JAKARTA – Kementeran Luar Negeri Republik of China (Taiwan) menggelar pertunjukan International Youth Ambasador Program di Indonesia. Anggota group terdiri dari mahasiswa Taiwan bermaksud memperkenalkan kebudayaan Taiwan kepada masyarakat Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta, Senin (5/9/2016) malam.

Pertunjukan bertemakan “Dynamic Youth, Friendly Taiwan” ditampilkan selama 90 menit yang mendapatkan tepuk tangan meriah dari hadirin yang hadir pada saat itu. Pertunjukan yang dibagi pada enam segmen ini dimulai dengan segmen The Dazzling Pearl Taiwan” yang memperlihatkan letak geografis Taiwan atas kesuksesan ekonomi, demokrasi dan HAM Taiwan.

Selanjutnya ditampilkan “Nasi, Life, and the Endles Journey” merupakan tarian suke etnik aborigin paiwan termasuk ular seratus langkah. Selanjutnya ditampilkan budaya Holo dan Hakka yang merupakan pilar utama dalam dan kebudayaan Taiwan, di sini mempertunjukan nyanyian petik daun teh Hakka, tradisi pernikahan Holo, tradisi spiritual, kerajinan tangan dan arak-arakan dewi Ma Zu.

Segmen ke empat memperlihatkan kebudayaan Kuno Tionghoa melalui opera tradisional dan musik tradisional diantaranya menampilkan musik erhu. Pada segmen kelima memperlihatkan keberhasilan Taiwan di cabang Taiwan olahraga dan teknologi tinggi. Adapun pada segmen ke enam, Youth Ambasador melepaskan lampion ke udara sebagai simbol keberkahan serta sumbangsih pemuda Taiwan kepada dunia dengan tema Friendly Taiwan-Love & Peace.

Sebagai bentuk persahabatan serta pertukaran budaya Taiwan-Indonesia, juga ditampilkan budaya tarian Indonesia yakni tarian Saman asal Aceh oleh Pondok Pesantren Al-Nahdah. Pertunjukan sebagai bentuk kerjasama antara pelajar muslim antara Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang bekerjasama dengan Fatayat Nahdatul Ulama.

GKJ-Taiwan-fatayat
Ketua Teto di Indonesia, Ketum PP Fatayat dan terlihat pengusaha Murdaya Poo saat berfoto dengan tim Dynamic Youth Friendly Taiwan usai pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta, Senin 5 September 2016 (Foto : M.Asari/Erabaru.net)

Kunjungan Taiwan International Youth Ambasador ke Indonesia sebagai wujud kebijakan baru ke Arah Selatan atau “New Southbound City”.  Semangat yang diusung adalah memanusiakan manusia dan persahabatan, selain memperlihatkan persahabatan kepada masyarakat Indonesia juga mengenal lebih jauh bagi pemuda Taiwan mengenai vitalitas pemuda muslim Indonesia agar menumbuhkan persahabatan diantara mereka.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Indonesia (TETO), Chang Liang Jen, mengatakan hubungan antara Indonesia dengan Taiwan sudah berlangsung cukup lama dan mendalam. Chang berharap hubungan dan kerjasama Indonesia-Taiwan selanjutnya bisa dikembangkan dalam banyak cakupan bidang. Oleh karena itu adanya pertunjukan dengan maksud pertukaran budaya diharapkan lebih mempererat hubungan yang dibangun selama ini.

taiwan-fatayat-Etnik
Ketua Teto Indonesia, perwakilan Kemenlu Republic of China (Taiwan) dan Murdaya Poo saat berfoto bersama usai pertunjukan Dynamic Youth Friendly Taiwan 5 September 2016 (Foto : M.Asari/Erabaru.net)

Sementara pimpinan rombongan dari Kementerian Luar Negeri Taiwan, Sun Shyi-Ren mengatakan, rombongan Taiwan Intenational Youth Ambasador ini terdiri dari 22 anggota yang terdiri mahasiswa berbagai latar belakang dari universitas berbeda. Selain Indonesia, Filipina, Palau, Australia dan Tuvalu merupakan negara kunjungan tim. Tim ini juga mengunjungi 17 kota di 16 negara Asia Fasifik, Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Afrika dan Timur Tengah.

Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdatul Ulama, Anggia Ermarini berkata kerjasama pertukaran pelajar yang dilaksanakan tergolong unik karena tak hanya berbicara dalam kelas, tetapi pada lingkup lebih luas seperti budaya, kunjungan ke pesantren, panti asuhan dan kepada perusahaan untuk mempelajari bagaimana pengusaha Taiwan memulai usahanya di Indonesia.

Menurut Anggia, dia mengapresiasi atas kerjasama yang sudah dilakukan dengan Taiwan. Tak hanya itu, dia juga berharap ke depan masih banyak kerjasama-kerjasama yang bisa dilakukan. Anggia merinci Fatayat NU memiliki lembaga-lembaga dan unit-unit karya, apalagi banyak pemuda Indonesia di Taiwan. Bahkan Fatayat memiliki cabang Istimewa di Taiwan, oleh karena itu diharapkan kemampuan kerja para kader fatayat ini nantinya bisa dikembangkan di Indonesia.

“Kita harapkan punya sesuatu yang bisa dibawa sehingga kembali ke Indonesia, tidak hanya selesai tapi ada yang kita pelajari dengan Taiwan,” harapnya usai acara pertunjukan Dynamic Youth Friendly Taiwan. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds