Layanan pesan global WhatsApp mengatakan akan mulai berbagi nomor telepon penggunanya dengan Facebook, perusahaan induknya. Itu berarti pengguna WhatsApp dapat segera mulai melihat iklan yang lebih bertarget dan saran teman di Facebook berdasarkan informasi WhatsApp —meskipun tidak berada pada layanan pesan WhatsApp itu sendiri.

Langkah ini merupakan perubahan halus namun nyata untuk WhatsApp, yang digunakan oleh lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia. Ketika WhatsApp diakuisisi oleh Facebook senilai 21,8 milyar dollar AS dua tahun lalu, eksekutif berjanji bahwa kerahasiaan pengguna akan tetap dijaga.

“Ini adalah taktik yang kuat dari Facebook,” kata Jeff Chester, direktur eksekutif Center for Digital Democracy di Washington, DC ” Facebook melanjutkan kampanye untuk bertindak kasar pada hak-hak privasi kami.”

WhatsApp memberikan waktu yang terbatas untuk penggunanya untuk memilih menolak dan keluar dari berbagi informasi dengan Facebook, meskipun pengguna WhatsApp harus mengambil langkah ekstra dengan cara mencentang kotak yang tersedia untuk hal ini. Jeff Chester juga mengatakan bahwa Facebook tidak akan mengirim nomor telepon online atau memberikan nomor telepon kepada siapapun.

Tetapi jaringan sosial raksasa Facebook telah mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari WhatsApp oleh karena Facebook telah membeli layanan WhatsApp dua tahun lalu. Pada saat yang sama, Facebook telah berjanji untuk tidak mengganggu janji lama pendiri WhatsApp dengan tetap menghormati kerahasiaan pengguna dan menjaga iklan dari peraturan pesannya.

WhatsApp menawarkan sekilas rencananya untuk menambah pundi-pundinya dengan cara merilis dokumen baru yang menggambarkan kebijakan privasi perusahaan dan persyaratan layanan di mana pengguna harus setuju untuk taat. Dokumen ini adalah revisi pertama dari kebijakan tersebut sejak tahun 2012, sebelum Facebook mengakuisisi WhatsApp.

Satu perubahan terjadi berdasarkan petunjuk yang diberikan sebelumnya oleh eksekutif WhatsApp, yang mengatakan mereka sedang mencari cara berbisnis untuk berkomunikasi dengan pelanggan di WhatsApp. Hal ini memungkinkan pengguna WhatsApp untuk menerima perubahan tersebut, mengkonfirmasi reservasi atau update status pengiriman.

Berdasarkan dokumen baru tersebut, perusahaan dapat mengirim penawaran pemasaran atau pesan mengenai penjualan kepada setiap pengguna, dengan catatan bahwa pengguna dapat mengendalikan atau memblokir pesan tersebut. WhatsApp mengatakan akan mempercepat untuk memajang iklan dari layanannya.

“Kami tidak ingin Anda mengalami masalah,” kata perusahaan WhatsApp kepada pengguna dalam ringkasan kebijakan baru.

Perubahan lain yang memicu kontroversial adalah: WhatsApp mengatakan akan mulai “mengkoordinasikan” account WhatsApp dengan Facebook dengan cara berbagi nomor telepon dan perangkat informasi telepon genggam pengguna WhatsApp, seperti jenis sistem operasi dan karakteristik telepon pintar lainnya. Perusahaan mengatakan Facebook akan menggunakan nomor telepon pengguna WhatsApp secara internal untuk lebih mengidentifikasi pengguna WhatsApp di Facebook, sehingga dapat membuat saran untuk teman atau memajang iklan yang ditargetkan.

Iklan yang akan dipajang melalui program Facebook yang disebut ” Custom Audiences,” yang memungkinkan upload daftar bisnis dari pelanggan dan nomor telepon atau informasi kontak bisnis lainnya yang diperoleh dari kartu garansi atau sumber lainnya. Facebook akan mencocokkan daftar bisnis dengan pengguna yang memiliki informasi yang sama dan memajang iklan untuk dilihat pengguna. Facebook mengatakan akan tidak memberikan informasi pengguna kepada pengiklan.

Nomor telepon WhatsApp sangat berharga untuk Facebook. Sementara jaringan sosial lainnya sudah memiliki banyak nomor telepon, Facebook tidak mengharuskan pengguna untuk memberikan nomor teleponnya, dan tidak selalu memberikan nomor telepon yang digunakan pengguna Facebook saat ini. Tetapi pengguna WhatsApp harus memberikan nomor telepon saat ini karena dengan nomor telepon yang digunakan saat inilah WhatsApp menyampaikan pesan.

WhatsApp sejak dahulu telah berjanji untuk tidak menggunakan data pengguna untuk mengirim iklan. Namun karena WhatsApp telah diakuisisi oleh Facebook dua tahun lalu maka hal ini memicu keluhan dari aktivis yang menjunjung kerahasaiaan pengguna yang khawatir Facebook si pemilik baru itu akan memulai menggali keuntungan melalui akun WhatsApp. Meskipun kedua perusahaan ini berjanji bahwa WhatsApp akan beroperasi secara terpisah dari induknya (Facebook), Federal Trade Commission memperingatkan kedua perusahaan ini secara terbuka melalui surat pada tahun 2014, untuk mengubah cara kedua perusahaan ini menggunakan data pengguna WhatsApp tanpa persetujuan pengguna.

WhatsApp mengatakan saat ini penggunanya mempunyai waktu selama 30 hari untuk menerima persyaratan kebijakan baru atau berhenti menggunakan layanan ini. Setelah pengguna menerima persyaratan kebijakan baru, pengguna mempunyai waktu selama 30 hari untuk menolak dan keluar dari berbagi dengan Facebook.

Kelompok yang menjunjung hak kerahasiaan telah memuji WhatsApp karena membangun enkripsi yang ke dalam layanannya, sehingga tidak mungkin bagi perusahaan atau orang lain untuk membaca pesan pengguna. Enkripsi adalah proses membuat sandi atau mengacak data untuk menyelubungi pesan yang sesungguhnya dari orang-orang yang tidak mempunyai kunci khusus untuk membaca pesan tersebut. WhatsApp berjanji bahwa enkripsi akan tetap berlaku, sehingga WhatsApp ataupun Facebook tidak dapat menggunakan isi pesan untuk tujuan periklanan.

Tetapi aktivis kelompok yang menjunjung hak kerahasiaan juga mengkritik aturan 30 hari untuk memilih keluar.

“Sangat sedikit orang akan memilih keluar,” kata Jeff Chester. “Tidak ada data yang boleh digunakan kecuali pengguna diberitahu secara jujur bagaimana hal itu akan digunakan.”(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular