Oleh: Liu Xiaozhen

Baru-baru ini telah terjadi banyak pergantian terhadap Sekretaris Provinsi (Sekprov Partai Komunis Tiongkok/PKT yang secara riil lebih berkuasa daripada gubernur-red.) di berbagai provinsi di RRT, di antaranya termasuk di Xinjiang dan Tibet. Media menyatakan, melihat sikap lunak pemerintah terhadap Tibet dan juga Xinjiang, maka dalam menangani kaum radikal di Hongkong yakni Zhang Xiaoming dan Leung Chun-ying (gubernur Hongkong) pun telah tiba saatnya akan dilengserkan.

Media Hongkong: Lengsernya Liang Zhenying Tak Lama Lagi

Pada 28 – 30 Agustus 2016, pemerintahan Xi Jinping secara intens membenahi pejabat tinggi daerah di 7 provinsi, di antaranya 6 orang sekretaris partai di tingkat provinsi meliputi provinsi Xinjiang, Hunan, Anhui, Yunnan, Tibet, dan Mongolia telah diganti, sedangkan di provinsi Hunan dan Shanxi telah dilakukan pergantian gubernur.

Surat kabar Hongkong “Apple’s Daily” pada Jumat (2/9/2016) lalu menerbitkan opini berjudul “Dari Perubahan di Xinjiang dan Tibet Melilhat Perubahan di Hongkong”. Artikel menyebutkan dari 5 wilayah otonomi khusus suku minoritas di Tiongkok, yang paling membuat pusing PKT adalah masalah kemerdekaan Tibet dan juga Xinjiang. Tapi dulu PKT selalu menempuh cara keras untuk menyelesaikan masalah Tibet dan Xinjiang.

Artikel mengatakan, menghadapi masalah agama dan ras yang kompleks, pejabat berkuasa biasanya selalu menggunakan metode menghantam musuh imajiner, mengacaukan masalah agama dengan separatisme, senantiasa menekan dengan kekerasan, juga tidak menghormati agama kepercayaan masyarakat Tibet (Buddha) dan suku Uyghur/Xinjiang (Islam), sehingga memicu permasalahan separatisme Tibet dan Xinjiang kian hari kian memburuk.

Terbersit soal Hongkong, artikel menyebutkan, melihat cara Leung Chun-ying dan Zhang Xiaoming (Kepala Kantor Penghubung Pusat Hongkong) dalam memerintah Hongkong, ternyata sangat banyak kemiripan dengan Zhang Qingli (mantan sekretaris partai provinsi Tibet) dan Wang Lequan (mantan sekretaris partai provinsi Xinjiang). Jika bukan karena aksi provokasi oleh Leung Chun-ying, seruan separatisme Hongkong tidak akan begitu membara.

Kantor Penghubung Pusat mengatasnamakan pemerintah pusat untuk terus mengintervensi perihal pemilu, ekonomi, dan hukum di zona otonomi khusus Hongkong, Leung Chun-ying mengatasnamakan seluruh warga Hongkong berusaha mengambil hati Kantor Penghubung Pusat, dan menyunat otoritasnya sendiri terhadap zona otonomi khusus Hongkong.

“Satu negara dua sistem” hanya tinggal nama di bawah himpitan kedua orang ini, gejolak Hongkong merdeka pun perlahan terbentuk akibat himpitan terus menerus itu dan sedang mengikuti jejak Tibet dan Xinjiang.

Artikel menyebutkan, berbagai artikel di surat kabar maupun internet media massa yang pro kubu Xi Jinping baru-baru ini terus membombardir Kantor Penghubung Pusat Hongkong dan juga Leung Chun-ying, dan ini bertujuan membangun opini publik terhadap perubahan kebijakan. Hal yang diinginkan oleh warga Hongkong adalah mengenyahkan Leung Chun-ying dari pemerintahan, mendesak pemerintah pusat mengganti pejabat di Hongkong dan mengubah kebijakan terhadap Hongkong.

Bersihkan Kekuatan Kubu Jiang di Hongkong, Leung Chunying Dalam Bahaya

Menurut pemberitaan sebelumnya, bertahun-tahun kubu Jiang telah menyusun kekuatan di Hongkong, kekuasaannya meliputi kalangan politik ekonomi bahkan juga kaum mafia dan intelek di Hongkong. Leung Chun-ying adalah salah seorang antek di Hongkong hasil binaan tokoh nomor dua di kubu Jiang yakni Zeng Qinghong. Setelah Xi Jinping menjabat, Leung beberapa kali ikut ambil bagian dalam aksi pengacauan oleh kubu Jiang, terus melontarkan berbagai pernyataan radikal dan cara-cara mafia untuk menghancurkan Hongkong, membuat Hongkong beberapa kali dalam bahaya.

Tahun ini, baik Xi Jinping dan Wang Qishan (pembantu Xi dalam pemberantasan KKN) telah melancarkan aksi pembersihan terhadap sisa kekuatan kubu Jiang di Hongkong. Januari lalu, mantan Ketua Biro Pusat Kedisiplinan Berita, Radio, dan Penerbitan dari Komisi Kedisiplinan Pusat PKT yakni Li Qiufang telah resmi menjabat sebagai Ketua Tim Kedisiplinan Hongkong-Makau.

Situs milik Divisi Pengawasan Komisi Kedisiplinan Pusat (yang dipimpin oleh Wang Qishan) pada 22 Juni lalu mengumumkan Inspeksi Putaran ke-10 oleh pusat, di antaranya sebanyak 32 instansi telah dilakukan inspeksi, termasuk terhadap Kantor Urusan Hongkong-Makau dan juga Komisi Hukum Fundamental Hongkong-Makau yang berada di bawah naungan Kemendagri.

Selain itu, media berbahasa Mandarin yang pro-Beijing baru-baru ini merilis sinyal bahwa Beijing sedang mengkoordinasi restrukturisasi dan penanganan terhadap seluruh instansi terkait urusan Hongkong. Pada  saat yang sama, Ketua Badan Legislatif Hongkong yakni Zeng Yucheng ketika diwawancarai oleh media RRT dengan jelas menyatakan tidak sepaham dengan cara dan keputusan Leung Chun-ying terhadap lingkungan politik di Hongkong. Dua sinyal utama ini menunjukkan bahwa Xi Jinping sedang mempersiapkan opini bagi penyelesaikan masalah Kantor Penghubung Pusat Hongkong dan Leung Chun-ying.

Komentator politik Xie Tianqi menyatakan, berita bahwa Zeng Qinghong telah digugat secara internal terus menerus beredar, dan sang antek yakni Leung Chun-ying juga akan segera diselesaikan, kini Leung Chun-ying dalam bahaya. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular