Pubertas adalah ritus perjalanan yang kita semua sudah pernah lalui, tetapi anak-anak zaman sekarang mengalami pubertas lebih awal, suatu tren yang mengkhawatirkan untuk ahli kesehatan maupun orang tua.

Pubertas prekoks, keadaan di mana penampilan karakteristik seks sekunder seperti tumbuhnya rambut kemaluan atau pertumbuhan payudara terjadi pada anak perempuan di bawah usia 8 tahun, atau timbulnya menarche (menstruasi yang pertama kali) sebelum usia 9 tahun, terjadi minimal 1 dari 5.000 anak-anak perempuan di Amerika Serikat, dan terus meningkat.

Dalam tiga dekade terakhir, anak-anak (terutama anak perempuan) matang pada usia yang sangat muda (pubertas prekoks adalah 10 kali lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki).

Pubertas, dahulu normal pada usia 15 tahun, zaman sekarang terjadi pada usia 7 , 8 dan 9 tahun

Pada abad ke-19 menstruasi terjadi sekitar usia 15 tahun. Zaman sekarang usia rata-rata terjadinya menstruasi pertama kali (menarche) adalah sekitar 12 Tahun. Waktu selama pubertas dan sebelum pubertas merupakan salah satu perkembangan dan perubahan yang cepat. Sebelum mengalami menstruasi, anak perempuan akan mulai menunjukkan tanda-tanda, seperti “tunas” payudara dan tumbuhnya rambut kemaluan.

Tanda-tanda pubertas sekarang umum terjadi pada anak perempuan yang berusia 7 tahun, 8 tahun dan 9 tahun. …tetapi apakah benar-benar “normal” jika anak perempuan menjadi matang di usia muda?

Satu penelitian dalam jurnal Pediatrics mengungkapkan bahwa pada usia 7 tahun, 10 persen anak perempuan kulit putih, 23 persen anak perempuan kulit hitam, 15 persen anak perempuan Hispanik dan 2 persen anak perempuan Asia telah mulai tumbuh payudaranya, dengan catat:

“Proporsi anak perempuan yang telah tumbuh payudaranya pada usia 7 tahun dan 8 tahun, khususnya di kalangan anak perempuan kulit putih, lebih besar dari yang dilaporkan dari penelitian pada anak perempuan yang lahir 10 tahun sampai 30 tahun sebelumnya”.

Pubertas dini dapat menyebabkan masalah emosional dan perilaku, dan berkaitan dengan harga diri yang berkurang, depresi, gangguan makan, penyalahgunaan alkohol, hilangnya keperawanan lebih dini, memiliki lebih banyak pasangn seksual dan peningkatan risiko penyakit menular seksual. Ada juga bukti yang menunjukkan anak perempuan tersebut mengalami peningkatan risiko untuk menderita diabetes, penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya, serta kanker, di kemudian hari.

Para ilmuwan telah mencetuskan sejumlah penjelasan yang berpotensi untuk meningkatkan terjadinya pubertas dini, tetapi satu yang layak mendapat perhatian khusus adalah bahan kimia lingkungan, terutama bahan kimia mirip-estrogen yang “membelokkan gender” yang mudah larut dari produk yang mengandungnya, mencemari segala sesuatu yang bersentuhan dengannya, termasuk makanan dan minuman.

Bahan kimia yang mengganggu hormon ada di sekitar kita. Bisfenol A (BPA), suatu produk industri petrokimia yang bertindak sebagai estrogen sintetis, ditemukan dalam plastik dan kaleng, penambal gigi dan kertas bukti pembayaran yang diberikan oleh kasir. Tes laboratorium yang dilakukan oleh Environmental Working Group (EWG) mendeteksi adanya BPA bersamaan dengan lebih dari 230 bahan kimia lainnya dalam darah tali pusat dari 90 persen bayi baru lahir. Seperti ditulis di New York Times:

“Salah satu yang harus diperhatikan oleh orang tua maupun peneliti, adalah efek pemaparan terhadap senyawa mirip-estrogen secara terus-menerus, termasuk senyawa BPA, yang ditemukan di mana-mana”.

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi ketika janin dalam rahim atau anak kecil yang sedang tumbuh kembang (periode tumbuh kembang yang paling cepat dan paling rentan) terpapar ratusan bahan kimia, di mana banyak bahan kimia tersebut yang mirip hormon alami tubuh dan dapat memicu perubahan besar dalam tubuh janin dan anak kecil, bahkan tubuh orang dewasa.

BPA hanyalah salah satu contoh. Masih banyak contoh lain termasuk fthalates, kelompok bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik seperti polivinil klorida (PVC) yang lebih fleksibel dan tangguh. PVC adalah salah satu pengganggu endokrin yang paling meresap, ditemukan dalam banyak produk, dari olahan kemasan makanan, tirai kamar mandi, deterjen, mainan, produk kecantikan seperti cat kuku, hair spray, shampoo, deodoran, sampai wewangian.

Bahan kimia lingkungan lainnya seperti PCB dan DDE (produk pemecahan dari pestisida DDT) juga dapat dikaitkan dengan perkembangan seksual dini pada anak perempuan. DDE maupun PCB diketahui meniru atau mengganggu hormon seks.

Asam perfluorooktanoat (PFOA), yang ditemukan pada peralatan masak anti-lengket. Fluoride juga termasuk dalam kategori berbahaya yang ditambahkan ke sebagian besar pasokan air untuk umum di Amerika Serikat. Penelitian menunjukkan bahwa binatang yang diterapi dengan fluoride memiliki kadar melatonin yang lebih rendah dalam sirkulasi di dalam tubuh, yang tercermin dari menurunnya kadar metabolit melatonin dalam urin binatang tersebut. Penurunan kadar melatonin dalam sirkulasi di dalam tubuh disertai oleh terjadinya awal pubertas pada binatang betina yang diterapi dengan fluoride.

Bahan kimia juga meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker dan jantung

Jika suatu bahan kimia mampu memengaruhi laju perkembangan reproduksi, maka dapat dipastikan akan mampu memengaruhi proses pertumbuhan yang peka hormon, dan hal ini memang terjadi.

Misalnya, penelitian baru telah mendeteksi keberadaan ester paraben di 99 persen sampel jaringan kanker payudara. Paraben adalah bahan kimia dengan sifat mirip estrogen, dan estrogen adalah salah satu hormon yang tidak hanya terlibat dalam pubertas tetapi juga perkembangan kanker payudara.

Paraben banyak digunakan dalam produk rumah tangga seperti:

  • Deodoran
  • Lotion dan tabir surya
  • Shampoo dan conditioner
  • Perias wajah kosmetik
  • Gel cukur
  • Obat Farmasi
  • Pasta gigi
  • Aditif makanan

Penelitian terbaru juga telah mengkonfirmasi logam adalah senyawa mirip estrogen dan penyebab kanker. Berbagai logam telah dibuktikan bertindak sebagai “metalloestrogen” yang berpotensi menambah beban estrogen tubuh manusia, sehingga meningkatkan risiko kanker payudara dan juga pubertas lebih awal. Logam yang ditambahkan ke dalam ribuan produk, termasuk vaksin, telah diidentifikasi mampu mengikat reseptor estrogen seluler dan kemudian meniru tindakan estrogen fisiologis, yaitu: Aluminium, Tembaga, Antimony, Timah Hitam, Arsenit, Merkuri, Barium, Nikel, Cadmium, Selenite, Chromium, Tin, Cobalt, Vanadate

Data dari survei kesehatan yang berlangsung lama di Inggris, menunjukkan bahwa jika urin Anda mengandung kadar BPA yang tinggi, maka Anda cenderung berisiko menderita penyakit jantung. Kekhawatiran terbesar adalah janin dalam rahim yang terpapar dengan BPA yang dapat menyebabkan kesalahan kromosom pada janin yang sedang berkembang, menyebabkan keguguran spontan dan kerusakan genetik. BPA terbukti memengaruhi orang dewasa dan anak-anak. BPA menyebabkan penurunan kualitas sperma, pubertas dini, merangsang pertumbuhan payudara, mengganggu siklus reproduksi dan mengganggu fungsi ovarium, obesitas, kanker dan penyakit jantung, dan masih banyak masalah kesehatan lainnya.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular