JAKARTA – Pihak Pizza Hut dan Marugame Udon membantah menggunakan bahan kedaluwarsa terhadap makanan yang mereka produksi untuk dijual kepada konsumen. Dua perusahaan waralaba yang dikuasai pabrik tepung PT Sriboga ini membela diri bahwa pemberitaan penggunaan bahan kedaluwarsa tak benar.

Kabareskrim Komjen Ari Dono Senin (5/9/2016) menyebut sudah melakukan investigasi terhadap sebuah restoran karena diduga menggunakan bahan kedaluwarsa. Temuan ini menyebutkan bahwa bahwa salah satu tepung udang untuk mie memang melewati masa habis berlaku, namun ditutupi  tanggalnya. Kabareskrim tak menyebut nama restoran dan lokasi tempat penggeledahan gudang yang dimaksud.

Kasus ini juga menjadi investigasi majalah Tempo dan BBC Indonesia, setelah mendapatkan informasi dari seseorang yang menyebutkan bahwa adanya perpanjangan pemberlakuan masa kedaluwarsa bahan pada produk PT Sriboga. Data-data ini juga disampaikan kepada sejumlah redaksi di Jakarta. Sebagaimana diketahui PT Sriborga memegang lisensi pada restoran waralaba masakan khas Jepang Marugame Udon dan Pizza Hut.

Pihak Marugame Udon dalam pernyataan pada situs resminya mengatakan pemberitaan yang menyebutkan PT Sriboga Marugame Indonesia selaku pengelola merek Marugame Udon di Indonesia menggunakan produk kedaluwarsa adalah tidak akurat.

PT Sirboga Marugame Indonesia juga menegaskan bahwa keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan pelanggan setia Marugame Udon, adalah prioritas utama perusahaan itu. Untuk itu, pihak Marugame Indonesia menyatakan menjamin seluruh makanan yang disuguhkan telah melalui proses seleksi pengadaan bahan baku yang ketat dan sejalan dengan tata laksana penanganan keamanan makanan yang ditetapkan oleh prinsipal internasional Marugame Indonesia, Toridoll Japan.

“Kami juga menegaskan bahwa seluruh restoran kami hanya menggunakan bahan makanan yang berkualitas tinggi dan layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan, informasi yang kami sampaikan dapat memberikan kejernihan atas ketidakjelasan informasi yang beredar,” klaim pihak Marugame dalam pernyataan.

Pembelaan serupa juga disampaikan PT Sarimelati Kencana selaku pengelola merek Pizza Hut, PHD, dan The Kitchen by Pizza Hut di Indonesia yang juga menyebut menggunakan produk kedaluwarsa pada bahan makanan mereka adalah tidak akurat. (asr)

Share

Video Popular