BALARAJA – Badan POM kembali membongkar praktek obat ilegal yang ternyata mengandung unsur-unsur obat khusus anti depresi dan anti parkinson. Operasi ini dilakukan atas penelusuran hampir selama 8 bulan terkait penyalahgunaan produk obat ilegal di berbagai wilayah di Indonesia, Jumat (2/9/16).

Penemuan obat berbahaya ini berdasarkan operasi PPNS Badan POM berhasil menemukan 5 gudang produksi dan distribusi obat di Komplek Pergudangan Surya Balaraja, Jl. Raya Serang KM.28, Serang, Banten.

Temuan kali ini didominasi oleh obat yang sering disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi seperti Trihexyphenydyl, Heximer, dan Tramadol. Penggunaan berlebihan obat-obat tersebut dapat menyebabkan ketergantungan dan mempengaruhi aktivitas mental dan perilaku yang cenderung negatif.

Trihexyphenydyl adalah obat yang memerlukan resep dokter dan salah satu obat psikiatri. Obat ini juga berfungsi untuk mengobati penyakit parkinson .Sama halnya Heximer adalah obat yang berfungsi untuk anti parkinson dan anti depresi serta memerlukan resep dari dokter.

Tak hanya itu, dextromethorphan tablet juga ditemukan di gudang yang digerebek Badan POM tersebut, padahal dextromethorphan tunggal dalam bentuk tablet dan sirup sudah ditarik izin edarnya sejak 2014 karena sering disalahgunakan oleh kalangan remaja untuk menimbulkan efek halusinasi.

Temuan lainnya adalah obat-obat seperti Carnophen dan Somadryl yang mengandung zat aktif Carisoprodol. Carisoprodol sendiri sebenarnya ditujukan untuk mengurangi nyeri otot, namun sering disalahgunakan juga untuk menimbulkan efek halusinasi. Obat carisoprodol ini telah dibatalkan izin edarnya oleh Badan POM sejak 2013.

“Total temuan dari ke-lima gudang ini diperkirakan mencapai Rp 30 miliar,” kata Kepala BPOM, Penny K. Lukit dalam rilisnya, Sabtu (3/9/2016).

Selain itu, dari sarana tersebut ditemukan pula alat-alat produksi (mesin cetak, mesin coating, dan kemasan alufoil strip), kemasan sekunder, bahan baku obat, produk jadi obat selesai cetak, obat jadi siap edar, produk jadi obat tradisional (OT), dan produk kopi .

Badan POM juga menemukan fasilitas produksi beberapa merek obat tradisional tanpa izin edar yang mencantumkan nomor fiktif dan diduga mengandung bahan kimia obat Sildenafil sitrat, antara lain Pa”e, Black Ant, dan Nangen. Ke-3 produk ini sudah beberapa kali masuk dalam daftar Public Warning Badan POM sebagai produk yang dilarang untuk digunakan.

Selain temuan di atas, ditemukan pula produk salep impor Pi Kuang Shuang, yang nomor izin edarnya sudah dibatalkan Badan POM sejak tahun 2013. Pembatalan izin edar tersebut dikarenakan produk mengandung bahan obat keras, yaitu Mikonazol Nitrat. (asr)

Share

Video Popular