Oleh Xia Yu

Pemerintah Korea Utara telah membentuk satu unit pasukan infantri yang saat ini sedang menerima pelatihan menggunakan senjata nuklir yang dibawa dalam ransel mereka. Jika terjadi perang, maka pasukan ini mungkin akan dikirim ke Korea Selatan untuk melakukan tugas peledakan.

Radio Free Asia menghimpun berita yang disampaikan berbagai media termasuk Daily Telegraph, mengutip ucapan sumber Korea Utara menyebutkan bahwa, para pasukan infanteri itu sudah digembleng untuk menjadi tentara yang mampu memanfaatkan ‘gudang nuklir’ (nuclear arsenal) yang dipercayakan kepada mereka pada saat perang terjadi.

Sumber asal Hamgyong, Korut yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, “Setiap anggota unit infanteri itu merupakan prajurit-prajurit pilihan dari peleton dan brigadir infanteri lainnya. Dibentuk hampir setara dengan ukuran batalion yang dipersiapkan sedemikian rupa untuk melaksanakan tugas peledakan senjata nuklir yang berada dalam ransel-ransel mereka.”

Peledakan akan melepaskan zat radioaktif, termasuk uranium fatal yang bisa membahayakan kehidupan.

Militer Korut juga sedang memperkuat propaganda militer untuk menanggapi latihan militer bersama antara Korea Selatan dengan AS. Saat ini, sekitar 50.000 orang pasukan Korsel dan 25.000 orang pasukan AS sedang terlibat dalam latihan perang yang diberi nama Ulchi Freedom Guardian Exercises.

Sumber tersebut mengatakan bahwa setiap prajurit beransel nuklir itu sudah diberitahukan pihak berwenang bahwa peledakan ransel mereka dari kejauhan pun mampu membuat kapal induk terbalik.

Menurut Yonhap bahwa pasukan infanteri beransel nuklir sepertinya sudah pernah muncul dalam parade militer Korut pada 2013. Oktober tahun lalu, pasukan serupa terlihat juga ikut parade militer menyambut 70 tahun berdirinya Partai Buruh Korut. Mereka membawa ransel bergambar hitam dan kuning simbol radiasi.

Pada saat itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan beranggapan bahwa ransel itu tidak berisikan bahan bom atom, cenderung ke ‘Bom Kotor’ yang bila diledakkan di daerah target akan menyebabkan wilayah yang cukup luas di sana mengalami kontaminasi oleh radioaktif yang sulit dieliminasi.

Hingga saat ini masih belum ada bukti yang menyatakan bahwa Korea Utara sudah mampu menguasai teknologi senjata nuklir miniatur.

Sejak 2006 Korea Utara untuk pertama kalinya berhasil melakukan uji coba peledakan nuklir. Dewan Keamanan PBB telah meluncurkan 5 sanksi kepada mereka. Pada Maret tahun ini, Dewan Keamanan kembali mengancam Korut dengan sanksi yang lebih keras atas serangkaian uji coba senjata nuklir dan peluncuran rudal balistik.

Yonhap dalam laporannya pada 30 Agustus 2016 menyebutkan bahwa para ahli AS sedang merekomendasikan melalui penyebaran 2 pelengkap sistem pertahanan nuklir di luar THAAD untuk mengkompensasi kekurangan pada jangkauan deteksi radar mereka yang ditempatkan di wilayah Korea Selatan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular