Oleh CNA

Polisi Brazil menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang melakukan pembakaran di jalan-jalan dalam kota Sao Paulo pada Senin (29/8/2016) malam. Mereka ini adalah pendukung Presiden Dilma Rousseff berunjuk rasa untuk menentang pendakwaan bagi presiden wanita itu.

Agence-France Presse memberitakan, pihak keamanan Brazil menurunkan sejumlah kendaraan dan polisi anti huru hara untuk membubarkan ribuan demonstran di Paulita Avenue, Sao Paulo. Mereka melakukan pembakaran apasaja yang dijumpai seperti ban bekas, tong sampah di tengah jalan hingga menghalangi lalu lintas.

Dilma Rousseff sedang berada dalam gedung senat di ibukota Brasilia untuk membela diri. Senator berencana untuk mengeluarkan keputusan paling lambat pada 31 Agustus 2016, apakah presiden wanita tersebut akan didakwa atau tidak.

Di sekitar gedung senat itu juga berkumpul sekitar 2.000 orang pendukung Dilma, mereka meneriakkan slogan minta Temer (Wapres Brazil) mundur, Dilama kembali!

Ratusan orang pendukung di kota Rio de Janeiro juga berunjuk rasa di jalan, namun tidak menimbulkan bentrokan.

Di sudut lain dari gedung senat juga terlihat ada sekelompok kecil sekitar 10 orang yang mendukung pendakwaan bagi Dilma. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi segera memisahkan mereka dengan para demonstran yang menentang pendakwaan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular