Oleh: Ye Zi Wei

Astronom Rusia mendeteksi sinyal radio yang tidak biasa dari bintang yang berjarak 95 tahun cahaya, bisa jadi ini menandakan adanya peradaban di luar bumi, sehingga menarik perhatian serius dari komunitas astronomi.

Para astronom dari search for extraterrestrial intelligence (SETI) kini sedang membicarakan terkait sinyal misterius yang terdeteksi dari luar angkasa ini, dan tidak tertutup kemungkinan ini merupaka tanda makhluk dari luar bumi sedang mencoba melakukan kontak dengan bumi, demikian dilansir dari Russia Today, Selasa (30/8/2016).

Sinyal tersebut disinyalir berasal dari bintang HD164595 di konstelasi Hercules yang jaraknya 95 tahun cahaya dari Bumi. Massa dari bintang tersebut hampir setara dengan massa matahari, dan usianya diperkirakan sekitar 6.3 miliar tahun, 1,6 miliar tahun lebih tua dari matahari (usia matahari sekitar  4,7 miliar tahun). Sejauh ini telah diketahui bintang tersebut memiliki satu planet HD164595 b, memiliki massa sekitar 0,05 kali dari massa Jupiter, dengan periode orbit 40 hari.

Namun yang membingungkan para astronom SETI, sinyal yang terdeteksi berupa gelombang radio frekuensi super tinggi, dengan panjang gelombang 2,7 cm di frekuensi 11 GHz. Menurut jurnal “Astronomy”, bahwa pengamatan astronomi sebelumnya belum pernah melihat gelombang radio seperti ini, sehingga ada yang menduga sinyal itu kemungkinan berasal dari kehidupan cerdas lainnya.

Ilustrasi planet yang mengandung kehidupan cerdas lain dan pendaratan astronot di planet.  (“Russia Today” Video screenshot)
Ilustrasi planet yang mengandung kehidupan cerdas lain dan pendaratan astronot di planet. (“Russia Today” Video screenshot)

Yang membuat para astronom sangat antusias adalah, gelombang radio yang unik ini menyiratkan adanya peradaban luar bumi, bisa jadi makhluk cerdas di HD164595 itu sedang mencoba melakukan kontak dengan Bumi.

Sebenarnya, sinyal dalam jangkauan Skala kardashev yang tidak lazim ini telah terdeteksi pada 15 Mei 2015 lalu astronom Rusia menggunakan teleskop radio RATAN-600 yang terletak di Zelenchukskaya, Rusia. Teleskop radio ini dioperasikan Russian Academy of Science, tapi dirahasiakan dari masyarakat internasional. Skala Kardashev dikembangkan oleh astronom Uni Soviet Nikolai Kardashev pada tahun 1964.

Skala ini adalah metode yang digunakan untuk menentukan kemajuan perkembangan teknologi peradaban luar bumi. Dalam skala Kardashev, terdapat tiga pengelompokan, yaitu Tipe I, II, dan III. Pengelompokan ini didasarkan pada penggunaan energi suatu peradaban. Peradaban Tipe I telah mampu menguasai energi planetnya, Tipe II tata suryanya, dan Tipe III galaksinya.

Paul Gilster, astronom asal Italia ini menuturkan, bahwa berdasarkan intensitas sinyal tersebut, para peneliti memperkirakan kemungkinan ia (sinyal) berasal dari peradaban luar bumi dari Skala Kardashev Tipe I atau Tipe II, tetapi tidak dapat dipastikan. “Kita tidak bisa menyebutnya itu adalah peradaban luar bumi, kita hanya bisa mengatakan sinyal itu sangat menarik perhatian, dan layak ditelusuri lebih lanjut, pungkasnya menambahkan.

Seth Shostak, astronom senior di SETI, seperti dilansir dari laman Russia Today mengatakan, “Sinyal ini mungkin ada, tapi saya ragu itu berasal dari makhluk ekstra teresterial.”

Ilmuwan Rusia menunda terlalu lama dan baru melaporkan adanya sinyal yang terdeteksi ini, sehingga makin mempersulit untuk dikonfirmasi lebih lanjut. Sementara itu, SETI akan menggunakan Allen Telescope Array https://www.youtube.com/watch?v=52OUdhaRVbI&feature=youtu.be untuk observasi dan analisis lebih lanjut, kata Shostak.

Menurut laporan, bahwa sinyal tersebut bisa jadi berasal dari gangguan gelombang radio di permukaan bumi, atau kesalahan pengukuran teleskop atau faktor lainnya. Tapi, apapun itu, hingga kini search for extraterrestrial intelligence-SETI dan Messaging Extraterrestrial Intelligence-METI masih terus melanjutkan penelitian mendalam terhadap peningkatan sinyal tersebut. Dan hasilnya akan didiskusikan pada International Astronautical Congress ke-67 yang berlangsung pada 27 September 2016 di Guadalajara, Mexico.

Menurut para ahli, sekarang masih terlalu dini untuk mengetahui makna dan sumber dari sinyal tersebut. (Epochtimes/joni/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=52OUdhaRVbI&feature=youtu.be

Share

Video Popular