Erabaru.net. Anak-anak adalah jantung hati orang tua, karena itu menyayangi dan mencintai anak-anak merupakan sifat alami orang tua. Tapi selaku orang tua, juga harus bijak dan rasional dalam menyayangi mereka. Apabila ditemukan mereka memiliki perilaku atau sikap seperti berikut ini, sebaiknya dicegah, jangan dibiarkan dan harus tegas.

1. Bertindak kasar

Ketika anak sedang bermain pasir, salah seorang di antaranya merebut mainan temannya, tak terima mainannya direbut begitu saja, ia pun menggigit tangan teman yang merebut mainannya itu. Akhirnya, mainan itu pun berhasil direbutnya kembali.

Saran untuk orang tua : Orang tua harus memberi teguran yang tegas terhadap anak yang bertindak kasar seperti itu (mengigit, mendorong, memukul dan semacamnya), supaya ia tahu kalau tindakannya itu tidak benar, karena sudah menyakiti atau melukai orang lain, dan harus minta maaf . Selain itu juga supaya ia tahu, dan harus belajar menerima perasaan kecewa, jika teman sepermainannya tidak ingin mainannya itu dipinjamkan.

Selain teguran (nasihat) dan menjelaskan alasannya, hukuman tertentu itu mutlak diberikan, dan tunjukkan di hadapannya sikap atau perlakuan yang berlawanan dengan hukuman : Lindungi dan hibur anak yang digigit. Dengan demikian, mereka bisa menyadari, bahwa menyerang orang lain itu bukan hanya tidak akan mendapatkan simpati, tapi juga tidak mendapatkan manfaat apa pun, sehingga ia akan menyadari dengan sendirinya menyingkirkan perilaku agresif.

2. Tidak beranjak ketika melihat mainan

Di pusat perbelanjaan, Anda menolak membelikan boneka, sementara putri Anda mencengkram boneka itu dan tidak mau melepaskannya, meski dengan susah payah Anda menjelaskan kepadanya, ia bergeming dan malah duduk di atas lantai dengan muka cemberut.

Saran : Tunjukkan sikap Anda kepadanya : Hari ini tidak membeli mainan apa pun, percuma juga kamu menangis.

Jika si anak tidak juga mau mendengarkan, sengaja membuat onar, coba Anda abaikan sejenak, teruskan melihat-lihat atau memilih barang lainnya, atau berpura-pura pergi meninggalkannya, biarkan ia duduk di lantai menangis. Asal tahu saja, jika Anda menyerah dan menuruti keinginannya itu bukan tindakan yang bijak, karena sekehendak hatinya itu akan semakin menjadi-jadi. Biarkan setelah ia agak tenang, Anda jelaskan kepadanya tentang alasannya atau bisa juga dengan cara bercerita, supaya ia tahu bagaimana menjadi anak yang disukai. Jelaskan juga bahwa percuma sengaja membuat onar atau menangis untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, karena pada akhirnya tidak akan mendapatkan apa pun, sebaliknya justru membuat orang merasa jengkel.

3. Sambil lalu mengambil barang orang lain

Anak Anda menunjukkan kepada Anda sepasang sepatu kristal, yang katanya ia ambil dari rumah temannya.

Saran untuk orang tua : Segera kembalikan barang itu ke pemiliknya sambil membawa si anak, dan suruh ia untuk meminta maaf : “Maaf, saya membawa pulang barang Anda untuk bermain di rumah, sekarang saya kembali kepada Anda, mohon maafkan saya.” Dengan memanfaatkan kesempatan seperti ini, biarkan si anak belajar berani untuk mengakui kesalahan.

Anak usia 3 atau 4 tahun tidak memiliki pandangan tentang “hak milik” atau kesadaran hak memiliki, mereka pikir sesuatu yang disukai dan diinginkan itu adalah miliknya. Dalam hal ini, orang tua dihimbau sebaiknya bersikap tegas jangan menggunakan pendekatan dengan mengatakan “lain kali tidak boleh seperti ini lagi”. Ingat pepatah lama : “Janganlah berbuat sesuatu yang buruk walau sekecil apa pun, sebaliknya lakukanlah sesuatu yang baik walau sekecil apa pun.”

4. Berbohong

Saat seorang anak usia 6 tahun mempraktekkan “seni bela dirinya”, tanpa sengaja menghancurkan vas bunga di halaman rumah. Ketika ibu menanyakan hal itu, si anak justru bilang kucing rumah yang memecahkan vas bunga itu.

Saran untuk orang tua : Dorong mereka untuk mengatakan yang sebenarnya : “Sayang, katakan pada ibu, apa sebenarnya yang terjadi ? Tidak apa-apa vas bunga itu pecah, tapi yang penting berani mengakuinya. Ibu suka anak yang jujur, berani bertanggung jawab atas segala perbuatannya.” Ungkapkan seperti ini untuk menyingkirkan kekhawatirannya, dorong (semangat/keberanian) ia untuk mengatakan hal yang sebenarnya, dan berikan “pelukan” serta pujian padanya setelah ia mengatakan hal yang sebenarnya.

Anak di atas usia 6, 7 tahun jelas tahu bahwa berbohong itu memang tidak benar, tapi mereka tetap saja melakukannya (berbohong) untuk menghindari hukuman. Jika Anda percaya padanya, atau meskipun tidak percaya dan membiarkannya, ini sama saja dengan membantunya mengembangkan kebiasaan buruk, akibatnya semakin menjerumuskannya ke dalam lumpur kebohongan. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular