Sebuah survei yang dilakukan Tiongkok baru-baru ini menunjukkan, 70 % responden di Tiongkok yang sudah berusia di atas 60 tahun menyebutkan bahwa berwisata merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup sekalikus juga memperkaya kehidupan setelah pensiun.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan lansia Tiongkok mengalami pelonjakan hingga lebih dari 50 % tingkat pertumbuhan tahunan. Karena itu, mudah dijumpai para wisatawan berambut ‘perak’ itu bermondar-mandir di lokasi wisata di berbagai pelosok dunia.

Laporan Forbes menyebutkan bahwa dengan meningkatnya usia hidup rata-rata orang Tiongkok dan populasi lansia yang makin bertambah, warga Tiongkok yang berusia di atas 60 tahun sudah menembus jumlah 200 juta jiwa pada 2013.

Tentu sebagian dari mereka ini sekarang sudah memiliki cukup uang (atau anak-anak mereka memiliki cukup uang) yang memungkinkan mereka untuk berwisata ke luar negeri. Oleh sebab itu, kelompok lansia tersebut sekarang dijadikan segmen pasar yang menguntungkan oleh para agen perjalanan di Tiongkok.

Forbes mengutip sebuah berita yang dimuat oleh media berbahasa Mandarin menyebutkan, seorang nenek bernama Liu Chengxin yang kini sudah berusia 101 tahun warga kota Wuxi, Jiangsu baru-baru ini pergi mengurus paspor dengan bantuan anak dan cucunya, dan sudah mendapatkan visa kunjungan ke Hongkong dan Macao, ia bersiap untuk melihat dunia.

Kontribusi terhadap rencana perjalanan dari nenek tersebut adalah kesepuluh putra-putrinya. Seorang putranya yang bermarga Han mengatakan, mengingat usianya yang sudah lanjut, jadi mereka merancang perjalanan dengan pesawat udara yang tidak terlalu lama.

“Sementara ini, orangtua kami bawa untuk mengunjungi kota Beijing, lalu ke kota Wuhan, kemudian keliling Hongkong, dan terakhir dari Hongkong naik kapal pesiar menuju ke Jepang. Nanti setelah nenek kembali dari Jepang, maka ia mungkin berkesempatan untuk memperbaharui rekor perjalanan wisata ke luar negeri oleh lansia Tiongkok,” katanya.

Namun, data perjalanan ke luar negeri oleh para lansia Tiongkok mayoritas masih didominasi oleh warga yang dilahirkan pada 1950-an. Tingkat ekonomi golongan tersebut mulai berubah membaik tahun 90-an, dan mereka hanya memiliki anak tunggal. Konsep pemikiran tradisional Tiongkok adalah menabung demi masa depan anak dan cucu ini sekarang pelan-pelan tapi pasti  mulai meluntur. Membuat mereka berpersepsi untuk memanfaatkan waktu dan duit yang berlebihan.

Biaya perjalanan wisata bagi mereka yang dilahirkan pada tahun 1940-an, kebanyak masih dibayar oleh putra atau putri mereka. Di satu sisi, putra-putri ini selain ingin menggunakan kesempatan perjalanan untuk menghabiskan waktu brsama orangtua, sebagai upaya untuk menebus kekurangan dalam mengabdi yang dirasakan selama ini. di sisi lain juga sebagai ungkapan terima kasih kepada orangtua yang sudah membesarkan mereka.

Survei menemukan bahwa sekitar 70 % dari kaum lansia berusia di atas 60 tahun memilih untuk berpartisipasi dalam perjalanan wisata ke Rusia dan Eropa Timur.

Selain itu, sebagian besar dari wisata lansia Tiongkok tersebut memilih ke luar negeri untuk bersenang-senang menghibur diri, senang untuk mengunjungi lokasi wisata terkenal dan menarik, membeli barang-barang mewah. Dan mereka umumnya tidak banyak menuntut fasilitas penginapan atau relatif sederhana, “Ok-ok saja asal ruang ber-AC, TV dan ketel untuk memasak air minum”.

Akibat sebagian besar dari lansia Tiongkok di abad lalu antara tahun 50 – 60 an mengalami masa kekurangan pasokan barang kebutuhan dan pangan, pernah hidup dalam kesulitan, sehingga hambatan kondisi kehidupan tidak terlalu sulit untuk  mereka atasi. Sebaliknya, hambatan terbesar bagi lansia tersebut untuk berwisata ke luar negeri lebih terasa pada bahasa komunikasi. Selain sama sekali tidak mengerti bahasa Inggris, mereka juga kurang memahami kebudayaan dan kebiasaan orang-orang Barat.

Dalm kondisi seperti ini, berwisata ke Taiwan adalah yang paling tidak merasakan hambatan di atas. Menurut penelitian Dinas Pariwisata Tiongkok bahwa dari data paro waktu pertama tahun lalu diketahui, 48 % dari wisatawan lansia Tiongkok di atas 50 tahun memilih mengunjungi Taiwan.

Sementara itu,  industri pariwisata Taiwan mulai merilis situs pariwisata resmi untuk mempromosikan high end produk guna merangsang para lansia tersebut datang berwisata ke Taiwan.

Tetapi bagi sebagian besar negara di Eropa, Oceania dan Amerika, mungkin sampai saat ini belum menyadari akan potensi dan segmen pasar pariwisata ini, yaitu kelompok lansia Tiongkok  yang berduit dan berwaktu tersebut. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular