JAKARTA – Hingga saat ini sejumlah daerah di Indonesia yang terbakar berdasarkan pantauan satelit MODIS pada 30 Agustus 2016 terdapat 165 hotspot, di mana 124 hotpot dengan tingkat kepercayaan Sedang (30-70 persen), dan 41 hotspot dengan tingkat kepercayaan Tinggi (lebih dari 70 persen).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hotspot mulai meningkat kembali di Kalimantan Barat yaitu terdapat 43 titik dan Kalimantan Tengah ada 12 titik. Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat maka BNPB dan BPPT mengoperasikan hujan buatan terhitung pada Selasa (30/8/2016).

Selain itu BNPB telah menempatkan 2 helikopter water bombing di Kalimantan Barat dan 2 helikopter water bombing di Kalimantan Tengah. BNPB dan BPPT telah mengoperasikan hujan buatan di Sumatera Selatan dan Riau.

Di Sumatera Selatan hujan buatan telah menaburkan garam ke dalam awan-awan potensial sebanyak 69,9 ton sejak 13 Juni 2016 hingga sekarang. Sedangkan di Riau menaburkan 40 ton garam sejak 15 Juli 2016 hingga sekarang. Tersedianya awan-awan potensial di atmosfer menyebabkan hujan buatan efektif menjatuhkan hujan sehingga memadamkan api dan membasahi permukaan yang menyebabkan hutan dan lahan sulit terbakar.

Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di 6 provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan Kalsel terus berlangsung saat ini. Ada 5 strategi yang dilakukan yaitu operasi darat, operasi udara, operasi penegakan hukum, operasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak, dan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok masyarakat dan desa tangguh bencana. (asr)

Share

Video Popular