Seberkas kilatan petir menyambar di sebuah dataran tinggi yang tandus di Norwegia, namun, tak disangka sekitar 323 ekor rusa yang sedang menghindari badai angin di padang rumput itu tewas di tempat terkena sambaran petir, di antaranya termasuk 70 ekor anak rusa.

Hewan-hewan naas itu tergeletak meregang nyawa, dan bangkai mereka tampak dimana-mana di atas padang rumput. Peristiwa tragis yang langka ini terjadi pada Jumat (26/8/2016) lalu di Hardangervidda Plateau, sebuah dataran tinggi dan terbesar di seluruh Eropa, yang terletak di Selatan Norwegia, Eropa Utara.

Oleh otoritas setempat, sambaran petir kali ini dinyatakan sebagai peristiwa terburuk yang pernah terjadi selama ini. Menurut petugas taman nasional setempat, sekitar 323 ekor bangkai rusa itu bergelimpangan dalam radius 15 meter, awalnya ada lima ekor rusa yang masih hidup, namun, akhirnya dimusnahkan secara manusiawi karena luka-luka yang terlalu parah.

Jumat pekan lalu, daerah tersebut diterjang badai yang kuat, dan rusa-rusa yang suka berkelompok itu diyakini sedang berkumpul bersama untuk menghindari cuaca buruk, dari tempat kejadian tampak terlihat bangkai-bangkai rusa itu nyaris berdekatan satu sama lain. Taman nasional ini memiliki populasi rusa liar yang terbesar di seluruh Eropa, setidaknya terdapat sepuluh ribu rusa hidup bebas di dalam taman ini.

 Sambaran petir yang terjadi kali ini dinyatakan sebagai peristiwa terburuk yang pernah terjadi selama ini. (Internet)

Sambaran petir yang terjadi kali ini dinyatakan sebagai peristiwa terburuk yang pernah terjadi selama ini. (Internet)

Kejadian ini benar-benar langka, dan dengan korban jiwa yang sedemikian besar ini juga belum pernah dalam sejarah.

Sementara itu, otoritas setempat juga belum memutuskan bagaimana menangani bangkai-bangkai rusa yang naas itu.

“Dalam waktu dekat, bangkai-bangkai rusa itu akan dikembalikan ke alam melalui proses alami atau mengambil kebijakan lain,” kata seorang staf di Norwegian Environment Agency.  (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular