JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan serta Kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan 71.060 ekor benih lobster ke Singapura yang diperkirakan bernilai Rp 2.1 miliar.

Benih lobster tersebut merupakan hasil kerjasama operasi antara Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jakarta 1 dengan Kepolisian Resort dan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan koordinasi antar lembaga harus semakin diperkuat, saling konsolidasi satu sama lain dan mengesampingkan yang namanya egosektoral, demi menyelamatkan kerugian negara akibat penyulundupan.

Selain itu, Susi menilai koordinasi merupakan wujud nyata dalam bersinergi antar lembaga pemerintah. “Kesadaran dari tugas masing-masing kementerian dan lembaga, saya yakin akan membuahkan hasil yang maksimal,” kata Susi usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan New Priok Container Port di Kalibiru Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Rina menjelaskan penyelundupan ribuan benih lobster tersebut bermula dari Kepolisian Resort Bandara Soekarno Hatta yang berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta yang berhasil menggagalkan pengiriman benih lobster tersebut ke Singapura.

“Kemudian, benih lobster asal Mataram tersebut diamankan dari tangan pelaku yang diduga akan mengirimnya ke Singapura ketika pesawat sedang transit di bandara Soekarno Hatta hari Kamis lalu,”  kata Rina dalam rilis KKP.

Saat ini proses hukum para pelaku telah ditangani oleh Polres Bandara  Soekarno Hatta yang kini tengah mendalami keterangan. Para pelaku disangkakan  melanggar Peraturan  Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01/Permen-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster dan Rajungan.

Terkait dengan tindak pidana, hukumannya sudah disebutkan dalam Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana paling berat 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Penyelamatan sumber daya kelautan tersebut tak lepas dari kerjasama antara BKIPM 1 Jakarta dibantu oleh Tim Polres Bandara Soetta, perwakilan Polres Ciamis, Pos TNI AL Pangandaran, Tim BKIPM Cirebon, dan perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat. (asr)

Share

Video Popular