat baik secara keseluruhan, yang merupakan penjelasan untuk temuan kami, “kata Shadyab.

Wanita yang terlambat memulai menstruasi dan menopause cenderung jarang menjadi seorang perokok atau memiliki riwayat diabetes.

“Faktor-faktor, seperti merokok, dapat merusak sistem kardiovaskular dan ovarium, yang dapat mengakibatkan menopause dini. Wanita yang terlambat mengalami menopause dan memiliki usia reproduksi yang lebih lama cenderung mengalami penurunan risiko penyakit kardiovaskular, ” kata Shadyab.

Shadyab, yang neneknya hidup sampai usia 102 tahu, telah memicu semangatnya untuk mempelajari masalah penuaan, mengatakan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji faktor gaya hidup, genetika dan lingkungan untuk menjelaskan hubungan antara usia reproduksi dan umur panjang.

“Penelitian ini hanyalah awal untuk meneliti faktor-faktor apakah yang dapat memprediksi kemungkinan seorang wanita untuk hidup sampai usia lanjut,” kata Shadyab. “Terinspirasi pada nenek, saya senang akan hasil penelitian ini dan akan terus berkontribusi pada ilmu mengenai panjang umur.”(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular