Penyakit Alzheimer dapat menjadi penyakit yang menyengsarakan penderita dan perawatnya. Namun, penyakit Alzheimer dapat dicegah dengn diet yang baik dan olahraga teratur.

Para peneliti di UCLA Semel Institute for Neuroscience and Human Behavior membuat pernyataan tersebut setelah mengamati struktur di otak yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer terkenal karena memburuknya pikiran, tetapi apa yang membuat penyakit Alzheimer berbeda dari penyebab demensia lainnya adalah adanya protein beracun yang makin menumpuk di otak dari waktu ke waktu, yang mengakibatkan sel-sel otak mati, hubungan antar sel yang penting menjadi rusak, dan pikiran memburuk.

Penelitian, yang diterbitkan di American Journal of Geriatric Psychiatry edisi September, menemukan bahwa orang yang makan makanan Mediterania (yang banyak mengandung buah, sayuran, ikan, dan minyak zaitun), melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan mempertahankan indeks massa tubuh yang normal akan mengikis timbunan protein beracun yang merusak otak.

Pada beberapa waktu yang lalu, dokter tidak memiliki teknologi untuk mengamati protein abnormal pada jaringan otak yang masih hidup, dan diagnosis positif Alzheimer hanya dapat dipastikan melalui otopsi. Namun kini, tomografi emisi positron (PET) memungkinkan peneliti melihat otak penderita yang masih hidup.

Menurut Dr. David Merrill, penulis penelitian, teknologi PET tertentu yang digunakan dalam penelitiannya tidak disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) (BPOM-Amerika Serikat). Beberapa pemindaian (scan) PET yang diterima secara luas dapat mendeteksi tumpukan protein beracun dan lain-lain.

Sebelumnya para ilmuwan telah mengidentifikasi komponen genetik yang terkait dengan penyakit Alzheimer, tetapi penelitian yang muncul menunjukkan bahwa orang yang berisiko tinggi menderita penyakit Alzheimer dapat terhindar dengan melakukan gaya hidup sehat.

Dr. David Merrill menunjukkan bukti lain (baik dari penelitian klinis maupun penelitian populasi) yang berkaitan dengan gaya hidup sehat dalam menunda terjadinya penyakit Alzheimer– termasuk penelitian terbaru mengenai penuaan oleh Mayo Clinic yang menemukan bahwa gaya hidup sehat meningkatkan volume otak.

“Sejumlah penderita penyakit medis atau organik sekarang ini diketahui memburuk kondisinya karena berkaitan dengan penurunan kognitif akibat faktor penuaan seperti hipertensi, obesitas, diabetes, dan lain-lain. Ini semua juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti Alzheimer,” kata Dr. David Merrill.

Umur adalah faktor risiko nomor satu yang tidak dapat diubah untuk menderita Alzheimer, dan oleh karena orang sekarang lebih panjang umur, maka para ahli mengantisipasi peningkatan pesat kasus Alzheimer untuk beberapa dekade mendatang.

Penyakit Alzheimer adalah penyebab utama keenam kematian di Amerika Serikat (mengalahkan angka kematian gabungan kanker payudara dan kanker prostat). Diperkirakan 5,4 juta orang Amerika saat ini menderita Alzheimer. Pada tahun 2050 jumlah tersebut diperkirakan akan melonjak mencapai 13,8 juta orang Amerika.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer, tetapi ada obat yang disetujui FDA yang memperlambat memburuknya gejala.

Namun, Dr. David Merrill mengatakan, “Faktor gaya hidup lebih ampuh dalam mencegah penyakit Alzheimer daripada pil yang tersedia saat ini.”

Bahkan orang yang sudah didiagnosis menderita  Alzheimer mengalami perbaikan karena menjalani gaya hidup yang lebih baik daripada sebelumnya, oleh karena itu “semakin dini seseorang menjalani gaya hidup sehat, maka semakin cepat manfaat yang diperoleh”.

Supaya penyakit Alzheimer tidak semakin memburuk, Dr. David Merrill menganjurkan penderita mengikuti saran latihan yang dikeluarkan oleh American Heart Association untuk kesehatan jantung: 30 menit latihan aerobik selama lima hari dalam seminggu dan latihan kekuatan selama dua hari dalam seminggu.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular