Peneliti mengatakan bahwa anak yang dilahirkan oleh ibu penderita diabetes serta obesitas empat kali lebih berisiko menderita autis dibandingkan dengan anak yang dilahirkan oleh ibu yang sehat dengan berat badan normal.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, menyoroti apa teori yang mendasari autism, yang cenderung terjadi sebelum seorang anak dilahirkan.

“Telah lama kami ketahui bahwa obesitas dan diabetes tidak baik untuk kesehatan ibu hamil,” kata Xiaobin Wang, pemimpin penelitian dan profesor ilmu kesehatan anak di Johns Hopkins University’s Bloomberg School of Public Health. ” Sekarang kami ingin membuktikan bahwa obesitas dan diabetes juga memengaruhi perkembangan sistem saraf jangka panjang pada bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita obesitas serta diabetes.”

Autisme adalah kondisi perkembangan sistem saraf yang ditandai dengan beberapa defisit fungsi sosial, gangguan komunikasi verbal dan non verbal, dan perilaku yang monoton. Sejak tahun 1960-an, kejadian autisme melonjak tajam, di mana satu dari 68 anak di Amerika Serikat menderita autis sekarang ini menurut data Centers for Disease Control and Prevention. Obesitas dan diabetes sudah mencapai tingkat epidemik pada wanita usia produktif.

Peneliti menganalisa 2.735 pasang ibu dan anak dengan meneliti data berat badan ibu sebelum kehamilan dan apakah ibu menderita diabetes sebelum kehamilan atau menderita diabetes selama kehamilan. Peneliti meneliti anak-anak tersebut dari sejak lahir hingga masa kanak-kanak, dan menemukan 102 anak menderita autis.

Peneliti menemukan anak yang dilahirkan oleh ibu penderita diabetes serta obesitas empat kali lebih berisiko menderita autis dibandingkan dengan anak yang lahir dari ibu dengan berat badan normal dan tidak menderita diabetes.

“Penelitian kami menyoroti risiko terjadinyan autis telah dimulai dari dalam rahim, “ kata M. Daniele Fallin, seorang direktur Johns Hopkins’ Wendy Klag Center for Autism and Developmental Disabilities. “Sangat penting bagi kami untuk menemukan gambaran kombinasi obesitas dengan diabetes yang mempengaruhi kesehatan janin.”

Belum diketahui mengapa obesitas dan diabetes menyebabkan autisme. Secara umum obesitas dan diabetes menyebabkan stres pada tubuh manusia, demikian kata peneliti. Penelitian sebelumnya menemukan ibu hamil yang menderita obesitas berhubungan dengan peradangan pada otak janin yang sedang tumbuh kembang. Penelitian lain menemukan bahwa ibu hamil yang menderita obesitas mempunyai kadar folat yang kurang. Folat adalah vitamin B yang penting untuk tumbuh kembang dan kesehatan manusia.

Peneliti mengatakan bahwa wanita yang ingin mempunyai anak harus memperhatikan kesehatannya serta status obesitas dan diabetesnya, karena akan mempengaruhi pertumbuhan anaknya. Penatalaksanaan diabetes dan berat badan yang menjadi lebih baik akan memberikan dampak jangka panjang untuk ibu dan anak.

“Untuk mencegah terjadinya autisme, kami perlu mempertimbangkan kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan,” kata M. Daniele Fallin.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular