Oleh: Li Yuan

Teleskop Ruang Angkasa Hubble mengamati keberadaan gugus bintang yang langka di pusat galaksi, didalamnya berisi bintang ekstrim tua yang mencerminkan sejarah galaksi. Para ilmuwan memandang bintang tua itu sebagai “Fosil Galaksi”, yang memiliki makna penting dalam penelitian.

Gugus bintang tersebut bernama gugus bola Terzan 5 yang juga dikenal sebagai ESO 520-27 dan 2MASX J17480455-2446441, yang berjarak 19.000 tahun cahaya dari Bumi, seperti diketahui bintang ini telah diamati selama lebih dari  40 tahun, dan diklasifikasikan sebagai gugus bola biasa.

Sekarang, para astronom mengumumkan hasil pengamatan terbaru menunjukkan gugus bola Terzan 5 yang tidak biasa, didalamnya berisi dua bintang dengan perbedaan yang signifikan.

Kedua bintang ini tidak hanya beda dari sisi karakteristik pembentukannya, tapi juga sangat jauh berbeda dari usia, yakni 7 miliar tahun. Usia bintangnya yang paling tua sekitar 12 miliar tahun, hampir mendekati sejarah galaksi. Sementara usia termuda sekitar 4.5 miliar tahun dengan waktu pembentukan yang relatif singkat.

Menurut para ilmuwan, bintang tua dalam gugus bola Terzan 5 seperti fosil hidup dari galaksi Bima Sakti saat masih sangat muda. Dan tentunya ini memiliki makna yang sangat penting bagi kita yang memahami galaksi di masa lalu dan sekarang.

Berdasarkan hasil analisis ilmuwan lebih lanjut, bahwa perbedaan usia yang mencolok dari kedua bintang di dalam gugus bola Terzan 5 ini menunjukkan bahwa proses pembentukan bintangnya tidak kontinyu, demikian dilansir dari laman phys.org. Rabu (7/9/2016).

“Gugus Terzan 5 di zaman dahulu mengandung sejumlah besar gas, dengan massanya minimal 100 juta kali dari massa matahari, baru bisa menghasilkan bintang dengan usia relatif muda,” kata Davide Massari, salah satu peneliti dari Universitas Groningen, Belanda.

Gugus bola Terzan 5 sangat jarang.

“Para astronom dapat membangun kembali bagian dari periode sejarah penting galaksi Bima Sakti berdasarkan fosil galaksi seperti ini,” ujar Francesco Ferraro, ilmuwan dari University of Bologna, Italia. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular