Oleh Wu Ying

Melalui perdebatan sengit yang berlangsung sampai larut malam. Senat Brazil pada Rabu (31/8/2016) memutuskan untuk membebaskan Presiden Brazil Dilma Rousseff dari dakwaan melakukan kejahatan ekonomi dengan suara setuju ia dibebaskan sebanyak 61 berbanding 20 suara yang menentang. Putusan tersebut juga mengakhiri gonjang-ganjing terkait pendakwaan terhadap Dilma yang sudah berlangsung selama 3 tahun terakhir ini.

Selain itu, Senat juga mengadakan pungutan suara untuk menentukan apakah Dilma disetujui untuk memegang jabatan publik dalam masa 8 tahun ke depan. Hasil pungutan menunjukkan bahwa 42 suara menyatakan Dilma boleh memegang jabatan publik, 36 suara menyatakan tidak boleh dan 3 suara abstain. Karena tidak memenuhi dua per tiga quorum maka isu tersebut sementara ditunda.

Setelah wanita berusia 75 tahun itu diberhentikan sementara dari jabatan presiden pada Mei lalu, Wakilnya Michel Temer mengambil alih tugas. Setelah Dilma dibebaskan dari tuntutan maka ia akan kembali menjabat presiden sampai masa jabatannya berakhir pada 31 Desember 2018.

Dilma Rousseff dituduh telah melakukan pelanggaran dalam perhitungan anggaran selama masa kampanye pemilu pada 2014. 17 April tahun ini, DPR Brazil melalui pemungutan suara lebih dari 2/3 menghendaki dilakukannya pendakwaan bagi Dilma. Dan kemudian disetujui oleh Senat pada 12 Mei. Dilma diberhentikan sementara dari jabatan presiden.

25 Agustus, Senat Brazil memasuki masa proses pendakwaan terhadap Dilma yang berlangsung selama 6 hari dan mengambil keputusan. Pada 29 Agustus, Dilma sendiri menghadiri sidang untuk melakukan pembelaan dan perdebatan yang berlangsung sampai 14 jam. Ia mengklaim tidak bersalah dan menuding pendakwaan sebagai upaya untuk menggulingkan kekuasaannya.

Fund manajer senior dari perusahaan manajemen aset AS, Black Rock, Will Landers mengatakan, pembebasan Dilma ditafsirkan pasar sebagai rangkaian dukungan parlemen kepada pemerintahan Temer yang telah mengambil langkah perbaikan dengan memotong biaya produksi untuk mempercepat pemulihan ekonomi Brazil.

Dikabarkan bahwa selamat Temer menjabat presiden sementara, ia telah membentuk tim manajemen yang kuat di Departemen Keuangan dan Petrobras, sekarang harus bekerjasama dengan parlemen untuk merealisasikan berbagai reformasi agar Brazil bisa memenangkan kepercayaan dari pasar uang dan investasi internasional, demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Yang menjadi penting sekarang adalah, apakah kebijakan yang sudah dibuat Temer nantinya akan terealisir, apakah anggota pemerintahan baru mau bekerjasama, bahu membahu untuk membawa Brazil keluar dari krisis politik dan ekonomi. Ini baru ujian yang sesungguhnya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular