Hari ini, yang sedang dihadapi oleh Amerika Serikat adalah ancaman inflasi, karena dari pandangan Greenspan dapat terlihat. Tiongkok sangat khawatir terhadap deflasi dirinya, karena deflasi mempunyai makna bahwa semua hutang akan meledak (mekanisme hipotik dan pinjaman bank-bank komersial akan benar-benar runtuh). Akan tetapi dalam sepuluh tahun terakhir, model perekonomian Tiongkok adalah model perekonomi inflasi, model perekonomi inflasi harus terus bergantung pada inflasi untuk dapat bertahan hidup, jika tidak real estate, obligasi lokal, obligasi perusahaan akan meletus sekaligus!

Begitu juga, posisi Sino-AS sekarang dibandingkan pada 2008, secara total benar-benar telah berubah!

Sekarang, Tiongkok harus mengekspor deflasi, Amerika Serikat harus mengekspor inflasi! Ini adalah keanehan dunia. Ketika pada 2008, Tiongkok dan Amerika Serikat perlu inflasi, kepentingannya sama. Oleh sebab itu Sino-AS berbulan madu, sekarang, kepentingan bertentangan, yang ada adalah konfrontasi dan bertengkar.

Sekarang ini, cara AS mengekspor inflasi adalah sangat pasti, yaitu dengan strategi memperkuat dolar! Meskipun permintaan komoditas menurun, membuat mata uang Brazil, Rusia dan negara-negara berkembang lainnya devaluasi, kenaikan inflasi, tetapi juga terkait erat dengan penguatan dolar. Ini merupakan strategi dari AS mengekspor inflasi.

Di masa depan, inflasi AS semakin parah, ini berarti dolar harus semakin kuat, hanya dengan demikian baru dapat mengekspor inflasi. Pada Jumat (26/8/2016), pidato Yellen tidak soft juga tidak berapi-api. Penulis percaya bahwa wanita tua itu sangat jelas tentang situasi yang dihadapi (kenaikan inflasi yang dipercepat tidak dapat diterima, jika karena hal ini dilakukan penghematan juga tidak dapat diterima, karena kebijakan moneter sekarang sudah tidak memilik peluang besar).

Ditambah lagi dengan sikap moderat dan fleksibel tradisional sendiri, hanya bisa terus bermain lembut dan bulat. Tapi bermain lembut dan bulat terus hasilnya akan membuat dolar semakin lemah, akibatnya “orang-orang yang dikebiri” mulai khawatir, yaitu wakil Ketua Fed segera menyatakan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dua kali tahun ini, hasilnya dolar langsung terangkat.

Dolar langsung terangkat itulah yang diinginkan oleh wakil Ketua Fed, yang juga diharapkan Yellen. Penulis menganggap bahwa ini adalah strategi mendasar dari Fed: menggunakan dolar yang kuat untuk mengekspor inflasi Amerika Serikat sendiri. Dolar yang kuat juga dapat mendatangkan pemasukan investasi yang dapat memperbaiki defisit perdagangan mereka sendiri, ini adalah strategi yang sangat normal.

Namun tampaknya dalam hati Yellen sendiri juga mengatakan, dunia saya anda tidak memahami, saya sedang menunggu orang lain menaikkan suku bunga bagi saya “daripada bergerak mending diam saja”. Karena jika Euro dan RMB terdevaluasi besar, itu sama dengan Federal Reserve menaikkan suku bunga. Tapi tampaknya Soros, “raja utang” lama dan baru semua sudah memahami. Sekarang ini ada satu lagi yang mendukung Yellen yaitu Jepang. Liputan media seperti ini: Bank Of Japan secara diam-diam sedang menimbun amunisi dan siap untuk manangani runtuhnya pasar saham. Hanya dalam kondisi memburuknya deflasi, pasar saham Jepang baru akan runtuh, Jepang mulai mempersiapkan amunisi.

Persiapan Amerika telah matang, tetapi bagaimana dengan Tiongkok?

Tiongkok tidak mengizinkan deflasi memburuk, ini tidak diragukan lagi. Ini bukan masalah ekonomi lagi, tapi adalah masalah dasar politik. Namun, bagaimana Tiongkok baru bisa merangsang inflasi mereka?

Harga real estate tinggi, meningkatnya hutang rumah tangga, harus menekan kebutuhan masyarakat, ekonomi riil terus saja mati, gelombang kebangkrutan dan penurunan upah terus berlanjut, terus menciutkan kebutuhan orang (tidak berani konsumsi atau tidak memiliki kemampuan untuk mengkonsumsi).

Hal ini mengakibatkan jarak yang semakin besar, yaitu membumbungnya real estate dan inflasi menurun. Ketika tidak ada permintaan lagi, bisnis dan individu akan menabung uang tunai, secara alami akan jatuh ke dalam perangkap likuiditas.

Ada sebuah artikel lain (Tiongkok: perjalanan dari pemborosan ke penghematan akhirnya dimulai) Banyak orang meragukan, tapi penulis berpikir itu adalah fenomena yang sangat jelas. Kondisi Tiongkok sekarang: impor jagung menurun. Itu menunjukkan permintaan daging sedang jatuh. Hal ini mungkin dapat dijelaskan dengan menggunakan persediaan jagung yang tinggi dan kas negara harus menurunkan cadangan, tapi barley terutama digunakan untuk pembuatan bir dan kue-kue, sorgum digunakan untuk pembuatan minuman keras, namun impor barley dan sorgum pada Juli turun bersama, maka sudah tidak bisa lagi dijelaskan oleh turunnya cadangan jagung.

Ditambah lagi dengan penurunanan impor daging beku pada Juli dibandingkan dengan Juni, semuanya membuktikan hal ini, yaitu permintaan konsumen akhir menurun, sedang jatuh!

Ini adalah sama dengan tren booming real estate, tingkat utang rumah tangga naik, meningkatnya kebangkrutan perusahaan, PHK dan pemotongan gaji mana-mana, tidak bisa mengambil sikap mengelak.

Selain itu, industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) dan industri perjalanan online, semuanya adalah ruang lingkup pembelanjaan, juga telah memasuki musim dingin, jangan menutup mata.

Karena menyusutnya permintaan konsumen, itu juga menyebabkan inflasi terus menurun dalam beberapa bulan terakhir ini, juga telah menyebabkan likuiditas jatuh ke dalam perangkap.

Dalam hal ini, Tiongkok bisa memperbesar investasi keuangan untuk meningkatkan permintaan. Dengan kondisi pertumbuhan pendapatan fiskal saat ini, perlu memperbesar defisit, dan oleh karena itu, pasar akan mengalami defisit anggaran tahun depan yang diperbesar hingga mencapai konsep 5%. Namun, apa artinya utang yang tinggi dan defisit sampai 5%?

Ini berarti bahwa tahun depan devaluasi mata uang secara pasif akan dipercepat, devaluasi secara pasif setelah fiskal dilemahkan adalah skenario terburuk. Selain itu, sejak 2014, manajemen terus melalui sarana fiskal mendukung pertumbuhan perekonomian, hasilnya adalah efek yang semakin buruk. Sampai tahun ini, investasi swasta akan terus menurun, pada Juli pertumbuhan kredit baru selain real estate secara substansial adalah nol, ini menunjukkan apa?

Ini menjelaskan baik dalam hal pendapatan fiskal atau efek, jalan ini sudah buntu! Terus memperluas investasi keuangan itu hanyalah omong kosong. (secretchina.com/lim/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular