JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI secara tegas menyatakan menyesalkan atas uji coba nuklir  yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara, pada Jumat (9/9/2016).

“Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan uji coba nuklir  pada 9 September 2016 yang tidak sejalan dengan semangat untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia,” tulis siaran pers Kemenlu, Jumat (9/9/2016).

Pemerintah Indonesia menegaskan uji coba nuklir tersebut bertentangan dengan Comprehensive Test Ban Treaty (CTBT) dan semangat yang terkandung dalam perjanjian tersebut serta merupakan pelanggaran atas kewajiban Korea Utara berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1718 (2006), 1874 (2009), 2087 (2013), dan 2270 (2016).

Atas insiden ini, pemerintah Indonesia mendesak Korea Utara untuk sepenuhnya mematuhi kewajiban internasionalnya termasuk dengan melaksanakan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Indonesia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan diplomasi dan dialog untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (9/9/2016) pagi melaporkan mendeteksi terjadinya gempa bumi tak lazim di Korea Utara. Ledakan ini diduga sebagai uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara.

Hasil analisis ini sesuai dengan hasil analisis beberapa institusi internasional yang juga mengindikasikan sebagai ledakan nuklir, yaitu: USGS dari Amerika Serikat, GEOFON dari Jerman dan EMSC dari Eropa.

Hasil analisis BMKG menunjukkan Pusat ledakan terletak pada koordinat 41,20 Lintang Utara dan 129.07 Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 19 km arah timur Kota Sungjibaegam, Korea Utara dengan kedalaman hiposenter satu kilometer. (asr)

Share

Video Popular