Oleh Zhuang Zhengming

Media corong pemerintah Partai Komunis Tiongkok/PKT mengutip pengumuman yang diterbitkan oleh NPC (Kongres Nasional RRT) pada Sabtu (3/9/2016) memberitakan bahwa mantan Komisaris bidang Politik Angkatan Udara Tiongkok, Tian Xiusi dicopot dari jabatannya di NPC.  Tian Ziusi adalah kepala spionase militer yang pro Jiang Zemin.

Situs Departemen Pertahanan Tiongkok pada 9 Juli 2016 silam melaporkan, Tian Xiusi diperiksa Komite Kedisiplinan karena diduga terlibat pelanggaran serius terhadap tata tertib PKT. Ia merupakan perwira tinggi yang diperiksa Komite Kedisiplinan dan menjadi orang ketiga setelah Xu Caiho, Guo Boxiong.

Tian Xiusi pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Politik di Kodam Lanzhou, Komisaris Militer Tentara Pembebasan Rakyat Divisi 21, Komisi politik di Kodam Xinjiang. Pada Desember 2009 silam, ia dipromosikan menjadi Komisi Politik di Kodam Chengdu.  Oktober 2012 ia diangkat menjadi Komisi Politik di Angkatan Udara. Awal Agustus tahun lalu, Tian Xiusi dipromosikan sebagai Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri dari NPC.

Menurut laporan media asing bahwa Tian diperiksa mungkin karena terlibat kejahatan di bidang keuangan yang dilakukan Xu Caihou, Guo Boziong. Ia bisa duduk di NPC pada 2012 lantaran menyuap Guo Boxiong dengan RMB 50 juta.

Selain itu, Tian Xiusi pernah menjabat sebagai Komisi Politik di Kodam Chengdu, secara terbuka menguttarakan dukungan kepada Bo Xilai, saat Bo sebelum dicopot. Ada berita yang mengatakan bahwa sebagian besar konspirasi yang dilakukan Bo Xilai dan Zhou Yongkang itu didukung oleh Kodam Chengdu.

Menurut ungkapan media Xinjiyuan, dalam 40 tahun tugasnya di militer, Tian kebanyakan berada di Xinjiang, Lanzhou sehingga sangat akrab dengan personil-personil militer di sana. Ia mengendalikan sejumlah preman yang disebut sebagai kaum separatis Turkistan untuk melakukan tindakan teroris dan  membantu Bo Xilai dan Zhou Yongkang mengambil kekuasaan pemerintah. Insiden ledakan stasiun KA di Xinjiang menjelang Hari Buruh Internasional adalah salah satu contohnya.

Pada 27 – 30 April 2014, Xi Jinping berkunjungan ke Xinjiang dan ‘disambut’ dengan ledakan yang terjadi di stasiun KA Urumqi pada 30 April sekitar pukul 19:10. Beberapa pelaku kejahatan membawa pisau untuk menikam penumpang yang terlihat, menyulut bahan peledak sehingga menyebabkan 3 orang tewas dan 79 orang lainnya terluka.

Sebuah masjid yang berjarak sekitar 4 km dari stasiun KA Urumqi juga diserang dengan ledakan pada 30 April siang, padahal masjid itu baru tak lama dikunjungi oleh Xi Jinping dalam lawatannya.

Menurut orang dalam bahwa dibalik insiden itu semua pasti ada agen dari PKT yang terlibat. Ini pun mirip dengan insiden seperti serangan teroris di stasiun KA Kunming, insiden Pulau Daioyu. yang sengaja dibuat oleh Kelompok Jiang untuk mengacaukan situasi politik.

“Aktornya memang orang lain, tetapi sutradaranya adalah fraksi Jiang,” katanya.

Kabarnya, fraksi Jiang Jiang sengaja membuat politik Tiongkok tidak stabil untuk mengancam Xi Jinping agar rezim menghentikan investigasi terhadap Zhou Yongkang. Namun, diluar dugaan, Xi Jinping tiidak bersedia mengalah dan tiga bulan kemudian, yakni pada 29 Juli 2014 Zhou resmi diganjar dengan hukuman penjara seumur hidup.

Sejak Xi Jinping diangkat sebagai presiden Tiongkok melalui Sidang Paripurna PKT ke 18. Aksi basmi korupsi terus dicanangkan. Sampai sekarang sudah ada lebih dari 170 orang pejabat teras termasuk Zhou, Guo, Xu dan Tian Xiusi yang semuanya ini adalah orang-orang yang mendukung Jiang Zemin yang selama ini ikut korupsi dan menindas Falun Gong, kini harus menelan getahnya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular