Sehubungan rencana pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang akan diatur di sela-sela KTT G20 Hangzhou pada 4 atau 5 September 2016, pihak Tiongkok telah mengisyaratkan Jepang agar bersedia untuk membatasi kritikan soal isu-isu di Laut Timur dan Selatan yang cukup sensitif.

Kyodo News dalam laporannya menyebutkan, pihak Tiongkok juga meminta Jepang untuk tidak secara khusus mengemukakan permasalahan Laut Timur dan Selatan dalam KTT G20. Sejumlah orang yang akrab dengan hubungan Jepang – Tiongkok mengungkapkan hal ini pada Sabtu (3/9/2016).

Hal tersebut juga mencerminkan bahwa Tionngkok sedang berupaya untuk mencegah isu Laut Selatan menjadi  topik pembahasan utama dalam KTT sehingga menjadi sangat sensitif. Jepang dalam tanggapannya mengatakan bahwa Jepang akan tetap konsisten dengan pendiriannya.

Jepang menghendaki pertemuan antar Abe dengan Xi Jinping diadakan pada Minggu (4/9/2016), tetapi Tiongkok menghendaki pada Senin (5/9/2016). Analis pemerintah Jepang mengatakan bahwa Tiongkok ingin mendengar terlebih dahulu apa saja yang dikemukakan Abe dalam KTT, oleh karena itu pertemuan diatur  pada Senin (5/9/2016).

Abe dalam pertemuan bermaksud untuk membicarakan soal penataan Laut Selatan sesuai dengan hukum yang berlaku. Meminta pihak Tiongkok untuk menahan diri dan membatasi pengiriman kapal-kapalnya ke Pulau Senkaku (Tiongkok menyebut Pulau Diaoyu).

Di sisi lain, Abe akan mencoba untuk membatasi kritikan terhadap Tiongkok, untuk menghindari konflik senjata di Laut Timur. Abe akan meninggalkan Tiongkok menuju Laos pada Selasa (6/9/2016) untuk menghadiri KTT ASEAN. Pada pertemuan itu nanti Abe mungkin akan mengemukakan isu laut yang coba ia tahan-tahan selama KTT G20.

Menurut pejabat terkait bahwa untuk pertemuan kedua pemimpin itu pihak Tiongkok telah berkoordinasi dengan pihak Jepang agar Jepang dalam pertemuan yang dijadwalkan selama 30 menit itu tidak menggunakan setengah dari waktu untuk mengkritik Tiongkok soal isu laut yang  sensitif. Selain itu, juga meminta Jepang untuk tidak mengeluarkan ucapan yang seakan melimpahkan seluruh permasalahan sebagai kesalahan dari pihak Tiongkok.

Tentang KTT G20 Tiongkok mengatakan bahwa ekonomi global adalah topik utama pembahasan. Sedangkan dalam hal isu Laut Selatan, Tiongkok mengaku sudah terjadi dialog antar pihak yang berkepentingan. Tetapi kalau soal hukum adalah kebenaran mutlak sebagaimana yang dikemukakan Jepang dalam menyelesaikan isu sengketa Pulau Diaoyu, Tiongkok menolak dan menyatakan ketidakpuasan atas ucapan itu. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular