Oleh Wu Ying

Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis laporan ketenagakerjaan Agustus pada Jumat (2/1/2016) hari ini. Meskipun ada harapan membaik, tetapi pelaku pasar masih percaya bahwa kinerja belum cukup untuk mendorong the Fed menaikkan suku bunga pada September ini.

Hasil survei yang dilakukan Reuters beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan jumlah pertumbuhan lapangan kerja pada Agustus ini adalah sekitar 180.000, jauh melebihi perkiraan the Fed yang 100.000 pekerjaan. Berdasarkan kecepatan ini diperkirakan bahwa jumlah lapangan kerja pada tahun ini akan mencapai total 2 juta.

Meskipun pasar tenaga kerja menguat dan mampu menurunkan tingkat pengangguran hingga tinggal 4.9 %, tetapi sebagiaan pejabat the Fed tidak berpikir bahwa September adalah waktu yang baik untuk menaikkan tuku bunga.

Anggota Dewan Gubernur the Fed, Laed Brainard sebelumnya pernah memperingatkan bahwa ekonomi AS masih memiliki resiko penurunan, sehingga probabilitas kenaikan suku bunga tidak tinggi. Sedangkan anggota lainnya Jerome Powell pekan lalu menyerukan untuk berhati-hati dalam menetapkan suku bunga the Fed. Daniel Tarullo mengatakan, ia masih berharap untuk melihat lebih banyak bukti tentang kenaikan tingkat inflasi AS.

Gubernur the Fed Janet Yellen pekan lalu mengatakan bahwa pasar tenaga kerja AS membaik, tingkat inflasi sedang naik menunjukkan ada pemulihan sehingga peninjauan terhadap suku bunga sudah bisa dimungkinkan. Tetapi, ia tidak mengatakan kapan itu akan dilakukan.

Laporan Reuters pada 1 September 2016 kemarin mengatakan, meskipun pasar tenaga kerja menunjang, tetapi kinerja ekonomi lainnya masih ‘adem ayem’. Pertumbuhan PDB kuartal kedua tahun ini hanya 1.1%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuatal ketiga tahun lalu yang 2 %. Sedangkan tingkat inflasi masih belum beranjak dari 1.6 %, masih belum bisa mencapai 2 % yang ditargetkan the Fed.

Selain itu, di bidang manufakturing, produktivitas masih belum membaik, rasio investasi terhadap PDB masih di bawah rata-rata jangka panjang hampir 1 %.

Ekonom John Fernald memperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan ekonomi AS selama satu dekade ke depan mungkin hanya berada dikisaran 1.6%, di bawah target the Fed yang 2%.

“Bagi pembuat kebijakan, ini adalah pertumbuhan ekonomi tahunan yang rendah,” tegas John.

Kalau September ini suku bunga tidak dinaikkan, bagaimana dengan Desember mendatang?

Beberapa pejabat the Fed khawatir bahwa melanjutkan suku bunga rendah ditambah lagi dengan menurunnya tingkat pengangguran bisa menyebabkan dorongan kenaikan kuat harga barang yang membuat keresahan. Karena itu sejumlah pejabat the Fed mendukung dilakukannya penyesuai suku bunga dalam waktu dekat untuk mencegah terjadinya ekonomi AS yang overheating.

Ekonom Barclays Michael Gapen mengatakan, “Jika kita terlalu lama mempertahankan lebijakan moneter longgar, maka hal buruk mungkin bisa terjadi.”

Pelaku pasar lebih cenderung kepada perkiraan bahwa peninjauan kembali tingkat bunga the Fed baru akan dilaksanakan pada Desember. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular