Ada hubungan antara carpal tunnel syndrome dan nyeri kepala akibat migrain. Carpal tunnel syndrome adalah penyakit di pergelangan tangan karena saraf medianus tertekan dan menimbulkan gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar).

Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita carpal tunnel syndrome dua kali lebih cenderung menderita nyeri kepala akibat migrain dibandingkan bukan penderita carpal tunnel syndrome. Selain itu, penderita nyeri kepala akibat migrain memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita carpal tunnel syndrome. Temuan ini adalah bukti untuk mendukung ide bahwa operasi untuk menghilangkann penekanan pada saraf mungkin merupakan cara yang efektif untuk mengobati nyeri kepala akibat migrain.

Untuk penelitian ini, peneliti menganalisis data dari 26.000 orang Amerika yang menanggapi survei kesehatan nasional. Bagian dari pertanyaan yang diajukan adalah apakah ia menderita carpal tunnel syndrome selama satu tahun terakhir dan apakah ia mengalami nyeri kepala akibat migrain selama waktu itu.

Berdasarkan definisi, 3,7 persen responden menderita carpal tunnel syndrome dan 16,3 persen responden menderita nyeri kepala akibat migrain. Setelah peneliti menganalisis lebih lanjut, mereka menemukan bahwa penderita nyeri kepala akibat migrain memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita carpal tunnel syndrome dan sebaliknya. Nyeri kepala akibat migrain ditemukan pada 34 persen penderita carpal tunnel syndrome dibandingkan dengan 16 persen penderita yang tidak menderita carpal tunnel syndrome.

Baik nyeri kepala akibat migrain dan carpal tunnel syndrome mempunyai faktor risiko yang sama, yaitu wanita, gemuk, menderita diabetes, berusia lanjut dan merokok. Yang penting untuk dicatat adalah bahwa orang Asia memiliki risiko terendah untuk menderita nyeri kepala akibat migraine dan carpal tunnel syndrome, sedangkan orang Hispanik memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita carpal tunnel syndrome.

Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi manfaat penyembuhan melalui tindakan menghilangkann penekanan pada saraf sebagai sarana untuk meredakan nyeri kepala akibat migrain tetapi ide tersebut adalah sangat kontroversial. Temuan baru ini membantu mendukung ide tersebut dengan mengungkapkan hubungan antara carpal tunnel syndrome dan nyeri kepala akibat migrain.
Nyeri kepala akibat migraine lebih sering terjadi pada orang yang berusia lebih muda, namun dapat menyerang siapa saja. Carpal tunnel syndrome biasanya lebih sering terjadi pada orang yang berusia lebih tua. Penelitian lebih lanjut akan meneliti apakah nyeri kepala akibat migrain adalah indikator awal akan terjadi carpal tunnel syndrome nantinya.

Apa yang dapat meningkatkan risiko carpal tunnel syndrome?

Carpal tunnel syndrome adalah suatu kondisi di mana saraf medianus, yaitu saraf yang membantu kita merasa suhu, nyeri dan sentuhan mengalami penekanan atau terjadi peradangan pada ligamen di sekitar saraf medianus sehingga menekan saraf medianus. Hal ini dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan dan nyeri di daerah pergelangan tangan.

Ada faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita carpal tunnel syndrome yaitu:

  • Wanita. Wanita lebih sering menderita daripada pria
  • Obesitas
  • Menopause
  • Gagal ginjal
  • Penyakit yang menyebabkan kerusakan saraf seperti diabetes
  • Cedera pada pergelangan tangan seperti patah tulang
  • Terlalu sering menggunakan keyboard atau mouse

Faktor risiko dan penyebab migrain

Nyeri kepala akibat migrain dapat meningkatkan sensitivitas terhadap suara dan cahaya. Faktor risiko untuk nyeri kepala akibat migrain antara lain:

  • Sejarah keluarga
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Perubahan hormonal

Meskipun masih banyak yang harus dipelajari menyebabkan mirgarin. Hormon, gen dan faktor lingkungan semua dapat menyebabkan migrain.

Pemicu migrain yang umum meliputi:

  • Perubahan hormonal
  • Makanan tertentu seperti keju atau makanan olahan
  • Zat yang ditambahkan dalam makanan, seperti aspartam
  • Minuman seperti anggur dan kopi
  • Stres
  • Rangsangan sensorik seperti lampu yang terang
  • Perubahan pola bangun-tidur
  • Faktor fisik seperti aktivitas fisik yang terus menerus
  • Perubahan lingkungan
  • Obat tertentu

Gejala migrain dan carpal tunnel syndrome

Gejala utama migrain adalah nyeri kepala yang terus-menerus dirasakan di bagian depan kepala. Nyeri kepala dirasakan seperti berdenyut yang diperburuk dengan adanya gerakan. Kadang nyeri dirasakan pada sisi kepala dan bahkan wajah dan leher.

Gejala lain yang menyertai migrain adalah mual, muntah, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Gejala carpal tunnel syndrome meliputi:

  • Mati rasa pada jari-jari tangan
  • Kesemutan pada jari-jari tangan
  • Kelemahan di tangan
  • Rasa seperti terbakar
  • Tangan terasa seperti bengkak walau tidak tampak bengkak

Gejala carpal tunnel syndrome dapat timbul sendirian atau bersamaan dengan gejala lainnya. Gejala memburuk saat tidur pada malam hari , saat menekuk pergelangan tangan yang disertai nyeri.

Mendiagnosa dan mengobati carpal tunnel syndrome dan migrain

Selain mendengarkan keluhan Anda, dokter akan melakukan uji berikut :

  • Uji tinel – menekan saraf medianus untuk melihat apakah penderita mengalami mati rasa atau kesemutan di jari-jari tangan
  • Uji phalen – menekan tangan satu sama lain dan menekuk pergelangan tangan untuk melihat apakah penderita mengalami mati rasa atau kesemutan
  • Memeriksa konduksi saraf – Elektroda ditaruh pada pergelangan tangan dan diukur berapa lama waktu yang dibutuhkan saraf untuk mengirim impuls
  • Elektromiografi – Jarum halus ditusukkan ke saraf dan diukur kerusakan saraf yang terjadi
  • Pemeriksaan darah
  • Imaging scans – X-ray atau ultrasound

Pengobatan carpal tunnel syndrome:

  • Istirahatkan tangan atau pergelangan tangan
  • Menggunakan kompres dingin
  • Mengontrol pemicu seperti penggunaan komputer
  • Memakai balutan pergelangan tangan, khususnya pada malam hari untuk menjaga supaya
    pergelangan tangan tidak bergerak
  • Suntikan kortikosteroid
  • Obat anti peradangan non-steroid
  • Operasi

Dalam rangka menegakkan diagnosis migrain, ada beberapa pertanyaan umum yang perlu diingat.

  • Kapan timbul nyeri kepala?
  • Di mana lokasi nyeri kepala?
  • Bagaimana nyeri kepala yang dirasakan?
  • Berapa lama nyeri kepala berlangsung?
  • Apakah ada perubahan perilaku atau kepribadian?
  • Apakah ada posisi tubuh yang menyebabkan perubahan pada nyeri kepala?
  • Apakah sulit tidur?
  • Apakah ada riwayat stres?
  • Apakah sedang mengalami stres berat?
  • Apakah ada riwayat trauma kepala?

Selain itu dokter akan melakukan uji berikut:

  • Pemeriksaan darah
  • X-ray sinus
  • Uji pencitraan seperti MRI, CT atau CAT scan
  • Spinal tap, yaitu pengambilan sejumlah kecil cairan yang menggenangi otak dan sumsum tulang belakang untuk pemeriksaan mikroskopis sel kanker

Pengobatan migrain meliputi:

  • Obat
  • Mengurangi stress
  • Evaluasi pola makan
  • Olahraga rutin
  • Kompres dingin pada kulit
  • Memijat kepala
  • Pelatihan biofeedback, yaitu pengobatan alternatif yang mengukur fungsi tubuh, seperti suhu kulit, aktivitas kelenjar keringat, tekanan darah, denyut jantung, dan ketegangan .
  • Menghindari pemicu, seperti stres, lampu yang terang, dan lainnya. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular