9 September adalah hari wafatnya mantan Ketua Partai Komunis Tiongkok/PKT, Mao Zedong. Untuk memperingati 40 tahun wafatnya Mao, sekelompok warga asal Tiongkok yang pro golongan kirinya Mao Zedong mengadakan konser musik di kedua tempat yakni Sydney dan Melbourne, tetapi memperoleh pertentangan dari oposisi. Kedua Pemkot akhirnya memutuskan untuk membatalkan ijin demi menghindari konflik antar kelompok.

Radio France Internationale melaporkan, organisasi Tionghoa Australia rencananya akan menggelar malam konser musik memperingati 40 tahun wafatnya Mao Zedong di Balai Kota Sydney dan Melbourne, Australia. Tetapi karena diprotes keras oleh organisasi masyarakat yang berbeda pandangan, sehingga menimbulkan percekcokan.

Para individu dan ormas sipil yang berbeda pendapat tersebut percaya bahwa Mao Zedong telah melakukan penekanan-penekanan keras terhadap para pembangkang demi menghancurkan lawan politiknya. Menggerakkan Revolusi Kebudayaan, tetapi karena salah kebijakan sehingga menimbulkan bencana kelaparan dan kematian banyak rakyat. Ia merupakan ambang dari totaliter dan kebrutalan.

Embrace Australian Values Alliance (Aliansi Merangkul Nilai Australia), organisasi yang menentang diadakannya konser musik awalnya dimulai dengan melakukan pemboikotan melalui situs web mereka. Penanggung jawab dari organisasi tersebut mengungkapkan bahwa konser musik yang bertujuan untuk memuliakan Mao Zedong sama saja dengan ingin menghidupkan kembali kenangan menyakitkan  para keluarga korban Revolusi Kebudayaan. Dan ini juga tidak sesuai dengan nilai standar Australia.

Tetapi kelompok yang mendukung konser mengatakan bahwa bahwa jasa Mao Zedong lebih besar daripada kesalahannya. Salah satu di anataranya, yakni profesor dari University of Technology Sydney, Feng Chongyi berpendapat, Mao Zedong di mata rakyat Tiongkok adalah seorang pahlawan.

Sumber lokal bernama John Huge mengatakan, para pendukung diadakannya malam konser musik memperingati Mao Zedong di Australia ini kebanyakan adalah para pemuda etnis yang sesungguhnya tidak tahu menahu sejarah Revolusi Kebudayaan di Tiongkok.

Karena tingginya kontroversial dan beresiko terjadi konflik kekerasan, maka ijin penyelenggaraan konser dicabut oleh Pemkot Sydney dan Melbourne.

Analisis Agence-France Presse menyebutkan bahwa para pengagum Mao Zedong baik di dalam negeri Tiongkok sendiri maupun yang tinggal di luar negeri masih ada saja. Dengan dibatalkannya pegelaran konser musik memperingati 40 tahun wafatnya Mao Zedong menunjukkan dalamnya kesenjangan antar generasi tua di Tiongkok yang mengalami sendiri Revolui Kebudayaan, dengan generasi sekarang mewakili kelas ekonomi menengah ke atas yang sudah cenderung hidup lebih mewah. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular