Akupunktur meringankan gastritis (radang lambung) dan lebih ampuh dibanding menggunakan obat ranitidin, yang merupakan antihistamin. Peneliti dari Chenzhou First People’s Hospital menyelidiki dan membandingkan kemanjuran akupunktur dengan ranitidin dalam mengobati gastritis kronis, suatu gangguan pencernaan yang ditandai dengan peradangan lapisan lambung.

Gastritis menyebabkan gangguan pencernaan dengan nyeri seperti terbakar pada perut, mual, muntah, kembung, cegukan, atau tinja mirip aspal. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa akupunktur secara nyata memberikan lebih banyak kesembuhan dibandingkan dengan pemberian obat antihistamin.

Akupunktur lebih efektif mengurangi atau menghilangkan lesi (kerusakan) mukosa lambung dan peradangan pada penderita gastritis kronis dibandingkan dengan pemberian ranitidin. Gastroskopi menunjukkan bahwa akupunktur menghasilkan 96,4% total tingkat keefektifan sedangkan ranitidin hanya menghasilkan 69,9% total tingkat keefektifan.

Mari kita tinjau terapi obat dan akupunktur yang diuji dalam uji klinis dan hubungannya dengan teori dan pendidikan berkelanjutan akupunktur Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT).

Peneliti membandingkan dua kelompok penderita gastritis dalam penyelidikan klinis. Satu kelompok menerima ranitidin (150 mg) yang diminum dua kali setiap hari. Ranitidin adalah penghambat histamin-2 untuk mengurangi produksi asam lambung, yang bertujuan untuk mengobati dan mencegah terjadinya luka terbuka atau tukak (ulkus) di lambung dan usus. Ranitidin juga terdaftar untuk mengobati penyakit refluks gastroesofageal, di mana isi lambung berbalik kembali ke kerongkongan. Ranitidin dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia, melewati plasenta, dan dapat ditransfer ke bayi melalui ASI.

Para peneliti memilih lima titik utama pada tiga saluran akupunktur:

• Qihai (CV6)

• Guanyuan (CV4)

• Zusanli (ST36)

• Sanyinjiao (SP6)

• Tianshu (ST25)

Penderita berbaring dalam posisi terlentang dan disisipkan jarum akupunktur yang sangat halus berukuran 0,25 mm x 40 mm selama tiga puluh menit untuk memperoleh deqi. Asap moxa yang dibakar diberikan pada titik Zhongwan (CV12). Akupunktur dilakukan setiap hari sekali selama sepuluh hari diselingi satu hari bebas perawatan. Proses ini diulang sampai diperoleh dua puluh kali perawatan.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, peneliti menyimpulkan bahwa akupunktur yang dikombinasikan dengan pembakaran moxa sangat efektif untuk menyembuhkan gastritis. Pengobatan Tradisional Tiongkok memiliki sejarah pendidikan berkelanjutan bagi akupunktur maupun obat herbal untuk mengobati gangguan pencernaan. Dasar teoritis untuk prinsip pengobatan bervariasi untuk setiap orang dari pendekatan biomedis konvensional sampai perawatan penderita.

Tinjauan baru-baru ini terhadap bidang biomedis adalah bahwa gastritis memiliki banyak penyebab termasuk asupan alkohol yang berlebihan, stres, reaksi negatif terhadap obat, aliran balik empedu, anemia, infeksi helicobacter pylori, dan infeksi bakteri atau virus lainnya. Hal ini sesuai dengan PTT. Namun, peneliti mencatat bahwa PTT juga menggunakan diagnostik banding untuk menentukan kesehatan hati, lambung, dan limpa dan hubungannya dengan gastritis. Peneliti mencatat bahwa gastritis melibatkan beberapa pola termasuk:

• Ketidakharmonisan hati, limpa, dan lambung

• Kekurangan qi pada limpa dan lambung

• Kekurangan yin

• Racun panas

Peneliti menambahkan bahwa beberapa prinsip PTT berlaku untuk diterapkan pada akupunktur dan pengobatan herbal: memperkaya yin dan darah, memberi qi yang berlimpah untuk limpa dan lambung, membersihkan meridian, mengusir kelembaban yang berlebihan, mengeluarkan racun panas, mengeluarkan racun keluar dari tubuh melalui keringat. Peneliti mencatat bahwa pemberian asap dari pembakaran moxa pada titik Zhongwan dan titik lainnya menunjukkan hasil yang bermanfaat dalam protokol pengobatan uji klinis yang mereka lakukan. Pemberian asap dari pembakaran moxa pada empat inci di atas titik Zhongwan (CV12) sangat bermanfaat untuk lambung.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular