Pasar keuangan sekarang ini sungguh sungguh mencamaskan orang. Sinyal-sinyal jangka pendek yang diperoleh banyak kontradiksinya, dalam beberapa tahun terakhir Eropa, Amerika, Jepang dan Tiongkok mencetak uang secara besar-besaran untuk menyelamatkan utang mereka sendiri.

Hasil yang diperoleh pasti adalah bencana. Dalam hal ini hampir semua ‘bos besar’, baik George Soros, maupun penghutang kelas kakap lama dan baru, Rogers dan lain-lain, mempunyai pemahaman yang sama, yang ditunggu akhirnya tidak lebih adalah pemicu ledakkan. Apakah peristiwa akhir dari pemicu peledakan ini? Penulis menganggap itu adalah RMB (mata uang Yuan Tiongkok).

Dalam catatan, gaya penggunaan uang dalam “tiga bulan sudah dua kali lipat”, predator super kakap Soros pada kuartal kedua sudah memperbesar short selling saham Amerika. Pada kuartal pertama ia prihatin tentang perlambatan ekonomi Tiongkok, tekanan ke sisi short selling, kali ini dia lebih pesimis, tindakannya lebih besar, ini adalah modus yang sangat luar biasa.

Soros selama ini bahkan tidak pernah terlalu memperhatikan sinyal jangka pendek, juga tidak terlalu memperhatikan faktor-faktor teknis, secara total berbalik dengan kebiasaan investasi orang-orang Tiongkok!

Menurut laporan, sejak tahun 2000 hingga kini, hanya pada tahun 2007 Soros memasuki ruang perdagangan saham, secara pribadi melakukan penataan dana. Pada saat itu, predator ini telah melihat dengan tepat akan terjadi bubble pada real estate Amerika. Dan sekali lagi menata short selling secara besar-besaran yang sempurna yang selanjutnya terjadi keruntuhan pasar real estate AS serta krisis keuangan global, belakangan semua orang tahu apa yang terjadi.

Sekarang, ia telah kembali ke baris pertama pasar, secara pribadi mengendalikan Soros Trade Fund. Dengan demikian berbagai pihak berspekulasi, predator ini pasti telah melihat peluang keuntungan yang cukup besar sehingga membuat darahnya mendidih.

Menurut laporan lain, pada 12 Agustus 2016, kepala investasi Soros Fund “Ted Burdick” mengumumkan pengunduran dirinya. Menariknya, alasan Ted Burdick bisa mengundurkan diri dalam waktu kurang dari satu tahun adalah ia hanya “melihat angka jalannya investasi keuntungan kecil jangka pendek” berbeda dengan Soros.

Sumber pandangan predator ini sering berasal konflik besar antara ekonomi makro dan pasar keuangan, kontradiksi besar ini akhirnya akan membawa perubahan situasi yang signifikan di pasar, membawa perubahan yang mendadak, model memperoleh keuntungan sama sekali berbeda. Jadi pada hari ini, dimana logika Soros?

Hal yang pasti adalah, krisis apa pun bukanlah hal-hal yang diperhatikan kebanyakan orang. Jika setiap orang dapat menghindari “resiko” dalam krisis, itu bukanlah krisis, ini adalah hukum. Begitu juga, yang meledakkan krisis pastilah hal-hal yang kebanyakan orang tidak berani berpikir dan juga tidak terpikirkan. Satu hukum lain lagi adalah titik yang meledakan krisis harus logis, dan perubahan yang terbawa oleh logika kebanyakan tidak terlihat orang, bahkan jika ada beberapa orang (seperti Ketua Federal Reserve Amerika “Yellen” saat ini) dapat melihat namun juga sulit untuk sepenuhnya menghindarinya .

Apa kontradiksi pokok di dalam masyarakat saat ini?

Dunia sedang bekerja keras agar tak terperosok ke dalam Depresi Besar seperti tahun 1929. Resesi ekonomi 1929, diwujudkan dengan deflasi yang parah. Setelah 2009, setelah 2011, setelah 2014, Amerika Serikat, Jepang dan kawasan euro semua telah membuka pelonggaran kuantitatif, mengapa harus melakukan seperti hal ini?

Dari permukaan seolah-olah adalah untuk menstimulasi inflasi, namun pada dasarnya adalah karena utang, ketika deflasi terus berkelanjutan maka utang setiap negara akan pecah. Krisis utang Eropa terus terjadi penyebabnya adalah alasan ini, oleh sebab itu semua berusaha keras mencoba untuk terhindar jatuh ke dalam model deflasi parah seperti pada 1929.

Namun, setelah Eropa, Amerika dan Jepang melakukan injeksi besar, pertumbuhan ekonomi “tahun demi tahun semakin parah”, Eropa dan Jepang masih juga menghadapi ancaman deflasi. Sistem perekonomian baru lebih terombang ambing. Coba lihat pertumbuhan ekonomi yang negatif di Brasil dan Rusia itu sudah jelas. Sekarang ini berbeda dengan 1.929, ini adalah zaman semaunya mencetak uang. Semuanya hanya berharap dengan pencetakkan uang semaunya dapat berjuang menekan deflasi, untuk menyelesaikan utang, ini adalah logika QE yang dilakukan di Eropa dan Amerika.

Dalam menghadapi kemungkinan situasi seperti pada 1929, semuanya sudah sangat khawatir  karena terperosok ke dalam deflasi parah akan membawa perubahan dalam negeri sendiri (sebagian besar utang default). Banyak pemerintah dan bank sentral kemungkinan kembali ke rumah minum teh, tentu saja tidak boleh diabaikan.

Dalam dunia sekarang ini, Tiongkok dan Amerika Serikat adalah dua perekonomian terbesar. Pada 2008, ketika Amerika Serikat menghadapi deflasi, hasilnya dua kekuatan membuat Amerika Serikat terhindar dari jebakan ke dalam jurang, yang pertama adalah langkah QE Bernanke, dan yang kedua adalah tindakan empat trilyun Tiongkok “telah menyelamatkan” Amerika Serikat dan dunia dari jurang deflasi. (secretchina.com/lim/rmat)

BERSAMBUNG

 

Share

Video Popular