Oleh: Lin Yan

Pemandangan yang mengerikan seperti kobaran api yang membakar hutan ini adalah video animasi badai matahari yang untuk pertama kalinya dirilis National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Jumat (2/9/2016) lalu, untuk kali pertamanya NASA merilis video overlay terkait pengamatan partikel berenergi tinggi dari matahari, yang menunjukkan partikel berenergi tinggi yang tak terbatas itu bak gelombang raksasa yang menggulung segalanya dan seperti kobaran api dahsyat menyapu segenap angkasa, pemandangan yang benar-benar menakjubkan sekaligus mengerikan.

Partikel-partikel berenergi tinggi dan bermuatan listrik ini umumnya disebut “Angin matahari” oleh para ilmuwan, yang dapat mencerminkan kondisi aktivitas matahari.

NASA mengatakan bahwa sejak ditemukannya angin matahari pada tahun 50-an abad lalu, angin matahari ini masih sangat intens ketika memperhatikan hembusan angin matahari menuju bumi. Untungnya, ada medan magnet yang kuat di sekeliling Bumi sebagai “pakaian pelindung”, sehingga umat manusia dan makhluk hidup lainnya terhindar dari petaka partikel berenergi tinggi ini.

Inset : Simulasi animasi dari angin matahari yang dirilis NASA pada Mei 2016 lalu dan ilustrasi dampak dari badai matahari terhadap bumi. Interaksi dari medan magnet bumi dengan badai matahari yang membawa partikel bermuatan listrik dan medan magnet, meng-eksitasi partikel dari atmosfer bumi, yang mempengaruhi komunikasi dan menghasilkan aurora yang menakjubkan.(NASA)
Inset : Simulasi animasi dari angin matahari yang dirilis NASA pada Mei 2016 lalu dan ilustrasi dampak dari badai matahari terhadap bumi. Interaksi dari medan magnet bumi dengan badai matahari yang membawa partikel bermuatan listrik dan medan magnet, meng-eksitasi partikel dari atmosfer bumi, yang mempengaruhi komunikasi dan menghasilkan aurora yang menakjubkan.(NASA)

Angin matahari mampu menyapu segenap tata surya, menjadi “cuaca di ruang angkasa” seperti yang diungkapkan astronom. Sebenarnya, Bumi sangat dipengaruhi oleh cuaca ruang angkasa. Misalnya aurora di kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya kerap memancarkan warna yang tidak biasa, bahkan di luar letak geografis dari lingkaran selatan dan utara-nya itu dapat menyaksikan aurora yang indah. Orang-orang kerap tidak mengetahui, bahwa ketika menyaksikan aurora yang indah menakjubkan itu, angin matahari juga menghembuskan gelombang energinya yang kuat ke bumi.

Semakin kuat aurora-nya, jangkauannya juga semakin luas, ini menandakan aktivitas matahari semakin sengit, sehingga dampaknya terhadap bumi juga semakin kuat. Menurut keterangan NASA, bahwa ketika aktivitas matahari meningkat, akan terjadi fenomena korona, letusan protuberan atau letusan gas matahari dan fenomena lainnya. Dan pada saat itu akan memancarkan sinar yang lebih kuat.

Matahari memiliki medan magnet yang sangat kuat, dan mengandung sejumlah besar partikel (plasma) bermuatan panas. Sebelumnya para ilmuwan pernah menyatakan, bahwa medan magnet matahari adalah faktor yang menyebabkan semua aktivitas, tapi sejauh ini fenomenanya tidak pernah teramati sama persis dengan spekulasi teorinya. Sehingga faktor dari aktivitas matahari ini masih menjadi mistri ilmiah hingga sekarang.

Nicholeen Viall, seorang ilmuwan di NASA mengatakan, “Ini benar-benar dapat mengubah pemahaman kita terkait perubahan di alam semesta.”  (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular