PONTIANAK – Sebanyak 3.500 personil dari tim satgas gabungan dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.  Tim Satgas Terpadu dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, dan relawan. BNPB juga mengerahkan 2 helikopter water bombing jenis Bolco dan Bell 214, serta 1 pesawat Casa TNI AU untuk hujan buatan.

“Sebanyak 3.500 personel dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB‎) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Senin (12/9/2016).

Menurut Sutopo, total sebanyak 600,6 hektare hutan dan lahan terbakar selama 2016, di mana 509 hektare adalah lahan masyarakat, 1,6 hektare perkebunan, dan 90 hektare kawasan konservasi.

Meski demikian, BNPB mengakui ada kendala yang dihadapi adalah masih adanya masyarakat membuka lahan pertanian untuk menanam padi dengan cara membakar. Apalagi terbatasnya air untuk pelaksanaan water bombing ditambah dengan jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran hutan dan lahan saat pemadaman darat. Bahkan lahan yang sudah dipadamkan seringkali dibakar kembali.

Sutopo menyebut, Hotspot baru cenderung muncul pada siang hari karena pembakaran sering pada siang hari. Kabupaten Ketapang belum menetapkan siaga darurat meskipun banyak titik api dan Kabupaten Sambas belum membentuk BPBD.

Berdasarkan data satelit modis dengan sensor Terra dan Aqua milik NASA mendeteksi 140 titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat pada Senin pagi.  Sebanyak 140 titik api tersebut terdiri dari 63 titik api dengan tingkat kepercayaan Sedang (30-70 persen) dan 77 titik api dengan tingkat kepercayaan Tinggi (lebih dari 70 persen).

Adapun sumber kebakaran berasal dari pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian di Kabupaten Sekadau, Ketapang, Landak, dan Sanggau. Sedangkan satelit Himawari pada Senin (12/9/2016) pukul 16.00 WIB mendeteksi sebaran asap tipis di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sekadau, Kalbar. Sebaran asap di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah juga terdeteksi. (asr)

Share

Video Popular