Oleh: Xia lǜ De

Sebuah asteroid berukuran puluhan meter hampir tanpa peringatan melintas sangat dekat dengan bumi. Asteroid atau batu angkasa ini melintasi bumi pada 7 September lalu pukul 1:20 Eastern Standard Time-EST (17:20 sore waktu UTC). Jika menabrak bumi, setidaknya dapat mengakibatkan sebagian bencana yang fatal bagi penduduk bumi.

Menurut keterangan NASA, asteroid yang baru ditemukan ini diberi nama 2016 RB1, berdiameter antara 7 – 16 meter, melintasi bumi dalam jarak 40.000 km, atau hanya 1/10 jaraknya dari bulan-Bumi. Selain itu, 2016 RB1 akan melintasi bumi lagi 50 tahun yang akan datang dan dalam jarak yang paling dekat dengan bumi.

NASA mengatakan, kelompok peneliti Near Earth Object menemukan objek bernama 2016 RBI ini melalui teleskop Mount Lemmon Survey’s Cassegrain di University of Arizona.

Bulan lalu: Asteroid berdiameter 50 meter melintasi bumi.

Bulan lalu, Sabtu (27/8/2016) sebuah asteroid berukuran 24 – 55 meter bernama 2016 QA2 melesat melintasi bumi dalam jarak 80.000 kilometer. Asteroid ini sedikit lebih besar dari asteroid (ukuran sekitar 20 meter) yang meledak di atas angkasa Chelyabinsk, Rusia pada 15 Februari 2013 lalu. Gelombang kejut dari ledakan tersebut menghancurkan ribuan keping kaca, dan menyebabkan 1.200 orang terluka.

2016QA2 merupakan asteroid yang mengorbit di matahari melalui posisi Mars atau Venus dengan orbitnya yang sangat ganjil menuju ke bumi, melintasi bumi kurang dari 1/5 jarak Bulan-Bumi (385.000 km), demikian dilansir dari laman “Popular Mechanics”, Selasa (30/8/2016) lalu.

Asteroid yang meledak pada 15 Februari 2013 lalu di atas langit Chelyabinsk, Rusia. menyebabkan 1.200 orang luka-luka akibat gelombang kejut dari ledakannya yang menghancurkan ribuan keping kaca. (YouTube video screenshot)
Asteroid yang meledak pada 15 Februari 2013 lalu di atas langit Chelyabinsk, Rusia. menyebabkan 1.200 orang luka-luka akibat gelombang kejut dari ledakannya yang menghancurkan ribuan keping kaca. (YouTube video screenshot)

Dua bulan lalu: Tiga asteroid melesat menuju bumi

Pada 10 Juni lalu, laman Daily Express.co.uk menyebutkan, sebuah asteroid berukuran 2,4 km menuju bumi dengan kecepatan 35.000 km.

Ilustrasi asteroid melintas Bumi. (NASA / JPL-Caltech)
Ilustrasi asteroid melintas Bumi. (NASA / JPL-Caltech)

NASA mengakui bahwa tingkat teknologi saat ini tidak dapat memprediksi lebih dari 90% bahaya asteroid apabila menabrak bumi, seperti misalnya dua asteroid dekat bumi yang ditemukan pada awal Juni lalu itu, yang melintasi bumi dalam jarak dekat beberapa hari kemudian.

Diantaranya adalah asteroid sepanjang 2-8 meter bernama 2016 LP10 melintasi bumi dalam jarak 1/5-nya jarak bumi-bulan dan asteroid sepanjang 23 meter bernama 2016 LE10, melintasi bumi dalam jarak 450.000 km dari Bumi.

Ilustrasi asteroid menabrak bumi. (Asteroid Day Video screenshot)
Ilustrasi asteroid menabrak bumi. (Asteroid Day Video screenshot)

Pada ajang “Asteroid Day” 30 Juni lalu, astronom memperingatkan bahwa risiko mematikan dari asteroid menabrak bumi itu nyata, dan orang-orang perlu menyadarinya untuk menemukan cara pencegahan bencana yang akan terjadi di masa depan.

Menurut informasi yang dirilis pada “Hari Asteroid”, bahwa asteroid yang berkemungkinan menghantam bumi itu lebih dari satu juta jumlahnya, namun teknologi saat ini hanya mampu mendeteksi 1% ancamannya. Artinya, teknologi kita hampir mustahil dapat memprediksi secara dini bencana-bencana dari luar angkasa.

“Makin banyak kita memahami kemungkinan hantaman asteroid, akan semakin jelas kitas sadari bahwa kita, umat manusia sedang bergantung pada waktu yang dipinjam untuk keberlangsungan hidup,” pungkas astrofisikawan Brian May dalam sebuah pernyataannya. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular