Minyak atsiri digunakan secara rutin pada aromaterapi karena wanginya yang menyenangkan. Minyak atsiri sudah banyak digunakan pada pengobatan tradisional Tiongkok dan India untuk mengobati sejumlah masalah. Sekarang ini sifat anti-mikroba yang terkandung dalam minyak atsiri sangat diminati.

Penelitian telah membuktikan bahwa minyak atsiri sangat ampuh mengobati infeksi yang kebal terhadap pengobatan antibiotik.

Banyak penelitian telah mengkonfirmasi bahwa minyak esensial memiliki sifat anti-infeksi. Penelitian juga menunjukkan bahwa minyak atsiri efektif dalam mengobati infeksi kenal terhadat antibiotik. Minyak atsiri memiliki potensi untuk memberikan alternatif, alami, dan efek untuk menanggulangi penyakit menular.

Komponen aktif minyak atsiri berupa molekul kecil yang ringan sehingga mudah diserap oleh tubuh. Karena minyak atsiri sangat ampuh, maka hanya menggunakan dosis kecil sudah terasa khasiatnya.

Sebagian besar minyak atsiri dapat disimpan selama 10 tahun (kecuali minyak sitrus yang hanya tahan disimpan selama dua tahun). Minyak atsiri seharusnya tersedia di dalam lemari obat Anda.

Minyak atsiri perlu diencerkan dengan minyak almond atau minyak kelapa, terutama untuk kulit yang sensitif dan kulit bayi.

Minyak lavender

Minyak lavender meredakan nyeri (Elenathewise/iStock)
Minyak lavender meredakan nyeri (Elenathewise/iStock)

Wangi minyak lavender sangat menyenangkan dan bersifat anti-bakteri dan anti-virus. Minyak lavender cepat meredakan nyeri karena lecet, memar, sengatan pada kulit. Minyak lavender cukup lembut sehingga tidak perlu diencerkan dengan minyak almond atau minyak kelapa.

Minyak lavender paling sering dipakai dengan cara dioleskan pada kulit. Penelitian baru-baru ini menunjukkan minyak lavender sangat ampuh untuk membunuh bakteri gram-positif dan gram-negatif. Minyak lavender juga memicu supaya kita cepat tidur.

Minyak pohon teh

(Liljam/Shutterstock)
(Liljam/Shutterstock)

Minyak pohon teh memiliki sifat anti-bakteri, anti-virus dan anti-jamur yang sangat kuat. Mencampurkan minyak pohon teh dengan minyak kelapa atau gel lidah buaya adalah cara yang baik untuk mengencerkan minyak pohon teh. Langsung oleskan pada kulit yang berjerawat, mengalami infeksi jamus, ringworm (jamur yang hidup di kulit dan bulu), dan kutu air.

Minyak pohon teh juga digunakan sebagai antiseptik untuk mengobati luka bakar ringan, memar dan lecet, infeksi vagina. Dua cangkir air yang mengandung 2 sendok teh minyak pohon teh dapat digunakan sebagai pembersih kuman yang ampuh.

Minyak pohon teh cukup kuat sehingga dapat menyebabkan iritasi ringan dan kemerahan jika tidak diencerkan terlebih dahulu, maka perlu untuk mencampurkan minyak pohon teh dengan minyak kelapa untuk mengurangi efek samping tersebut. Ingatlah bahwa minyak pohon teh tidak dianjurkan untuk diminum.

Minyak roman chamomile

(kazmulka/shutterstock)
(kazmulka/shutterstock)

Minyak ini beraroma lembut dan menyenangkan sehingga sangat cocok untuk kulit yang sensitif dan sering digunakan untuk mengobati jerawat ringan hingga keparahan yang sedang. Minyak ini cukup lembut sehingga tidak perlu diencerkan terlebih dahulu, tetapi jika Anda ingin mengencerkannya, maka gunakan minyak kelapa.

Minyak roman chamomile dapat digunakan untuk mengobati ruam popok, dan sangat ampuh mengobati eksim dan hemoroid. Beberapa tetes minyak roman chamomile yang ditambahkan dalam mandi uap sangat ampuh mengobati infeksi telinga dan sinus yang mengalami peradangan. Minyak roman chamomile juga ampuh meredakan nyeri.

Minyak kayu putih

Daun dan minyak atsiri kayu putih (IStock)
Daun dan minyak atsiri kayu putih (IStock)

Minyak kayu putih terbukti memiliki sifat anti-bakteri untuk membasmi bakteri yang menginfeksi saluran napas bagian atas. Minyak kayu putih yang diencerkan dapat diminum untuk mengobati bronkitis dan infeksi saluran napas bagian atas. Minyak kayu putih juga berkhasiat untuk mengobati infeksi membran mukosa (seperti asma).

Minyak kayu putih memiliki sifat analgesik (menghilangkan nyeri). Minyak kayu putih yang disemprotkan meredakan nyeri ringan. Minyak kayu putih juga ampuh membasmi bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa minyak kayu putih merangsang sistem kekebalan tubuh.

Minyak oregano

(Serena Carminati/Shutterstock)
(Serena Carminati/Shutterstock)

Komposisi minyak oregano yang unik membuatnya cocok untuk mengobati infeksi stafilokokus. Komponen fenolat yang terkandung dalam minyak oregano lebih ampuh dibandingkan dengan 18 macam obat farmasi termasuk penisilin.

Minyak oregano juga bersifar anti-jamur. Minyak oregano harus selalu diencerkan terlebih dahulu dengan minyak almond sebelum dioleskan.

Kesimpulan: Minyak atsiri sangat ampuh untuk mengobati infeksi. Dianjurkan untuk mengencerkan minyak atsiri dengan minyak almond atau minyak kelapa sebelum dioleskan pada kulit untuk mencegah iritasi kulit. Ingatlah bahwa tidak semua minyak atsiri boleh diminum.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular