Oleh: Li Tianxiao

Konferensi transplantasi organ tubuh di Hongkong kali ini digelar dengan tujuan menghapus kejahatan ini, yakni di satu sisi menipu masyarakat internasional, dan di sisi lain (berita itu) diekspor kembali ke Tiongkok daratan untuk menipu rakyat Tiongkok sendiri.

Selain dikemas dengan cara akademis dan teknik kedokteran, cara lain yang digunakan oleh Huang Jiefu adalah mengalihkan perhatian kalangan luar pada masalah organ tubuh para terpidana mati untuk menutupi kejahatan perampasan organ tubuh hidup-hidup.

Dalam konferensi ini Huang Jiefu mengendalikan panitia untuk menentukan kriteria pemilihan tesis yang menggunakan organ tubuh terpidana mati, dengan cara ini kejahatan perampasan organ tubuh hidup-hidup pun bisa ditepis. Huang Jiefu dan kawan-kawan telah lama merencanakan hal ini, mengambil organ tubuh terpidana mati adalah kejahatan ringan, tetapi merampas organ dari tubuh warga adalah kejahatan anti kemanusiaan, adalah penyiksaan, pembantaian.

Beberapa tahun setelah disesatkan oleh Huang Jiefu, banyak pemerintahan dan politisi negara Barat serta kelompok akademis maupun para pakar pun mengira bahwa sumber pasokan untuk cangkok organ tubuh terutama adalah berasal dari terpidana mati. Konferensi cangkok organ kali ini pernah menolak sebuah tesis karya Zheng Shusen dari RS Pertama terafiliasi Fakultas Kedokteran Zhejiang University dengan alasan karena terlibat pemakaian organ tubuh dari terpidana mati.

Sebenarnya masalah sumber organ tubuh yang paling serius di Tiongkok bukan karena organ dirampas dari terpidana mati, melainkan dirampas dari orang-orang yang tidak berdosa. Berkat penyesatan bertahun-tahun, ditambah lagi konferensi kali ini dengan licik telah berhasil mengelabui masyarakat dengan mentransformasi kejahatan anti kemanusiaan ini menjadi masalah perampasan organ para “terpidana mati.”

Lalu Huang Jiefu mengatakan bahwa PKT telah mengumumkan larangan penggunaan “organ tubuh terpidana mati,” maka dalam semalam semua sumber organ tubuh bak disulap menjadi “sumbangan sukarela masyarakat.” Kejahatan perampasan organ tubuh hidup-hidup pun lenyap seketika. Dengan demikian Huang Jiefu pun sukses menutupi dan mengalihkan kejahatan terbesar abad ini yakni perampasan organ tubuh hidup-hidup yang masih berlangsung hingga sekarang.

Tujuan lain Huang Jiefu menghadiri konferensi di Hongkong ini adalah, menjerat Xi Jinping agar terseret dan ikut terlibat dalam kejahatan perampasan organ hidup-hidup  lewat konferensi ini, agar masyarakat internasional mengira bahwa Xi Jinping menyetujui dan mendukung kejahatan perampasan organ tubuh yang dilakukan Huang Jiefu dari kubu Jiang Zemin, sehingga membuat Xi Jinping ikut menanggung dosa ini.

Jika Xi Jinping berhasil ikut diseret, mereka mengira bisa menghentikan tindakan pembersihan Xi Jinping terhadap kelompok Jiang, terutama mencegah Xi Jinping menangkap Jiang Zemin dan Zeng Qinghong, karena ini adalah langkah berikutnya yang akan segera dilakukan oleh Xi Jinping.

10 Januari 2016 lalu China News Network pernah memberitakan Direktur Biro Anti Agama Sesat Propinsi Zhejiang yakni Dokter Zheng Shusen yang juga merupakan salah seorang dokter perampasan organ sukses melakukan lebih dari 1.800 kali operasi cangkok liver, dan Zheng pernah mengatakan “akan melakukan cangkok liver B&R (singkatan dari: The Belt and Road, “The Silk Road Economic Belt and the 21st-century Maritime Silk Road” yang dicanangkan oleh Xi Jinping, Red).

Dalam suatu kali pidatonya tahun ini Huang Jiefu pernah menyatakan akan menjadikan RRT sebagai negara cangkok organ terbesar di dunia dan mengaitkan impian ini dengan “impian negara besar” Xi Jinping.

Huang Jiefu dan kawan-kawan berharap agar kubu Xi Jinping memberikan persetujuan tertentu terhadap “negara cangkok organ terbesar” ini lewat konferensi di Hongkong tersebut. Begitu ada sedikit saja pernyataan “positif” dari Xi Jinping, maka Xi sudah terjebak di dalam aksi perampasan organ tubuh hidup-hidup ini. Betapa sikap Xi Jinping sangat penting dalam hal ini. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular