JAKARTA – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri melakukan investigasi  atas dugaan temuan bahan kedaluwarsa yang digunakan restoran waralaba. Kabareskrim Ari Dono menuturkan dirinya langsung melihat kepada salah satu gudang restoran tersebut, namun tak merinci nama dan tempat restoran yang dimaksud.

“Memang ada info di sebuah pusat perbelanjaan yang tempat makannya diduga menggunakan bahan kadaluarsa,” kata Ari di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/9/2016) malam.

Ia menjelaskan investigasi yang dilakukan pada saat ini adalah salah satu bahan mie udon dari tepung ikan saat dilihat sudah menjadi kedaluwarsa namun dibuat seolah-olah tak didapati merupakan tepung yang sudah lewat masa berlakunya.

Atas kasus ini, Bareskrim Polri bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan investigasi kasus ini. Kerjasama serupa juga sudah dilakukan Bareskrim Polri dengan kedua lembaga ini atas temuan vaksin palsu beberapa waktu lalu.

Ari menuturkan atas kasus ini, ada pidana pemalsuan. Namun demikian untuk mengetahui lebih lanjut apakah barang temuan di lapangan berbahaya atau tidak, masih dalam proses forensik dan tes uji laboratorium. Ari pada kesempatan  itu juga menyebutkan bahwa hanya ada di satu resto makan saja.

Restoran masakan Jepang Marugame Udon di Gandaria City, Jakarta Selatan dan Pizza Hut Indonesia yang merupakan anak usaha Sriborga Group yang diterpa isu tentang penggunaan bahan kedaluwarsa.

Kronologi penggunaan bahan Kedaluwarsa ini bermula dari surat elektronik tertanggal 4 April 2016 kepada sejumlah media. Surat ini dikirim sesorang mengaku sebagai petugas bagian penjualan di Sriboga Food Group. Isi surat tersebut  menyebutkan adanya produk yang diperpanjang penggunaannya hingga dua kali terdiri. Disebutkan perpanjangan masa kedaluwarsa ada pada bahan sukiyaki tare dan saus tempura dengan izin dari bagian jaminan mutu.

Menanggapi hal ini, Manajemen Pizza Hut Indonesia menyatakan terkait dengan publikasi di media dan juga perbincangan di media sosial tentang Pizza Hut dan/atau PHD Indonesia, menyebut pemberitaan yang menyebutkan PT Sarimelati Kencana selaku pengelola merek Pizza Hut, PHD, dan The Kitchen by Pizza Hut di Indonesia menggunakan produk kedaluwarsa adalah tidak akurat.

Menurut pihak Manajemen, sebagai perusahaan yang telah berdiri di Indonesia lebih dari 32 tahun dan memiliki 13.000 karyawan di 326 restoran, menyebutkan selalu menempatkan keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan konsumen sebagai prioritas utama.

Pihak Pizza Hut menyebut menjamin kualitas makanan yang disuguhkan oleh restoran dan mengklaim makanan telah melewati proses penjaminan kualitas yang ketat serta penggunaan bahan-bahan makanan berkualitas tinggi dan layak untuk dikonsumsi. “Mudah-mudahan, informasi yang kami sampaikan dapat memberikan kejernihan atas ketidakjelasan informasi yang beredar,” pembelaan manajemen Pizza Hut dalam statemennya. (asr)

Share

Video Popular