Seperti kita ketahui, bahwa Bisphenol A (BPA) merupakan suatu estrogen hasil tiruan industri kimia, yang banyak digunakan dalam berbagai produk plastik, seperti botol bayi, mainan anak-anak dan lapisan kaleng makanan dan minuman. Zat ini sungguh memprihatinkan, terutama ketika kita mempelajari bahwa banyak penelitian ilmiah yang telah menemukan adanya hubungan kuat antara paparan BPA dan masalah kesehatan serius, termasuk masalah perkembangan pada otak dan sistem hormonal anak-anak. BPA sudah dilarang di Kanada dan Uni Eropa.

Meskipun bukti sudah terpampang jelas, namun FDA (BPOM-AS) masih mengatakan BPA aman (meskipun begitu ada larangan BPA pada kemasan susu formula bayi, botol dan gelas bayi).

Berikut lima contoh mengapa FDA keliru menilai, dan bagaimana kita dapat meminimalkan bahan kimia yang berbahaya ini dalam kehidupan kita:

1. Keguguran dan kemandulan

Menurut media AS, CBS News baru-baru ini melaporkan bahwa, sebuah studi baru yang diperkenalkan dalam pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine (ASRM) di Boston pada tanggal 14 Oktober 2015 lalu, menemukan bahwa wanita dengan tingkat tertinggi BPA, atau bisphenol A, dalam darah mereka secara signifikan lebih berisiko mengalami keguguran daripada wanita dengan tingkat terendah dari bahan kimia yang tersebar di mana-mana.

2. Gangguan perilaku sosial

Sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2011, menemukan hubungan antara paparan janin pada endokrin akibat BPA dan fungsi sosial yang terganggu pada masa kanak-kanak. Dalam studi tersebut, peneliti mengamati 137 ibu dan anak-anak dari New York City selama sembilan tahun, sebagai bagian dari Studi Kesehatan Lingkungan Anak Mount Sinai. Mereka mengukur konsentrasi senyawa endokrin yang terganggu dalam urin ibu selama trimester ketiga kehamilan, termasuk phthalates dan BPA. Mereka menemukan bahwa ibu yang terpapar BPA dan phthalates selama kehamilan, dilaporkan mengalami kesulitan yang lebih tinggi dalam kemampuan interpersonal dan kesadaran sosial, mirip dengan gejala yang berhubungan dengan gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan autisme.

3. Obesitas

Beberapa bulan yang lalu, sebuah studi dari University of Michigan, AS, menemukan bahwa anak-anak yang memiliki tingkat Bisphenol A yang lebih tinggi dalam darah, memiliki peluang lebih besar terhadap obesitas dan tingkat lemak tubuh yang merugikan. Menurut situs Science Daily: “Studi ini menemukan bahwa peluang obesitas lebih tinggi, didefinisikan dalam BMI di atas persentil ke-95 pada kurva pertumbuhan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dikaitkan dengan tingkat BPA kemih yang lebih tinggi. Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak dengan tingkat BPA yang tinggi juga lebih cenderung memiliki rasio lingkar pinggang dengan tinggi badan yang abnormal”.

4. Kanker

Media USA Today melaporkan sebuah studi bulan September lalu, yang diterbitkan oleh Tufts University Ana Soto, yang menemukan Bisphenol A dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada tikus. Dalam dua studi monyet rhesus yang diterbitkan tahun lalu, peneliti lain menemukan bahwa BPA mengganggu pengembangan telur, merusak kromosom dan menyebabkan perubahan dalam kelenjar susu yang membuat hewan lebih rentan terhadap kanker. Sementara itu mungkin terlalu cepat untuk menarik hubungan sebab akibat antara BPA dan kanker payudara, sebuah laporan sebelumnya dari Inggris “menyoroti seberapa banyak bukti bahwa bahan kimia ini dapat memengaruhi struktur dan pengembangan kelenjar susu, meningkatkan kepadatan payudara, dan mengganggu DNA. Semua faktor ini diketahui dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker payudara”.

5. Ginjal dan penyakit jantung

Pada Januari 2013, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Medis Langone NYU di New York, menemukan bahwa Bisphenol A dapat meningkatkan risiko anak untuk mengembangkan masalah jantung atau penyakit ginjal pada saat mereka dewasa. “Para peneliti membagi anak-anak menjadi empat kelompok berdasarkan jumlah BPA dalam sampel urin mereka (dari terendah hingga tertinggi), dan menemukan bahwa anak-anak terkena tingkat tertinggi BPA memiliki albumin [protein yang menunjukkan kerusakan ginjal] lebih banyak dalam urin mereka dibandingkan dengan anak-anak dengan tingkat BPA terendah”, lapor CBS News. “Temuan itu tetap hasilnya ketika membandingkannya dengan kelompok BPA tinggi pada populasi umum, dan bahkan ketika mengesampingkan faktor potensial lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, resistensi insulin (prekursor diabetes), paparan rokok tembakau, status sosial ekonomi dan berat badan anak”.

Cara menghindari Bisphenol A

Meskipun tidak ada bukti sebab-akibat, setiap studi yang ditambahkan ke dalam tumpukan arsip menunjukkan kaitan gangguan antara bahan kimia yang ada di mana-mana ini dengan masalah kesehatan yang serius. Jadi bagaimana kita melepaskan diri dari BPA? Menghapus sepenuhnya mungkin mustahil dilakukan, karena kita semua sudah terpaparnya, tapi di sini adalah beberapa cara untuk meminimalkan paparan tersebut bergerak maju:

• Konsumsi lebih sedikit makanan kalengan, termasuk sup siap saji, sayuran, saus, soda dan bir.

• Jangan memasukkan wadah makanan plastik polikarbonat ke dalam microwave.

• Pilih mainan, botol dan produk lainnya yang bebas BPA. Carilah plastik yang lunak atau berkabut daripada yang keras dan jernih.

• Katakan ‘tidak, terima kasih’ untuk struk pembelian yang tidak menggunakan tinta. Struk jenis ini mengandung jumlah BPA yang lebih tinggi dari sumber lain.

• Gunakan susu formula bayi. Tentu saja, menyusui ASI adalah yang terbaik, tapi kalau itu bukan pilihan, hindari mencampur formula cair di dalam wadah kaleng. (epochtimes/Ajg/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular