Oleh Gu Xiaohua

Praktisi Falun Gong Shanghai bernama Xu Yongqing dan Yang Xiao saat berjalan melintasi stasiun KA bawah tanah Caobao Road, Shanghai pada 22 Agustus 2016 lalu. Ia menemukan sebuah panel pengumuman yang ditempeli berita keluaran sebuah dinas yang isinya memfitnah Falun Gong.

Mereka lalu mendatangi Biro Petisi Pemda Shanghai untuk minta disingkirkan. Namun mereka kemudian ditangkap dan ditahan selama 1 bulan dengan alasan yang dibuat-buat. Saat ini, yang bersangkutan telah menyewa pengacara untuk menuntut pertanggung jawaban pemda atas penangkapan mereka yang ilegal. Dan masalah ini kini menjadi perhatian publik.

Putra Xu Yongqing bernama Xu Zhuoyun baru-baru ini menceritakan seluruh kejadian yang dialami ayahnya kepada reporter Epoch Times.

Pada 22 Agustus sekitar pukul 15 itu, Xu Yongqing dan Yang Xiao mendatangi Biro Petisi Pemda Shanghai untuk melaporkan kasus penemuan berita tidak benar yang ditempelkan pada panel pengumuman di stasiun KA bawah tanah Caobao Road. Ia memberitahu petugas Biro Petisi bahwa berita yang tidak benar dan berbau fitnahan itu perlu segera disingkirkan dari panel. Saat itu juga, petugas Biro Petisi mengontak Kantor Dinas Keamanan dan Ketertiban Publik terdekat lewat sambungan telepon, dan tak lama kemudian, beberapa orang petugas keamanan datang dan membawa keduanya pergi.

Xu Zhuoyun mengatakan, saat itu ibunya mendatangi Biro Petisi dan menanyakan alasan ayahnya dibawa oleh polisi, namun ibunya malahan ikut dimintai keterangan oleh petugas yang menyebut  bahwa ayah terlibat dalam kasus pencurian uang. Ibu pun dibawa ke kantor keamanan.  Di kantor keamanan, pasangan suami istri itu tidak diketemukan.

“Setibanya di kankor keamanan, ibu saya disuru menunggu di ruang lobi. Dan ayah saya dibawa masuk ke dalam. Sekitar pukul 19 – 20 malam itu 2 orang petugas polisi datang ke rumah untuk melakukan penggeledahan. Mereka yang satu berseragam keamanan tetapi yang lain tidak, menunjukkan kurtu identitas petugas tetapi namanya sengaja ditutupi,” kata Xu Zhuoyun.

Awalnya, ibu menolak kedua petugas untuk melakukan penggeledahan di rumah karena tidak sesuai dengan alasan penangkapan terhadap Xu Yongqing. Tetapi petugas memaksa meskipun tidak berhasil menemukan apa yang mereka inginkan. Pada sekitar pukul 10 mlam itu, Xu Yongqing dan Yang Xiao dipindahkan ke Pusat Penahanan yang berada di Distrik Huangpu, Shanghai.

3 hari kemudian, istri Xu Yongqing mendatangi pusat penahanan untuk meminta bertemu dengan suaminya, namun ditolak. Beberapa petugas mengatakan bahwa Xu sudah diputus ganjaran penjara 1 bulan. Beberapa hari kemudian, keluarga menerima surat pemberitahuan sebagai alasan Xu Yongqing ditahan karena telah melakukan perbuatan yang merusak pelaksanaan peraturan.

Xu Zhuoyun menyebut tuduhan kepada ayahnya itu terlalu konyol. Ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk berpeduli tentang kasus yang dialami ayahnya ini, dan menuntut pemda Shanghai untuk segera membebaskan ayahnya dengan tanpa syarat.

Xu Yongqing sudah berlatih Falun Gong sejak sebelum 1999, penindasan brutal Partai Komunis Tiongkok/PKT tidak menggoyahkan imannya untuk mengikuti ajaran Sejati – Baik – Sabar, dan terus memberitakan kebenaran kepada masyarakat Tiongkok yang dibohongi PKT. Ia sudah 2 kali ditahan polisi karena ajaran Falun Gong.

Xu Zhuoyun mengatakan bahwa di halaman sekolah menengahnya juga sering dijumpai tulisan dan tempelan yang berisi fitnahan terhadap Falun Gong. Jadi sampai di rumah ia bertanya kepadaa ayahnya apa itu Falun Gong. Ayah membiarkan saya sendiri membaca bukunya dan membedakan baik dan buruknya.

Akhirnya Xu Zhouyun memahami apa yang diajarkan oleh Falun Gong. Falun Gong selain memberikan petunjuk kepada manusia untuk berbuat baik yang sesuai dengan karakteristik alam semesta, cara berkultivasi yang benar.

“Karena itu saya tidak lagi percaya terhadap propaganda PKT yang berisi kebohongan dan sangat mendukung ayahnya berlatih Falun Gong,” tegasnya.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular