Telah diketahui adanya hubungan antara migrain dengan estrogen, tetapi belum dipahami dengan benar. Sekarang ini peneliti sudah hampir memahami hubungan antara migrain dengan kadar estrogen.

Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang menderita nyeri kepala dan migrain mengalami penurunan estrogen yang tajam sebelum menstruasi, dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami nyeri kepala.

Penulis penelitian Dr. Jelena Pavlovic, mengatakan,”Ada hubungan antara penurunan kadar estrogen yang mendadak dengan migrain yang terkait dengan menstruasi. Semakin cepat penurunan estrogen akan menyebabkan wanita menjadi rentan terhadap pemicu serangan migrain yang sering timbul seperti stres, kurang tidur, makanan, dan arak.”

Peneliti memeriksa sampel air seni dari 114 wanita yang menderita migrain untuk dibandingkan dengan air seni dari 233 wanita yang tidak menderita migrain. Peneliti menemukan bahwa terjadi penurunan kadar estrogen sebanyak 40% pada wanita yang menderita migrain sebelum menstruasi, dibandingkan dengan penurunan kadar estrogen sebanyak 30% pada wanita yang tidak menderita migrain.

Dr. Jelena Pavlovic menambahkan,”Penelitian berikutnya akan memusatkan perhatian pada hubungan antara nyeri kepala dengan perubahan hormon setiap hari dan kemungkinan adanya penyebab dari hasil yang diperoleh.”

Migrain lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Sekitar 12 persen orang Amerika Serikat menderita migrain.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular